Bagaimana Urgensi Imunisasi di Indonesia?

Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk sebanyak 246.864 juta jiwa di tahun 2012, dengan angka kematian bayi dan balita di Indonesia masih cukup tinggi, yaitu 25 bayi berusia dibawah 12 bulan per 1000 kelahiran hidup per tahun dan 32 balita berusia di bawah 5 tahun per 1000 kelahiran hidup per tahun.

Mayoritas kematian anak berusia di bawah satu tahun di Indonesia disebabkan oleh infeksi saluran napas akut; komplikasi perinatal yang terjadi pada bayi berusia 0-28 hari, yang sebagian masih berkaitan dengan proses persalinan; dan diare. Sebagian penyakit-penyakit infeksi penyebab kematian bayi dan balita ini dapat dicegah dengan imunisasi, seperti vaksin campak, vaksin Pertusis, vaksin Hib, vaksin pneumokokus, dan vaksin Rotavirus. Inilah sebabnya, imunisasi menjadi hal yang sangat penting untuk dilaksanakan di Indonesia dan harus mempunyai angka cakupan tinggi.

grafik

Berdasarkan data riskesdas 2013, angka cakupan imunisasi secara nasional adalah sebesar 59,2% terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2007 yang mencapai 41,6%. Namun, dari capaian cakupan tersebut masih terdapat 32,1% penduduk yang imunisasinya tidak lengkap dan 8,7% penduduk yang tidak pernah di imunisasi.

Berdasarkan kebijakan kemenkes RI, ada sejumlah penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) dan vaksinnya, yaitu sebagai berikut

  • Hepatitis B
  • BCGmacam-macam-vaksinasi-saat-hamil
  • Polio
  • Difteri
  • Pertusis
  • Tetanus
  • Campak

Subdit Imunisasi Kemenkes RI mencatat sebanyak 20.000 anak di Indonesia diimunisasi setiap harinya atau setara dengan 4,5 juta anak per tahunnya. Dari jumlah tersebut, berapa efek samping vaksin atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) yang dilaporkan? Sangat, sangat sedikit. Apa artinya? Ini adalah kabar positif tentang imunisasi yang jumlahnya sangat banyak, yang kadang tertutupi dengan kabar berita menyeramkan tentang anak yang meninggal setelah diimunisasi – yang sebenarnya sangat jarang terjadi. Padahal, belum tentu ada hubungan antara imunisasi dengan penyebab kematiannya. Oleh Karena itu, cermati kembali segala informasi tidak lazim mengenai imunisasi.

Sumber: Arifianto.2014.Pro kontra Imunisasi: Agar Tak Salah Memilih Demi Kesehatan Buah Hati. Jakarta. PT Mizan Publika

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *