Imunisasi: Cara Terbaik untuk Melindungi Diri dari Penyakit Campak

Pada Maret 2016, seperti yang dilansir oleh detikhealth.com, Yuba River Charter School di Nevada, Amerika Serikat, harus menghentikan aktivitas sekolah dalam sementara waktu karena ada salah seorang siswa yang terserang penyakit campak. Hal tersebut dilakukan agar yang lainnya tidak tertular karena tingkat vaksinasi di sekolah tersebut sangat rendah. Pembukaan kembali sekolah itu hanya bagi siswa yang sudah mendapat vaksin campak dan dapat menunjukkan dokumen tanda bukti.

Sumber: motherandbaby.co.id
Sumber: motherandbaby.co.id

Sedikit mengenal mengenai penyakit campak, alodokter.com menjabarkan bahwa penyakit campak merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus. Penyakit ini akan memunculkan ruam di seluruh tubuh dan sangat menular. Gejala campak mulai muncul sekitar satu hingga dua minggu setelah virus masuk ke dalam tubuh, dimana gejala yang biasa muncul adalah mata merah, mata sensitif terhadap cahaya, pilek, radang tenggorokan, demam, dan timbulnya bercak putih keabu-abuan pada mulut dan tenggorokan. Bercak atau ruam berwarna merah kecokelatan akan muncul di kulit beberapa hari setelahnya, mulai dari belakang telinga, sekitar kepala, leher, dan kemudian menyebar ke seluruh tubuh.

Saat terserang virus campak, sistem kekebalan tubuh manusia akan secara alami melawan infeksinya. Namun, jika komplikasi terjadi atau infeksi campak sangat parah, diperlukan perawatan dan pengobatan campak di rumah sakit. Untuk membantu mempercepat proses pemulihan, penderita campak disarankan untuk minum banyak air untuk mencegah dehidrasi, banyak istirahat dan hindari sinar matahari selama mata sensitif terhadap cahaya, minum obat penurun demam dan obat pereda sakit serta nyeri.

Hal lain yang perlu diketahui saat muncul ruam merah akibat campak, terutama pada anak, adalah ruam merah yang muncul menunjukkan seberapa parah infeksi yang dideritanya. Semakin banyak ruam yang muncul, umumnya menunjukkan penyakit campak yang diderita semakin parah. Usahakan agar anak tetap dimandikan. Karena jika anak tidak mandi, maka keringat di tubuh akan menimbulkan rasa gatal, dan jika digaruk, bisa memicu timbulnya infeksi baru pada ruam yang sudah muncul di kulit.

Mencegah lebih baik daripada mengobati. Pepatah ini juga berlaku pada penyakit campak yang dapat dicegah dengan vaksinasi. Vaksinasi MMR adalah vaksin gabungan untuk campak, gondongan, dan campak Jerman. Vaksinasi MMR diberikan sebanyak dua kali, yaitu ketika anak berusia 15 bulan dan kemudian diberikan saat anak berusia 5-6 tahun atau sebelum memasuki masa sekolah dasar.

Kasus yang terjadi pada Yuba River Charter School di Nevada ini mendapat perhatian dari pemerintah setempat. Hal ini membuktikan dampak buruk dari gerakan antivaksin. Dr. Karen Smith dari Dinas Kesehatan California, seperti dikutip dari Medical Daily, mengatakan, “Imunisasi adalah cara terbaik untuk melindungi diri dari penyakit campak. Dua dosis vaksin campak, gondongan, dan rubella bisa mencegah timbulnya penyakit pada seseorang hingga sekitar 97%.” (NNS)

 

Sumber:

  • alodokter.com
  • detikhealth.com

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *