Beberapa Makanan yang Dilarang dan Dianjurkan Saat Diare, Apa Saja?

Saat musim hujan dan musim pancaroba, kerap kali penyakit diare menyerang. Diare merupakan kondisi yang ditandai dengan encernya tinja dengan frekuensi buang air besar (BAB) yang lebih sering dibanding biasanya. Pada umumnya, diare timbul sebagai akibat dari konsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri, virus, atau parasit. Biasanya diare hanya berlangsung beberapa hari, namun pada sebagian kasus juga dapat terjadi hingga berminggu-minggu.

Sumber: Huffington Post
Sumber: Huffington Post

Pengaturan makanan saat sedang diare sering ditanyakan oleh pasien ketika menemui dokter. Saat seseorang sedang terkena diare, ada beberapa asupan yang sebaiknya dihindari agar diare tidak semakin parah. Beberapa jenis sayur dan buah tidak boleh dikonsumsi ketika seseorang tengah menderita diare. Hal ini dijelaskan oleh dr Hepi Novlina dari Puskesman Babadan Indramayu kepada Detik Health.

“Kalau orang sedang diare justru nggak boleh makan sayuran karena sayuran mengandung banyak serat. Serat kan dicernanya sebentar dan akan dikeluarkan lagi. Jadinya saat diare hindari konsumsi serat,” ujar dr. Hepi.

Dalam penjelasannya yang dimuat dalam detikhealth.com, dr. Hepi juga menambahkan mengenai konsumsi buah oleh penderita diare. Ada beberapa buah yang harus dihindari, seperti buah naga, yang kaya akan serat, dimana jika penderita mengonsumsinya maka diare akan semakin parah. Selain sayur dan buah, asupan kaya serat lain yang sebaiknya dihindari sementara adalah agar-agar.

Seorang asisten profesor di bidang gastroenterology dari University of Michigan Health System yang bernama Peter Higgins mengatakan bahwa makanan yang sederhana dan tidak banyak mengandung bumbu-bumbuan merupakan pilihan yang baik untuk dikonsumsi saat diare, terutama dalam 24 jam pertama. Diet yang dianjurkan dianjurkan saat diare dikenal dengan singkatan BRAT, yaitu: Banana (pisang), Rice (nasi putih), Applesauce (saus apel), dan Toast (roti panggang).

Pisang dianjurkan karena banyak mengandung kalium dan mudah diserap, juga dagingnya yang padat akan membantu menjadikan feses lebih padat. Nasi atau roti merupakan makanan yang mudah dicerna dan mengandung karbohidrat yang penting guna menyuplai energi pada saat seseorang terkena diare. Applesauce mengandung pektin yang bermanfaat membuat feses lebih keras dan padat.

Sayuran yang mengandung tinggi serat seperti bayam, jagung, dan brokoli tidak dapat dikonsumsi oleh penderita diare. Namun ada beberapa jenis sayuran yang tetap boleh dikonsumsi, yaitu sayur-sayuran yang rendah serat, seperti wortel, kentang dan seledri.

Untuk lauk pauk sebagai sumber protein, makanan yang dianjurkan antara lain, kacang, telur, dan tahun. Ayam dan ikan diperolehkan asal tidak digoreng, karena saat diare, penderita disarankan untuk menghindari makanan yang berlemak, seperti kulit ayam dan kepala ikan. Bagi penderita diare, konsumsi sajian rebusan paling dianjurkan.

Pengaturan makanan dengan pembatasan seperti yang dijelaskan di atas sebaiknya hanya dilakukan selama satu hingga dua hari saja karena diet seperti ini tidak mengandung zat gizi yang lengkap dan sehat. Setelah 24-48 jam, penderita seharusnya sudah dapat mengonsumsi makanan yang beraneka  ragam, termasuk buah dan sayur, karena makanan yang beragam lebiih menjamin terpenuhinya kebutuhan nutrisi yang penting bagi proses penyembuhan diare. (NNS)

 

Sumber:

  • detik.com
  • sehatmagz.com
  • alodokter.com

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *