Murid SD Disasar Vaksin DT dan TD

Dari Program BIAS di Kelurahan Baqa

Setelah melaksanakan imunisasi campak dalam rangka Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) pada September lalu, Puskesmas Baqa kembali memberikan imunisasi DT (Difteri Tetanus) dan TD (Tetanus Toxoid). Dahulu, jenis vaksin yang diberikan adalah TT (Tetanus Toxoid). Tetapi sejak muncul kembali penyakit difteri beberapa tahun lalu, vaksin yang diberikan menjadi DT dan TD untuk mencegah penyakit tetanus serta difteri.
Dimulai sejak 20 November, sasaran imunisasi ini adalah muridmurid di 13 SD di wilayah kerja Puskesmas Baqa. Imunisasi DT diberikan untuk murid kelas 1 SD. Sementara imunisasi TD untuk kelas 2 dan 3 SD. Petugas kesehatan yang diturunkan yakni seorang dokter, seorang perawat, seorang bidan dan seorang tenaga kesehatan lainnya.
“Imunisasi adalah pemberian vaksin (virus yang dilemahkan) ke dalam tubuh seseorang untuk memberikan kekebalan terhadap penyakit tertentu. Ini diberikan mulai dari lahir sampai awal masa kanakkanak,” terang Kepala Puskesmas Baqa, Dian Sulistya Anggraini. Dijelaskannya, imunisasi yang telah diperoleh pada waktu bayi, belum cukup untuk melindungi dari penyakit Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I) sampai usia anak sekolah.
Hal ini disebabkan, sejak anak mulai memasuki usia SD, terjadi penurunan terhadap tingkat kekebalan. Oleh sebab itu, pemerintah menyelenggarakan imunisasi ulangan pada anak usia SD atau sederajat yang pelaksanaannya serentak di Indonesia dengan nama BIAS. “BIAS ini bertujuan untuk memberikan perlindungan bagi anakanak usia SD terhadap penyakit campak, difteri dan tetanus. Karena itu kami harap ibuibu tidak perlu khawatir, jika anaknya diimunisasi di sekolah oleh petugas puskesmas,” imbuhnya. (adv/rm4/ica)

sumber : http://www.sapos.co.id/index.php/berita/detail/Rubrik/17/43537

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *