Apa Penyakit Tifoid Itu?

Apakah penyakit tifoid itu?

Penyakit-Demam-Tifoid

Penyakit tifoid atau biasa disebut Tipes adalah diagnose untuk demam Tifoid akibat infeksi bakteri Salmonella typhi pada saluran cerna. Penyakit ini menunjukkan gejala, seperti adalah demam lebih dari 7 hari, nyeri perut, dan sembelit atau diare. Penyakit ini dapat menimbulkan komplikasi yang mengkhawatirkan, yaitu perforasi (berlubangnya) usus dan syok (berkurangnya asupan oksigen ke jaringan tubuh). Komplikasi tersebut bisa berakhir pada kematian.

Bakteri Salmonella typhi masuk ke dalam tubuh melalui mulut (saluran cerna), yaitu ketika menelan makananatau minuman yang terkontaminasi dengan bakteri ini. Misalnya, air minum dan makanan yang tidak dimsak hingga matang, tercemar oleh kotoran atau tinja manusia seperti di sungai yang digunakan untuk mandi dan buang hajat, serta jajanan di pinggr jalan.

Seberapa Efektifkah Vaksin Tifoid?

Efektivitas Vaksin Tifoid (Suntik) yang beredar di Indonesia saat ini tidak terlalu tinggi, yaitu 50-80%. WHO position paper menyebutkan Vaksin Polisakarida suntik menghasilkan proteksi sebesar 70% sampai dengan 3 tahun setelah imunisasi. Sementara itu, Vaksin Tifoid oral, menghasilkan proteksi sebebsar 53-78% setelah 3-4 kali pemberian. Penelitian di Indonesia oelh Simanjutak dkk. Menunjuksn efikasi sebesar 42-53%

Rekomendasi WHO adalah memberikan vaksin tifoid dengan tetap melakukan surveilans aktif terhadap penyakit Demam Tifoid. Analisis biaya juga dilakukan. Imunisasi dilakukan dengan tetap menalankan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, peningkatan sanitasi dan kebersihan air minum, serta melatih tenaga kesehatan dalam diagnosis dan tata laksana penyakit.

Pengembangan Vaksin tifoid masa depan

Efektivitas Vaksin Tifoid yang terbatas dan tidak dapat diberikan pada anak berusia dibawah 2 tahun mendorong para ilmuwan vaksin untuk menemukan vaksin tifoid baru. Saat ini, sedang dikembangkan Vaksin Tifoid berupa Polisakarida Vi yang dikonjugasikan dengan protein CRM197, Penelitian ini telah dilakukan di Pakistan, India, dan Filiphina dan telah menyelesaikan uji klinik Fase 2. Hasilnya, vaksin ini terbukti aman dan imunogenik, tetapi kadar antibodinya tidak bertahan lama, yaitu menurun setelah enam bulan sejak di imunisasi. Oleh Karena itu, para ilmuwan masih terus mengembangkan vaksin ini.

Apa reaksi KIPI mengenai Vaksin Tifoid?

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Tifoid jarang dialami, seperti reaksi local berupa demam, nyeri kepala, neyeri sendi, nyeri otot, mual, dan nyeri perut. Begitu pula dengan reaksi alergi yang sangat jarang dijumpai, seperti gatal, ruam kulit, dan biduran.

 

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *