Difteri adalah penyakit berbahaya bagi anak-anak dan orang dewasa

pic source: image.slidesharecdn
pic source: image.slidesharecdn

Difteri merupakan penyakit yang akhir-akhir ini meranjak karena angka kejadian kasusnya cukup luar biasa. Bagaimana tidak, di sejumlah daerah di Indonesia saja disentri ini sudah termasuk ke dalam kejadian luar biasa (KLB). Memang peneyakit ini penyakit yang sudah lama ada yang menelan banyak korban dimasa lalu, namun pada akhir 2015 kemarin penyakit ini muncul kembali dan menghebohkan seluruh daerah di Indonesia.

Difteri adalah salah satu penyakit yang menular akut, penyakit ini disebabkan oleh bakteri. Difteri menyerang selaput lendir pada hidung serta tenggorokan bahkan terkadang mempengaruhi kulit. Penyakit difteri termasuk penyakit infeksi yang mengancam jiwa jika tidak segera ditangani. Penyakit Difteri menyerang semua umur, baik itu anak-anak maupun dewasa dapat tertular penyakit difteri.

Namun anak-anak di bawah umur 5 tahun dan orang tua di atas 60 tahun sangat beresiko terkena penyakit difteri. Difteri disebabkan oleh dua jenis bakteri, yaitu Corynebacterium diphtheriae danCorynebacterium ulcerans. Masa inkubasi (saat bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul) penyakit ini umumnya dua hingga lima hari. Gejala-gejala yang mengindikasikan penyakit ini meliputi:

  • Terbentuknya membran abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.
  • Demam dan menggigil.
  • Sakit tenggorokan dan suara serak.
  • Sulit bernapas atau napas yang cepat.
  • Pembengkakan kelenjar limfa pada leher.
  • Lemas dan lelah.
  • Hidung beringus. Awalnya cair, tapi lama-kelamaan menjadi kental dan terkadang berdarah.

Penularan Difteri

Penyebaran bakteri difteri dapat terjadi dengan mudah dan yang utama adalah melalui udara saat seorang penderita bersin atau batuk. Selain itu, ada beberapa metode penularan lain yang perlu diwaspadai. Antara lain melalui:

  • Barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, misalnya mainan atau handuk.
  • Sentuhan langsung pada bisul akibat difteri di kulit penderita. Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.
  • Kontak langsung dengan hewan-hewan yang sudah terinfeksi, misalnya sapi.
  • Meminum susu yang belum melalui proses pasteurisasi atau sterilisasi.
  • Makanan yang terbuat dari susu yang belum melalui proses pasteurisasi atau sterilisasi.

Tips-Tips Mencegah Difteri

  • Tips 1

Lakukan imunisasi :

  • Imunisasi dasar lengkap pada saat (DPT-HB 3 kali)
  • Imunisasi DT pada anak SD kelas 1
  • Imunisasi TD pada anak SD kelas 2 dan 3
  • Tips 2
  • Hindari kontak langsung dengan penderita
  • Jauhi ketika penderita sedang bersin atau batuk.
  • Biasakan mencuci tangan setelah memegang apapun.
  • Selalu menjaga kesehatan agar badan tetap sehat dan terhindar dari bakteri penyebab difteri.
  • Olahraga secukupnya agar tubuh lebih sehat dan bugar.
  • Menjaga kebersihan lingkungan rumah sekitar.

Sumber : Allodokter.com

KVD

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *