<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Info Imunisasi</title>
	<atom:link href="http://infoimunisasi.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://infoimunisasi.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 17 May 2013 03:37:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=142</generator>
		<item>
		<title>Imunisasi Tetap yang Terbaik untuk Cegah Penyakit</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/news/imunisasi-tetap-yang-terbaik-untuk-cegah-penyakit/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/news/imunisasi-tetap-yang-terbaik-untuk-cegah-penyakit/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 May 2013 03:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3345</guid>
		<description><![CDATA[Meski ada kemungkinan anak tetap terkena penyakit walau sudah imunisasi bukan berarti anak tidak diimunisasi. Kemungkinannya sekitar 5-15 persen. &#8220;Meski begitu, risikonya bisa ditekan <a href="http://infoimunisasi.com/news/imunisasi-tetap-yang-terbaik-untuk-cegah-penyakit/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Meski ada kemungkinan anak tetap terkena penyakit walau sudah imunisasi bukan berarti anak tidak diimunisasi. Kemungkinannya sekitar 5-15 persen.</p>
<p>&#8220;Meski begitu, risikonya bisa ditekan dan jauh lebih ringan,&#8221; imbuh Dr. Soedjatmiko, Sp.A(K)., MSi.<br />
 Karena itu, bayi dan balita tetap harus diimunisasi lengkap. Sebab, bayi dan balita yang tidak diimunisasi lengkap, tidak akan memiliki kekebalan spesifik yang optimal terhadap penyakit menular berbahaya.</p>
<p> Anak-anak tersebut mudah tertular penyakit tersebut dan menderita sakit berat. Tidak hanya itu saja, mereka juga bisa menularkan ke anak-anak lain yang bila menyebar secara luas akan terjadi wabah. Dan menyebabkan banyak kematian maupun kecacatan.</p>
<p> &#8220;Melalui imunisasi pula, anak akan terhindar dari penyakit infeksi berbahaya. Sehingga mereka memiliki kesempatan untuk bermain maupun belajar tanpa terganggu dengan masalah kesehatan,&#8221; ujar Prof. DR. Dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K).</p>
<p> Jadi, pencegahan penyakit melalui imunisasi menjadi cara perlindungan terhadap infeksi. Tindakan ini jauh lebih murah dan paling efektif dibandingkan mengobati seseorang bila telah terkena sakit dan kemudian dirawat di rumah sakit.</p>
<p>Sumber ; http://www.sehatnews.com/cek-move/20817-imunisasi-tetap-yang-terbaik-untuk-cegah-penyakit.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/news/imunisasi-tetap-yang-terbaik-untuk-cegah-penyakit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa dan kapan vaksin Tetanus Toxoid (TT) diberikan pada masa kehamilan?</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/penyakit/mengapa-dan-kapan-vaksin-tetanus-toxoid-tt-diberikan-pada-masa-kehamilan/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/penyakit/mengapa-dan-kapan-vaksin-tetanus-toxoid-tt-diberikan-pada-masa-kehamilan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 May 2013 01:20:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Tetanus]]></category>
		<category><![CDATA[Vaksin Tetanus Toxoid (TT)]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3343</guid>
		<description><![CDATA[Tetanus adalah penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh racun dari bakteri yang disebut Clostridium tetani. Bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka <a href="http://infoimunisasi.com/penyakit/mengapa-dan-kapan-vaksin-tetanus-toxoid-tt-diberikan-pada-masa-kehamilan/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tetanus adalah penyakit yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh racun dari bakteri yang disebut Clostridium tetani. Bakteri tetanus masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka. Itu bisa jadi tusukan kecil atau goresan pada kulit, walaupun infeksi tetanus lebih sering terjadi ketika ada luka tusukan yang dalam seperti menggigit, memotong, membakar atau maag. Tetanus mempengaruhi sistem saraf seseorang dan bisa berakibat fatal jika tidak diobati.<br />
Hal ini dapat dicegah melalui imunisasi.</p>
<p>Vaksin Tetanus Toxoid (TT) diberikan selama kehamilan untuk mencegah tetanus kepada Anda serta bayi Anda. Antibodi yang terbentuk dalam tubuh Anda, setelah vaksinasi, diteruskan kepada bayi Anda dan melindunginya selama beberapa bulan setelah lahir. Hal ini juga membantu mencegah kelahiran prematur.<br />
Pada kehamilan pertama, dokter akan merekomendasikan setidaknya dua dosis vaksin TT. Vaksinasi pertama diberikan pada trimester pertama setelah tes kehamilan Anda dikonfirmasi dan setelah janji antenatal pertama Anda. Kedua dosis vaksin TT diberikan setidaknya empat sampai delapan minggu setelah yang pertama. Beberapa ahli menyarankan bahwa dosis kedua vaksin harus diberikan empat minggu sebelum perkiraan tanggal pengiriman. WHO juga merekomendasikan bahwa vaksin ketiga diberikan enam bulan setelah yang kedua untuk memberikan perlindungan setidaknya selama lima tahun.<br />
Jika ini adalah kehamilan kedua dan telah kurang dari dua tahun sejak kehamilan terakhir Anda, ketika Anda telah menerima baik vaksin TT, maka hanya dosis tambahan yang dianjurkan. Di banyak negara seperti AS, Td atau tetanus difteri-vaksin dianjurkan untuk wanita hamil. Vaksin ini sekarang tersedia di India. Anda mungkin ingin berkonsultasi dengan dokter Anda untuk pilihan tersebut.</p>
<p>Sumber:http://www.babycenter.in/x1023109/why-and-when-is-the-tetanus-toxoid-tt-vaccine-given-during-pregnancy</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/penyakit/mengapa-dan-kapan-vaksin-tetanus-toxoid-tt-diberikan-pada-masa-kehamilan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meski Sudah Mendapat ASI, Bayi Tetap Harus Diimunisasi</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/news/meski-sudah-mendapat-asi-bayi-tetap-harus-diimunisasi/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/news/meski-sudah-mendapat-asi-bayi-tetap-harus-diimunisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 May 2013 02:29:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi bayi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3341</guid>
		<description><![CDATA[ASI atau air susu ibu memang banyak manfaat dan perlindungan bagi tumbuh kembang bayi. Karena selain mengandung zat gizi, ASI juga dengan bahan-bahan penguat <a href="http://infoimunisasi.com/news/meski-sudah-mendapat-asi-bayi-tetap-harus-diimunisasi/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>ASI atau air susu ibu memang banyak manfaat dan perlindungan bagi tumbuh kembang bayi. Karena selain mengandung zat gizi, ASI juga dengan bahan-bahan penguat kekebalan tubuh bayi. </p>
<p>&#8220;Namun, ASI tidak bisa menggantikan imunisasi. Karena tidak mencukupi untuk membentuk kekebalan spesifik,&#8221;ujar spesialis anak Prof. DR. Dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K).<br />
ASI hanya memperkuat pertahanan tubuh secara umum. Tidak dengan membentuk kekebalan spesifik terhadap kuman tertentu yang berbahaya.</p>
<p>Bila jumlah kuman banyak dan ganas, perlindungan umum tidak mampu melindungi bayi. Sehingga bayi masih bisa sakit berat, cacat, atau meninggal.</p>
<p>Dengan demikian, imunisasi tetap perlu dilakukan. Pemberiannya pun sebaiknya disesuaikan dengan jadwal imunisasi yang sudah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.</p>
<p>Sumber : http://www.sehatnews.com/cek-move/20813-meski-sudah-mendapat-asi-bayi-tetap-harus-diimunisasi.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/news/meski-sudah-mendapat-asi-bayi-tetap-harus-diimunisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teh Putih Berkhasiat Hambat Virus Flu Burung?</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/news/teh-putih-berkhasiat-hambat-virus-flu-burung/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/news/teh-putih-berkhasiat-hambat-virus-flu-burung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 01:33:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[virus flu burung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3338</guid>
		<description><![CDATA[Bogor, Virus flu burung bermutasi untuk menjadi lebih kuat. Manusia pun terus melakukan berbagai penelitian untuk menghambat dan bahkan mematikan virus tersebut. Salah satu <a href="http://infoimunisasi.com/news/teh-putih-berkhasiat-hambat-virus-flu-burung/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bogor, Virus flu burung bermutasi untuk menjadi lebih kuat. Manusia pun terus melakukan berbagai penelitian untuk menghambat dan bahkan mematikan virus tersebut. Salah satu yang disebut bisa menghambat virus flu burung adalah teh putih.</p>
<p>&#8220;Teh putih ini diambil dari pucuknya yang paling atas, bukan daun tehnya sampai ke bawah. Pucuk ini diseduh tiga kalu untuk tahu sampai seberapa bisa menghambat virus,&#8221; ujar pakar biologi molekuler Universitas Airlangga, Dr. Drh. Chairil Anwar Nidom,MS.<br />
Hal itu disampaikan dia dalam Avian Flu and Disaster Preparedness Workshop for Journalist di Hotel Horison, Jl Pakuan, Bogor, Jawa Barat, seperti ditulis pada Selasa (9/4/2013).</p>
<p>Dijelaskan Nidom, saat teh putih diseduh sekali manfaatnya sebagai minuman biasa. Seduhan kedua bisa menghambat influenza, dan seduhan ketiga ditengarai bisa menghambat virus flu burung.</p>
<p>Teh putih tidak boleh dikeringkan langsung, melainkan hanya diangin-anginkan. Karena tidak dikeringkan dengan sinar matahari, kandungan antioksidan dalam pucuk teh putih tidak hilang teroksidasi. Karena itu teh putih mengandung antioksidan sekitar 17 persen.</p>
<p>Berbeda dengan teh hijau dan teh hitam, teh putih harganya lebih mahal. Sebab tidak mudah mendapatkan pucuk teh yang belum mekar untuk dijadikan teh putih. Konon harga teh curah 1 kg harganya Rp 1 juta.</p>
<p>Untuk mengatasi flu burung, biasanya juga diberikan antiviral dalam hal ini adalah oseltamivir. Di Indonesia, pemberian obat ini adalah dengan resep dokter sehingga pemakaiannya terkendali. Sedangkan di Jepang pernah dijual bebas dan berdampak halusinasi pada anak-anak.</p>
<p>Sementara itu menurut Kendra Chittenden, Senior Avian and Pandemic Influenza Advisor, USAID dalam kesempatan yang sama mengatakan 8,2 juta warga AS mengonsumsi oseltamivir pada saat pandemik H1N1 di AS. Mereka meyakini dengan mengonsumsi oseltamivir bisa mengurangi 12 jenis pengobatan di RS.</p>
<p>&#8220;Dipercaya oseltamivir bisa menghemat USD 80 juta biaya kesehatan. Itu menurut Pusat Pengendali Penyakit (CDC) di AS,&#8221; kata Kendra.</p>
<p>(vit/up)<br />
Sumber : http://health.detik.com/read/2013/04/09/080051/2214998/763/teh-putih-berkhasiat-hambat-virus-flu-burung?l771108bcj</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/news/teh-putih-berkhasiat-hambat-virus-flu-burung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Manfaat Imunisasi</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/news/manfaat-imunisasi/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/news/manfaat-imunisasi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 May 2013 01:23:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3335</guid>
		<description><![CDATA[Imunisasi dianggap salah satu temuan manusia terbesar abad ini. Imunisasi atau sering disebut juga vaksinasi, prinsipnya adalah memasukkan kuman yang telah dilemahkan ke dalam <a href="http://infoimunisasi.com/news/manfaat-imunisasi/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Imunisasi dianggap salah satu temuan manusia terbesar abad ini. Imunisasi atau sering disebut juga vaksinasi, prinsipnya adalah memasukkan kuman yang telah dilemahkan ke dalam tubuh yang fungsinya untuk menangkal penyakit. Imunisasi diberikan melalui suntikan ataupun oral (lewat mulut). Melalui imunisasi, beberapa penyakit bisa dilenyapkan seperti cacar di tahun 1970-an. Sejarah pun mencatat, imunisasi menyelamatkan banyak generasi dan memperpanjang kemungkinan hidup seseorang. Di Indonesia, program imunisasi mulai dikenalkan pada 1956.</p>
<p>Beberapa literatur kesehatan menyebutkan imunisasi mempunyai manfaat yang telah terbukti, yaitu memperkuat daya tahan tubuh. Seperti diketahui, ada 3 faktor yang bisa menyebabkan penyakit, yakni daya tahan tubuh, lingkungan, dan kuman. Kita tidak bisa memastikan kondisi lingkungan serta kuman apa saja yang “beredar” di sekitar kita, maka meningkatkan daya tahan tubuh melalui imunisasi adalah salah satu langkah bijak yang bisa dilakukan.</p>
<p>Selain itu, perubahan iklim dan kondisi lingkungan yang tak lagi bersahabat membuat beragam masalah baru muncul, termasuk kesehatan. Cuaca yang tak bisa lagi diprediksi adalah contoh paling mudah dilihat. Akibatnya, bayi/anak jadi lebih gampang sakit. Untuk mencegahnya dibutuhkan kondisi fisik prima dan daya tahan tubuh yang kuat. Selain makanan bergizi, imunisasi juga terbukti mampu memberikan perlindungan, pencegahan, sekaligus membangun kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit menular dan berbahaya yang bisa berakibat kecacatan bahkan kematian. Imunisasi juga terbukti bermanfaat untuk mencegah sakit parah. Dengan imunisasi, kalaupun anak terpapar tidak akan sampai parah dibanding dengan anak yang tidak diimunisasi.</p>
<p>Sumber :  http://www.tabloid-nakita.com/read/1106/manfaat-imunisasi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/news/manfaat-imunisasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Vaksinasi Mencegah Kesakitan, Kematian, dan Kecacatan Anak (Up Date terkini)</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/penyakit/vaksinasi-mencegah-kesakitan-kematian-dan-kecacatan-anak-up-date-terkini/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/penyakit/vaksinasi-mencegah-kesakitan-kematian-dan-kecacatan-anak-up-date-terkini/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 May 2013 05:00:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Difteri]]></category>
		<category><![CDATA[Hepatitis B]]></category>
		<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Pertusis]]></category>
		<category><![CDATA[Polio]]></category>
		<category><![CDATA[Tetanus]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3333</guid>
		<description><![CDATA[Merupakan keinginan semua orang tua untuk mempunyai anak yang sehat, tidak sakit, dan tidak cacat. Pertumbuhan dan perkembangannya optimal. Paradigma anak sehat meliputi sehat <a href="http://infoimunisasi.com/penyakit/vaksinasi-mencegah-kesakitan-kematian-dan-kecacatan-anak-up-date-terkini/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Merupakan keinginan semua orang tua untuk mempunyai anak yang sehat, tidak sakit, dan tidak cacat. Pertumbuhan dan perkembangannya optimal.  Paradigma anak sehat meliputi sehat fisik, sehat kognitif dan sehat emosi-sosial-moral.</p>
<p>Sehat fisik, artinya pertumbuhan dan perkembangan fisik optimal, ditunjukkan dengan perubahan tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, pematangan fungsi organ-organ tubuh sesuai dengan umur.<br />
Sehat kognitif. Anak  mempunyai kemampuan untuk mengenali, mengerti, mengingat, membandingkan, mencocokkan, menggabungkan, merangkai, mengekspresikan, menghasilkan ide, pengetahuan, dan ketrampilan baru.</p>
<p>Sehat emosi-sosial-moral.  Anak gembira, berani, optimis, percaya diri, dapat mengeksplorasi lingkungan, dapat mengendalikan diri, beradaptasi dengan lingkungan, mengerti baik-buruk, benar-salah, boleh-tidak boleh.</p>
<p>Mengapa anak bisa sakit? Anak sakit karena kekebalan(imunitas) tubuh alamiah tidak cukup mampu melindungi tubuh. Ketika penyebab sakit tidak bisa ditolerir oleh tubuh, maka anak akan sakit. Penyebab sakit antara lain: infeksi, kelainan bawaan, gangguan metabolisme, kekurangan gizi, cedera, kecelakaan, keracunan, penyakit imunologi, dan degeneratif.</p>
<p>Sebaliknya, seseorang akan menjadi kebal (imun) terhadap suatu penyakit karena adanya sistem imunitas. Imunitas terbagi menjadi 2 yaitu imunitas alami dan imunitas didapat. Imunitas alami  bersifat aktif dan pasif. Imunitas alami aktif merupakan reaksi tubuh terhadap suatu infeksi, misalnya bila seseorang menderita cacar air, maka dalam tubuhnya kan terbentuk sistem imunitas yang menjaga terulangnya infeksi cacar air.  Imunitas alami pasif didapatkan bayi dari ibunya melalui jalur plasenta. Disini sistem kekebalan ibu “menular” ke janin melalui plasenta.</p>
<p>Imunitas didapat mengandung arti bahwa tubuh mendapatkan kekebalan dari rangsangan  luar tubuh. Tubuh disuplai sistem kekebalan dari luar. Suplai disini bisa berupa sel-sel kekebalan yang sudah jadi (injeksi antibodi, disebut imunitas didapat pasif) maupun perangsangkekebalan pada tubuh pasien (vaksinasi, disebut imunitas didapat aktif).</p>
<p>Menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT)2001 dan Survei Demografi dan Kesehatan (SKDI) 2002-2003, kematian  satu bayi (0-12 bulan) terjadi tiap 3, 1 menit dan kematian balita tiap 2, 5 menit.<br />
Vaksinasi adalah memberikan kekebalan aktif (kuman) pada seseorang untuk merangsang kekebalan pada tubuh pasien sehingga ia menjadi kebal dan terlindungi dari penyakit tertentu. Mengapa vaksinasi penting? Vaksinasi akan meningkatkan kekebalan tubuh, mencegah penyakit berbahaya dan komplikasi yang bisa ditimbulkannya.</p>
<p>Vaksin merupakan salah satu media intervensi paling efektif untuk mengurangi dan mencegah penyakit infeksi berbahaya. 26 penyakit di dunia ini diketahui dapat dicegah dengan vaksin. Vaksinasi pun sudah dicanangkan sebagai proteksi global.</p>
<p>Program Imunisasi di Indonesia ada dua, yaitu PPI  dan non PPI. PPI adalah Program Pengembangan Imunisasi dimana program ini diwajibkan bagi anak pada usia tertentu dan didanai oleh pemerintah. Yang termasuk PPI adalah vaksinasi Hep B, BCG, DPT, anti-Polio, Campak. Non PPI adalah vaksinasi HiB, Hepatitis A, MMR, Varicella, Typhoid.</p>
<p>PPI adalah program dasar dan wajib. Bayi umur 6 bulan mendapatkan 16 kali suntikan. Hal tersebut menjadi salah satu sebab program imunisasi kurang berhasil. Jumlah suntikan yang diterima bayi menjadi kekhawatiran orang tua dan hal tersebut menyebabkan terjadinya “drop out”.<br />
Solusi untuk mengurangi jumlah suntikan? Dibuatlah vaksin kombinasi. Vaksin Kombinasi adalah vaksin yang terdiri dari dua atau lebih antigen (kuman) berbeda yang dikombinasikan / digabung dalam satu sediaan. </p>
<p>Keuntungan vaksin kombinasi adalah:<br />
•	Lebih praktis dan ekonomis<br />
•	Jumlah suntikan berkurang sehingga lebih nyaman.<br />
•	Jumlah kunjungan ke penyedia layanan kesehatan berkurang.</p>
<p>Contoh vaksin Kombinasi:<br />
•	DPT (Difteri, Pertussis, Tetanus)<br />
•	MMR (Mumps, Measles, Rubella)<br />
•	Hepatitis A +B<br />
•	DPaT – HiB – Polio (5 in 1)</p>
<p>Vaksin Kombinasi terbaru yang telah tersedia di Indonesia adalah  DPaT – HiB – Polio.<br />
Apa saja isi vaksin tersebut?<br />
•	Komponen DPaT: Diphteria – Pertusis – Tetanus<br />
o   Diphteria<br />
Penyakit infeksi oleh bakteri C. diphteriae, menyebabkan sumbatan jalan napas dan mengganggu otot jantung, mudah menular, dan menyebabkan kematian yang tinggi pada anak dan manula.<br />
Komponen racun (toksoid) bakteri ini yang yang dijadikan vaksin.</p>
<p>o   Pertusis (Batuk Rejan, 100 hari)<br />
Penyakit infeksi oleh Bordatella pertussis, menyebabkan batuk lama dan berat, sangat menular.<br />
Bakteri mati dijadikan komponen vaksin, ada 2 jenis:<br />
§  DPwT: pertussis whole cell, bakteri utuh mati<br />
§  DPaT: pertussis aseluler , lebih menguntungkan karena efek samping panas, bengkak dan kemerahan jauh berkurang.</p>
<p>o   Tetanus<br />
Penyakit infeksi oleh Clostridium tetani, menyebabkan kaku otot mulut, dada, punggung, perut. Merupakan 10 penyebab kematian tertinggi.</p>
<p>Toksoid tetanus dijadikan sebagai komponen vaksin.<br />
•	Komponen HiB<br />
Vaksin HiB ini mencegah penyakit yang disebabkan Hemophylus influenza tipe B, seperti meningitis (radang selaput otak), pneumonia (radang paru berat)</p>
<p>•	Komponen Polio<br />
Vaksin Polio mencegah infeksi virus polio yang menyebabkan poliomyelitis (lumpuh layu).<br />
Bentuk sediaan vaksin polio ada 2 macam:<br />
•	Vaksin polio tetes, lebih sering diikuti kejadian ikutan pasca imunisasi, seperti lumpuh layu.<br />
•	Vaksin polio suntik, merupakan bagian dari vaksin kombinasi.</p>
<p>Jadwal pemberian vaksin kombinasi DPaT-HiB-Polio berdasarkan rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia)2010:<br />
•	Usia minimal 6 minggu<br />
•	Jadwal: 2,3,4 bulan atau 2, 4, 6 bulan, dan mendapat booster(ulangan) pada tahun ke 2 (18 bulan).</p>
<p>Imunisasi telah terbukti menyelamatkan jutaan bayi dan balita. Dengan adanya vaksin kombinasi akan semakin memperbaiki cakupan keberhasilan program imunisasi. Petugas kesehatan mempunyai tugas untuk memberikan informasi yang benar tentang imunisasi kepada masyarakat. Jangan sampai orang tua lebih takut pada efek samping daripada takut pada penyakitnya.</p>
<p>sumber:  dr. A. Ratnaningsih, Sp.A, http://pantirapih.or.id/index.php?option=com_content&#038;view=article&#038;id=160:vaksinasi-mencegah-kesakitan-kematian-dan-kecacatan-anak-up-date-terkini&#038;catid=54:kesehatan-ibu-dan-anak&#038;Itemid=99</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/penyakit/vaksinasi-mencegah-kesakitan-kematian-dan-kecacatan-anak-up-date-terkini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Info imunisasi terkini!</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/imunisasi-2/info-imunisasi-terkini/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/imunisasi-2/info-imunisasi-terkini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 01:25:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3330</guid>
		<description><![CDATA[Dalam 18 bulan pertama usianya, si kecil sudah harus menerima imunisasi tak kurang dari 15 kali. Walah, kok, banyak sekali? Eh, ternyata itu masih <a href="http://infoimunisasi.com/imunisasi-2/info-imunisasi-terkini/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam 18 bulan pertama usianya, si kecil sudah harus menerima imunisasi tak kurang dari 15 kali. Walah, kok, banyak sekali? Eh, ternyata itu masih kalah banyak, lho, dengan anak-anak di Amerika yang kabarnya harus divaksin tak kurang dari 20 kali selama periode usia yang sama.<br />
Selain jenis vaksin yang sudah Anda kenal seperti BCG atau DPT, kini juga ada vaksin yang mungkin belum terlalu familiar di telinga Anda, seperti vaksin PCV dan influenza. Kapan tepatnya si kecil perlu menerima vaksin-vaksin ini? </p>
<p>Meski jenis-jenis vaksin itu sudah sesuai dengan rekomendasi IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia), untuk penerapannya pada si kecil, tetap konsultasikan dengan dokter anak Anda.<br />
Tapi sebelumnya, bekali dulu diri Anda dengan info lengkap dari artikel ini. Juga ada trik agar si kecil tak takut divaksin, serta melupakan rasa sakitnya seusai disuntik</p>
<p>Sumber : http://www.parenting.co.id/article/issue/info.imunisasi.terkini/001/005/127</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/imunisasi-2/info-imunisasi-terkini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Imunisasi Yang Dianjurkan</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/penyakit/influenza/imunisasi-yang-dianjurkan/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/penyakit/influenza/imunisasi-yang-dianjurkan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 02:01:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Imunisasi]]></category>
		<category><![CDATA[Influenza]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[imunisasi dewasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3328</guid>
		<description><![CDATA[Selain imunisasi wajib, ada pula imunisasi yang dianjurkan, yaitu: 1. Imunisasi Hepatitis A Bertujuan mencegah penyakit hepatitis A. Bedanya dari imunisasi hepatitis B yang <a href="http://infoimunisasi.com/penyakit/influenza/imunisasi-yang-dianjurkan/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Selain imunisasi wajib, ada pula imunisasi yang dianjurkan, yaitu:</p>
<p>1. Imunisasi Hepatitis A</p>
<p>Bertujuan mencegah penyakit hepatitis A. Bedanya dari imunisasi hepatitis B yang diberikan saat anak berusia bayi, imunisasi hepatitis A diberikan saat anak berusia 2 tahun, dilakukan 2 kali selang 6 bulan, dan memberikan perlindungan >10 tahun. Meski sangat jarang, beberapa anak akan menunjukkan reaksi nyeri pada bekas luka suntikan yang disertai demam ringan dan pembengkakan. Reaksi ini akan hilang dalam satu-dua hari. Imunisasi ini tidak boleh diberikan pada anak yang sedang sakit berat.</p>
<p>2. Imunisasi HiB</p>
<p>Imunisasi HiB (Haemophyllus influenzae tipe B) untuk mencegah terjadinya meningitis/radang selaput otak, diberikan di rentang usia 12—15 bulan. Jika diberikan sebelum satu tahun, perlu diberikan booster setahun setelah pemberian terakhir. Namun, kalau imunisasi dilakukan setelah usia 1 tahun, tidak perlu diulang lagi. Imunisasi ini hanya bisa diberikan sampai usia 4 tahun, di atas itu meningitis sudah jarang terjadi.</p>
<p>3. Imunisasi MMR</p>
<p>Imunisasi MMR (Measles, Mumps, Rubella) dimaksudkan untuk mencegah campak, gondongan, dan rubela. Bila sampai umur setahun anak belum mendapat imunisasi campak, MMR bisa diberikan pada usia 12 bulan. Akan tetapi kalau sudah, MMR bisa diberikan satu kali di usia 15—18 bulan. MMR juga bisa diberikan pada anak usia 6 tahun asal ia belum pernah kena campak sebelumnya. Beberapa hari setelah imunisasi, umumnya anak akan demam, timbul bintik-bintik,  serta terjadi pembengkakan di tempat suntikan. Namun, itu bukan sesuatu yang mengkhawatirkan dan bisa diatasi dengan obat penurun panas dari dokter.</p>
<p>4. Imunisasi Varisela</p>
<p>Bermanfaat mencegah penyakit cacar air (chicken pox). Di Indonesia, imunisasi ini dianjurkan diberikan pada anak mulai usia 1 tahun ke atas dan tidak ada efek samping yang menyertai imunisasi ini. Pada anak, umumnya varisela bersifat ringan namun dapat menimbulkan risiko komplikasi berupa radang otak (ensefalitis) dan bekas luka (scar) akibat infeksi sekunder bakteri.</p>
<p>5. Imunisasi Influenza</p>
<p>Influenza berbeda dari batuk pilek biasa, merupakan penyakit infeksi saluran napas berat yang disebabkan oleh virus influenza. Penularan yang mudah melalui udara dari droplet dan percikan ludah dapat menginfeksi seseorang hanya dalam waktu 2—3 hari setelah kontak. Kita mengenal virus flu burung (avian flu), flu babi (virus H1N1), swine flu, dan lainnya. Virus influenza bermutasi setiap tahun sehingga vaksinasi flu dianjurkan diberikan setiap tahun (annual seasonal flu) oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), mulai usia 6 bulan ke atas.</p>
<p>Sumber : http://www.tabloid-nakita.com/read/1108/imunisasi-yang-dianjurkan</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/penyakit/influenza/imunisasi-yang-dianjurkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tetanus</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/news/tetanus-2/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/news/tetanus-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 23:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[Tetanus]]></category>
		<category><![CDATA[neonatal tetanus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3325</guid>
		<description><![CDATA[Tetanus Tetanus, atau diketahui sebagai ayan, adalah penyakit serius yang dapat dihindari yang mempengaruhi otot-otot dan syaraf tubuh. Penyakit ini muncul dari luka pada <a href="http://infoimunisasi.com/news/tetanus-2/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tetanus</p>
<p>Tetanus, atau diketahui sebagai ayan, adalah penyakit serius yang dapat dihindari yang mempengaruhi otot-otot dan syaraf tubuh. Penyakit ini muncul dari luka pada kulit yang terkontaminasi bakteri bernama Clostridium tetani, yang sering didapat di tanah.<br />
 Sekali bakteri itu memasuki tubuh, mereka akan memproduksi neurotoksin (sebuah protein yang berlaku sebagai racun pada system saraf tubuh) yang dikenal sebagai tetanispasmin yang menyebabkan kejang pada otot. Racun tersebut dapat menjalar ke seluruh tubuh melalui aliran darah dan getah bening. Saat toksin tersebut bersikulasi lebih luas, toksin tersebut mengganggu aktivitas normal saraf di seluruh tubuh yang mengarah pada kekejangan otot secara umum. Tanpa pengobatan, tetanus dapat menjadi fatal.  </p>
<p>Bentuk lain dari tetanus, neonatal tetanus, terjadi pada bayi baru lahir yang dilahirkan pada kondisi yang tidak bersih, terutama jika tali pusarnya terkontaminasi. Saat ini, imunisasi rutin untuk tetanus menghasilkan antiboidi yang dapat diturunkan ibu pada janinnnya. Antibodi ibu dan teknik kebersihan tali pusar telah membuat tetanus pada bayi yang baru lahir menjadi sangat jarang terjadi di negara-negara berkembang.</p>
<p> Tanda dan Gejala<br />
Tetanus sering dimulai dengan kejang-kejang otot  rahang (dikenal sebagai trismus), dan juga ditambah oleh kesulitan menelan dan kaku atau sakit pada otot leher, pundak atau punggung. Kejang-kejang ini dapat menyebar pada otot abdomen, lengan atas dan paha. Gejala ini dapat terjadi dimana saja dari hari ke bulan-bulan setelah terjangkit bakteri tersebut.</p>
<p>Pencegahan<br />
Ada dua cara penting untuk mencegah tetanus:<br />
1.	Mendapatkan vaksin terhadap tetanus<br />
2.	Setelah mendapatkan luka yang dapat menyebabkan tetanus, segeralah disuntik </p>
<p>Imunisasi tetanus termasuk dalam vaksinasi DTaP (diphtheria, tetanus and acellular pertussis) . anak-anak biasanya mendapatkan rangkaian dari empat dosis vaksin DTaP sebelum usia 2 tahun, diikuti dengan dosis tambahan pada umur 4-6 tahun. Setelah itu sebuah tambahan (Tdap) lagi direkomendasikan pada umur 11-12 tahun, atau nanti jika terlewat, dan juga vaksin tetanus dan difteri tambahan di setiap 10 tahun saat dewasa. Wanita hamil juga haru smendapatkan vaksin Tdap dis etiap kehamilan, biarpun dia telah divaksinasi sebelumnya.<br />
Neonatal tetanus dapat dicegah dengan cara meyakinkan setiap wanita hamil bahwa mereka telah mendapatkan vaksin tetanus, melahirkan ditemoat yang bersih, dan dengan perawatan tali pusar yang layak. Jika anda hamil, diskusikan catatan imunisasi dengan dokter kandungan anda sebelum anada melahirkan. Dan yakinkan bahwa anak-anak anda tidak melewatkan imunisasinya. </p>
<p>Pengobatan<br />
Para dokter mempunyai peran yang penting dalam pencegahan tetanus dengan meyakinkan bahwa imunisasi yang diterima anak itu up to date dan menyediakan profilaksis paska pejangkitan jika si anak mempunyai luka dengan resiko tetanus.<br />
Anak yang terkena tetanus akan dirawat di rumah sakit, biasanya di ICU. Disana, sang anak akan mendapatkan antibiotic untuk membunuh bakteri dan TIG untuk menetralisasi toksin yang telah dikeluarkan oleh bakteri tersebut.<br />
Anak tersebut juga akan mendapatkan obat untuk mengontrol kejang otot dan diberi pengobatan untuk mendukung fungsi vital dari tubuh. </p>
<p>Disarikan dari: http://m.kidshealth.org/parent/infections/bacterial_viral/tetanus.html?tracking=M_P_RelatedArticle&#038;m=y</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/news/tetanus-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuberkulosis pada Anak Perlu Perhatian</title>
		<link>http://infoimunisasi.com/penyakit/tuberkulosis-pada-anak-perlu-perhatian/</link>
		<comments>http://infoimunisasi.com/penyakit/tuberkulosis-pada-anak-perlu-perhatian/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 23:52:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Info Imunisasi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Penyakit]]></category>
		<category><![CDATA[TBC]]></category>
		<category><![CDATA[" papar Wahyuni dalam Seminar Media bertajuk "Tuberkulosis pada Anak dan Nilai dari Vaksinasi" yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Selasa (23/4/2013) di Jakarta.]]></category>
		<category><![CDATA["Infeksi kuman TB tidak harus langsung menjadikan penyakit TB. Kuman TB akan mengendap di tubuh anak bila ketahanan tubuh anak baik. Namun jika tidak ada penanganan]]></category>
		<category><![CDATA[ia akan menderita TB dan menularkan ke orang lain]]></category>
		<category><![CDATA[kuman ini tetap ada hingga ia dewasa. Suatu saat bila ketahanan tubuhnya melemah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://infoimunisasi.com/?p=3323</guid>
		<description><![CDATA[KOMPAS.com &#8211; Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Namun penyakit TB pada anak belum dianggap masalah kesehatan penting meski <a href="http://infoimunisasi.com/penyakit/tuberkulosis-pada-anak-perlu-perhatian/">[...]</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>KOMPAS.com &#8211; Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak. Namun penyakit TB pada anak belum dianggap masalah kesehatan penting meski prosentasenya cukup tinggi. Di Indonesia jumlahnya mencapai 8,2 persen dari seluruh kasus TB sepanjang 2012.</p>
<p>Spesialis anak dr. Wahyuni Indawati mengatakan, kesulitan mendiagnosis TB pada anak merupakan salah satu alasan yang paling umum mengapa masalah ini sering tidak diperhatikan.</p>
<p>&#8220;TB masih dianggap penyakit yang harus didiagnosa dengan melihat bakteri pada dahak. Padahal pada anak, bakteri pada dahak seringkali tidak banyak sehingga hasil laboratorium memberikan hasil false negatif,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Meskipun tidak menular, lanjut Wahyuni, TB pada anak sangat berbahaya. Pasalnya TB anak menyebabkan angka kesakitan dan kematian yang besar. Bahkan, anak bisa menjadi sumber penularan saat mereka dewasa karena bakteri Mycobacterium tuberculosis penyebab TB bisa nonaktif selama bertahun-tahun.</p>
<p>&#8220;Infeksi kuman TB tidak harus langsung menjadikan penyakit TB. Kuman TB akan mengendap di tubuh anak bila ketahanan tubuh anak baik. Namun jika tidak ada penanganan, kuman ini tetap ada hingga ia dewasa. Suatu saat bila ketahanan tubuhnya melemah, ia akan menderita TB dan menularkan ke orang lain,&#8221; papar Wahyuni dalam Seminar Media bertajuk &#8220;Tuberkulosis pada Anak dan Nilai dari Vaksinasi&#8221; yang diadakan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Selasa (23/4/2013) di Jakarta.</p>
<p>Untuk meningkatkan kepedulian pada TB anak, menurut Wahyuni diperlukan peningkatan kecurigaan apabila terdapat kontak erat dengan pasien TB dewasa dan didapatkan gejala sesuai TB. Terlebih, jika anak sudah menunjukkan tanda-tanda tertentu, seperti demam lebih dari dua minggu, batuk lama lebih dari tiga minggu, lesu, napsu makan turun, terjadi kontak erat dengan pasien TB paru dewasa, dan teraba benjolan di leher.</p>
<p>&#8220;Memperbaiki perhatian terhadap TB anak dapat memperbaiki keberhasilan pelayanan kesehatan TB secara keseluruhan. Karena angka kejadian TB anak menggambarkan keberhasilan pelayanan kesehatan TB,&#8221; pungkas Wahyuni.</p>
<p>Dalam kesempatan yang sama, Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Profesor dr. Sri Rezeki S. Hadinegoro mengatakan, tiga puluh persen anak-anak masa kini adalah generasi yang akan memegang kendali pemerintahan di masa yang akan datang. Maka penanganan penyakit pada anak, termasuk TB, perlu semakin diperhatikan. Pada anak pencegahan paling efektif adalah melalui vaksinasi BCG.</p>
<p>Kasus baru tuberkulosis di Indonesia mencapai 300.000 orang setiap tahun. Namun, jumlah riilnya diperkirakan jauh lebih besar karena banyak pengobatan tuberkulosis yang dilakukan di layanan kesehatan swasta tidak dilaporkan ke pemerintah. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://infoimunisasi.com/penyakit/tuberkulosis-pada-anak-perlu-perhatian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
