Begini Cara Suatu Vaksin Bekerja?

Vaksin memicu sistem imun untuk memproduksi antibodi sendiri untuk melawan penyakit, agar tubuh tidak terjangkiti penyakit. Hal seperti ini disebut dengan ‘imunitas aktif’. Bayi yang baru saja lahir sudah terlindungi dari beberapa penyakit, seperti cacar atau gondok, karena antibodi yang secara tidak langsung diberikan ibu melalui placenta ketika mereka berada di kandungan. Hal ini dinamakan ‘imunitas pasif’.

Bagaimana Vaksin Dibuat?

Langkah pertama adalah membuat organisme (disebut patogen) yang memproduksi penyakit. Patogen merupakan virus atau bakteri. Virus dan bakteri bisa diproduksi dalam jumlah yang banyak di laboratorium dengan menyebarkan pertumbuhan sel kultur jaringan. Patogen kemudian harus diubah agar tidak memicu penyakit itu sendiri. Hal ini bisa dilakukan dengan cara:

  • Melemahkan atau ‘menipiskan’ dengan cara menumbuhkannya dengan cepat untuk segera memilih jaringan yang kurang berbahaya. Vaksin cacar dan gondok sebagai contohnya.
  • Mengeluarkan bagian Patogen yang menyebabkan respon imun dan menggunakannya ke dalam vaksin.
  • Menggunakan toksin yang dibuat Patogen dan mematikannya. Contohnya Vaksin tetanus.

Patogen yang diubah kemudian dikombinasikan dengan unsur-unsur yang lain, hasilnya misalkan penstabil dan pengawet, untuk memproduksi vaksin dengan banyak.

Berapa Lama Vaksin Bertahan?

Pada banyak kejadian, vaksin memberikan perlindungan yang bertahan lama. Berapa lama vaksin bertahan adalah tergantung pada penyakit yang vaksin tersebut lawan, vaksinnya, dan orang yang sudah divaksin.

Beberapa vaksin memberikan proteksi tingkat tinggi – contohnya adalah vaksin cacar dan gondok yang 90% akan melindungi dari penyakit dalam satu dosis. Sementara vaksin yang lain tidak seefektif vaksin tersebut – contohnya vaksin tifus (vaksin berjalan) yang 70% melindungi lebih dari tiga tahun.

Bagaimana Program Vaksinasi Bekerja

Ketika program vaksinasi diperkenalkan, setiap orang diberikan vaksin untuk mencoba dan dapat mencegah penyakit. Program vaksin bertujuan untuk melindungi kehidupan manusia dari penyakit. Program ini lebih berkonsentrasi pada anak-anak, karena mereka yang lebih mudah terinfeksi. Selebihnya berkonsentrasi pada orang-orang dewasa.

Ketika program vaksinasi mulai dijalankan, penyakit yang menjangkiti manusia menurun. Tapi meskipun penyakitnya menurun, vaksinasi tetap harus dijalankan. Atau penyakitnya akan menyebar kembali. Jika pada suatu tempat jumlah orang yang telah divaksinasi telah mencukupi, penyebaran penyakit pada orang yang belum divaksin akan semakin sulit. Hal ini disebut ‘imunitas koloni’.

Memusnahkan Penyakit

Semakin banyak orang yang divaksinasi, penyakit bisa suatu saat benar-benar musnah dan program vaksinasi dihentikan – seperti yang telah terjadi pada penyakit cacar. Semakin berbahaya penyakit, semakin banyak orang yang harus divaksin. Cacar, sebagai contoh, adalah penyakit yang berbahaya. Jika jumlah vaksinasi menurun, cacar akan menyebar kembali.

sumber : disarikan dari berbagai sumber

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

WP Socializer Aakash Web