Bio Farma Tuan Rumah Temu Jaringan Pabrik Vaksin Negara Berkembang

Sedikitnya 37 produsen vaksin yang terdiri dari 106 pakar dari 14 negara berkembang di dunia seperti Argentina, Bangladesh, Brazil, Kuba, Mesir, India, Indonesia, Iran, Meksiko, China, Afrika Selatan dan Korea Selatan hadir dalam pertemuan. Negaranegara tersebut akan berdiskusi mengenai upaya memperluas vaksinasi hingga mekanisme kerja sama negaranegara berkembang dalam memproduksi vaksin.

Seluruh produsen vaksin ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan ketersediaan dan kualitas vaksin yang diproduksi oleh negara berkembang. Kemudian, dengan itu dapat mencapai masyarakat sehat di negara berkembang.

“Kami berharap bahwa dengan terselenggaranya DCVMN acara ini, Indonesia bisa menjadi mitra khusus untuk negara berkembang dan negara Islam, terutama untuk penelitian dan pengembangan vaksin baru,”kata Sekretaris Korporat Biofarma, M.Rahman Rustan.

DCVMN ini juga bertujuan untuk memerangi penyakit menular yang masih mewabah di beberapa negara berkembang. Penanggulangan penyebaran ini dilakukan dengan caraa meningkatkan kapasitas dan kualitas vaksin yang terjangkau. Selain itu, juga meningkatkan penelitian dan pengembangan vaksin sesuai kebutuhan pasar.

“DCVMN diharap mampu mendorong produksi dan distribusi vaksin berkualitas tinggi secara efektif dalam jangka panjang untuk memenuhi imunisasi nasional negaranegara berkembang,”ungkapnya.

Menurut Mantan Presiden DCVMN, Akira Homma, memproduksi vaksin itu tidaklah mudah. Pasalnya, membutuhkan biaya tinggi dan kalau tidak memenuhi pasar justru akan merugikan. Oleh karenanya, pertemuan ini bertujuan untuk menyatukan negaranegara berkembang yang selama ini bergantung pada negaranegara maju untuk memproduksi vaksin. Acara ini diharapkan membuat para peserta mampu menelusuri dan mengakses vaksin secara bersamasama.

Direktur Utama Biofarma, Iskandar juga menungkapkan, Biofarma sebagai satusatunya perusahaan dari Indonesia yang memperoleh pra kualifikasi WHO dari tahun 1997. Indonesia juga merupakan satusatunya negara muslim dalam DCVMN sehingga berfungsi sebagai jembatan dengan negaranegara muslim lainnya. Indonesia juga merupakan salah satu dari anggota negara Organisasi Kerjasama Islam (OKI) yang mempunyai pabrik vaksin.

“Malaysia yang maju ternyata tidak mempunyai pabrik vaksin, termasuk pabrik vaksin Vacsera di Mesir yang belum memenuhi pra kualifikasi WHO. Begitu juga Iran yang industri vaksinnya bagus namun tidak disertai kondisi negara yang kondusif,”ujarnya,

Redaktur: Ajeng Ritzki Pitakasari
Reporter: Lingga Permesti
sumber : http://www.republika.co.id/berita/nasional/jawabaratnasional/12/10/30/mcp8e2biofarmatuanrumahitemujaringanpabrikvaksinnegaraberkembang

 

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *