3 Penyakit Mematikan Yang Wajib Di Waspadai

Tetanus, difteri, dan pertusis merupakan penyakit yang sangat serius. Tetanus membunuh sekitar 1 dari 10 orang yang terinfeksi.  Difteri bisa menyebabkan kematian dimana 1 dari 10 pasien difteri dengan pengobatan meninggal karena difteri. 2 dari 100 remaja dan 5 dari 100 orang dewasa yang terinfeksi pertussis mengalami komplikasi pneumonia hingga kematian”.

Pertusis (Batuk Rejan) infeksi pernafasan sangat serius di paruparu dan tenggorokan disebabkan oleh bakteri Pertusis. (pic source: http://idea.org)
Pertusis (Batuk Rejan) disebabkan oleh bakteri Pertusis (pic source: http://idea.org)

Apa itu DTP (Diphteria, Pertusis, Tetanus)?

DTP (Diphteria, Tetanus, dan Pertusis) adalah penyaki serius yang disebabkan oleh bakteri, dimana Diphteria (Difteri) dan Pertusis (Batuk Rejan) menyebar dari orang ke orang, sedangkan Tetanus menginfeksi melalui luka.

 

Diphteria (Difteri)

Difteri adalah penyakit serius disebabkan bakteri Corynebacterium Diphtheriae yang dapat menyebabkan terbentuknya lapisan tebal di belakang hidung atau tenggorokan, lapisan tersebut dapat membuat seseorang sulit untuk bernapas atau menelan. Difteri disebarkan dari orang ke orang melalui droplet pernapasan seperti batuk dan bersin, seseorang juga bisa terinfeksi jika melakukan kontak dengan objek yang terinfeksi bakteri. Gejalan infeksi Difteri dimulai dengan sakit tenggorokan, demam ringan, dan menggigil sebelum akhirnya toksin difteri akan membuat lapisan tebal di bagian belakang hidung atau tenggorokan. Sekitar 1 dari 10 orang yang terinfeksi Difteri meninggal dunia.

Pertusis (Batuk Rejan)

Pertusis (Batuk Rejan) infeksi pernafasan sangat serius di paruparu dan tenggorokan disebabkan oleh bakteri Pertussis. Bakteri ini dapat menyebar dengan sangat mudah melalui batuk dan bersin, dan eseorang yang terinfeksi dapat mengalami gejala batuk parah selama bermingguminggu, bahkan dapat menyebabkan gejala serius pada bayi yang terinfeksi karena kesulitan untuk makan, minum, bahkan bernafas.

Tetanus

Tetanus adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang disebut Clostridium Tetani. Bakteri ini biasanya ditemukan di dalam tanah, debu, dan kotoran lalu masuk (menginfeksi) tubuh melalui luka sayatan, luka tusukan (seperti paku atau jarum terinfeksi) yang disebabkan oleh benda yang sudah terkontaminasi, bahkan luka yang terkontaminasi kotoran mengandung bakteri. Ketika bakteri ini menyerang tubuh akan menghasilkan racun (toksin) yang menyebabkan kontraksi otot yang menyakitkan.

Bagaimana mencegah DTP (Diphteria, Pertusis, Tetanus)?

Cara terbaik untuk melindungi diri dari infeksi Difteri, Pertusis, dan Tetanus adalah dengan vaksin DTP (Difteri – Tetanus – Pertusis). Vaksin DTP direkomendasikan untuk semua anak karena dapat membantu melindungi anak dari infeksi batuk rejan (pertussis) juga difteri dan tetanus.

Fakta DTP (Diphteria, Pertusis, Tetanus)

  1. Difteri bisa menyebabkan kematian. Sekitar 1 dari 10 pasien difteri dengan pengobatan meninggal karena difteri, sedangkan 1 dari 2 pasien tanpa pengibatan meninggal karena difteri.
  2. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperkirakan bahwa di seluruh dunia diperkirakan terdapat 16 juta kasus pertussis (batuk rejan) yang menyebabkan sekitar 195.000 kematian per tahun.
  3. Pertussis (batuk rejan) merupakan ancaman serius bagi bayi. Sekitar setengah dari bayi berusia kurang dari 1 tahun yang terinfeksi membutuhkan perawatan di rumah sakit.
  4. Pertussis (batuk rejan) atau yang dikenal dengan istilah batuk 100 hari dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia, kejang, kerusakan otak, bahkan kematian.
  5. Masih banyak wanita hamil terinfeksi tetanus saat melahirkan, sehingga bayi yang baru lahir menjadi terinfeksi karena ibu mereka belum divaksinasi.
  6. Pada Agustus 2015, 21 negara belum menghentikan transmisi tetanus diantara ibu dan bayi yang baru lahir, dengan demikian vaksinasi tetanus untuk perempuan harus menjadi prioritas global.
  7. Setiap orang dari segala usia dapat terinfeksi tetanus karena penyakit ini sangat umum bahkan bisa berdampak sangat serius pada bayi yang baru lahir (tetanus neonatal).
  8. Di tempattempat dengan sanitasi buruk, tetanus menjadi ancaman nyata bagi bayi yang baru lahir. Diperkirakan 58.000 bayi baru lahir meninggal karena tetanus pada tahun 2010.

 

 

*sumber : CDC & WHO

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *