Bila Terlambat Imunisasi

imunisasi1

Pemberian imunisasi memang ada jadwal tertentu sesuai dengan usia anak sebaiknya, jadwal itu diikuti dan jangan sampai terlambat. Namun, bila terlambat, khususnya untuk imunisasi wajib, masih ada cara untuk mengejar ketertinggalan. Berikut panduan yang diberikan dari situs milik Ikatan Dokter Anak Indoensia
1. Hepatitis B
Imunisasi ini idealnya dilakukan pada saat anak baru dilakhirkan dan ada pengulangan beberapa bulan berikutnya. Namun, apabila anak belum pernah mendapat imunisasi hepatitis B pada masa bayi, ia bisa mendapat serial imunisasi kapan saja saat berkunjung ke dokter.
2. DPT
Sebagai imunisasi dasar DPT diberikan tiga kali dan amsih ada pengulangan beberapa tahun berikutnya. Apabila imunisasi DPT terlambat diberikan, tidak perlu mengulang dari awal tetapi lanjutkan imunisasi sesuai jadwal. Apabila anak belum pernah diimunisasi dasar pada usia dibawah satu tahun, lakukan imunisasi sesuai imunisasi dasar baik jumlah maupun intervalnya.
3. Polio
Vaksin polio diberikan pada saat anak dilahirkan dan ada pengulangan beberapa bulan berikutnya baik berupa oral maupun suntikan. Apabila imunisasi polio terlambat diberikan, tidak perlu mengulang pemberiannya dari awal, tetapi lanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal.
4. Campak
Imunisasi campak diberikan sejak anak berusia 9 bulan serta ada pengulanga beberapa kali bahkan sampai anak masuk sekolah dasar. Bagi anak yang terlambat atau belum mendapatkan imuisasi campak dan amsih berusia 912 bulan, anak itu bisa diberikan imunisasi kapan pun saat bertemu dokter. Namun, bila anak sudah berusia diatas satu tahun, berikan vaksin MMR. (Vebertina Manihuruk / PR)

Sumber: Pikiran Rakyat, Minggu 13 September 2015. Hal 18.

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *