SIAPA YANG HARUS DIVAKSINASI DENGAN DTP DAN KAPAN VAKSIN TERSEBUT DIBERIKAN?

Difteri,Tetanus, dan Pertusis (DTP) adalah penyakit berbahaya yang disebabkan bekteri.

Anak harus mendapat vaksinasi DTP lima kali pada usia :saluran cerna copy

  • 2-4-6-18 bulan – (4-6) tahun atau
  • 2-3-4-18 bulan – SD kelas 1

Vaksin DTP dapat diberikan bersama dengan vaksin lain

Untuk anak usia > 7 tahun diberikan vaksinasi Td atau Tdap. Vaksin Td/Tdap melindungi terhadap tetanus, difteri, dan pertusis harus diulang setiap 10 tahun sekali.

Kapan vaksinasi DTP tidak bolah diberikan ?

  • Anak sakit disertai panas tinggi, pemberian vaksinasi setelah anak sembuh dari sakit. Pada sakit ringan tanpa demam vaksinasi dapat diberikan.
  • Anak yang pernah mendapat reaksi alergi berat setelah vaksinasi pertama kali dengan DTP, tidak diperbolehkan untuk mendapat vaksinasi selanjutnya.
  • Kejang atau pingsan segera setelah vaksinasi dengan DTP
  • Anak menangis keras dan terus menerus selama > 3 jam setelah vaksinasi

 

Apa efek samping pemberian DTP?

Penyakit difteri, tetanus, dan pertusis lebih berisiko dari pada efek samping vaksinasi DTP. Walaupun demikian vaksin seperti obat, dapat menimbulkan efek samping yang serius seperti reaksi alergi berat (syok) tetapi jarang sekali.

 

Efek samping ringan

  • Demam, terjadi pada 1 diantara 4 anak
  • Kemerahan dan sedikit bengkak pada tempat suntikan, terjadi pada 1 diantara 4 anak
  • Rasa sakit pada tempat suntikan, terjadi pada 1 diantara 4 anak

Efek samping tersebut lebih sering terjadi pada vaksinasi ke-4 dan ke-5; berlangsung selama 1-7 hari (terjadi 1 diantara 30 anak)

  • Rewe (1 diantara 3 anak)
  • Nafsu makan berkurang (1 diantara 10 anak)
  • Muntah (1 diantara 50 anak)

Efek samping di atas timbul 1-3 hari setelah vaksinasi

  • Kejang 1 diantara 14.000 anak
  • Menangis terus menerus selama > 3 jam (1 diantara 1.000 anak)
  • Demam tinggi 39 derajat celcius (1 diantara 16.000 anak)

Efek samping berat (jarang sekali terjadi)

  • Reaksi alergi berat (syok) terjadi pada 1 diantara 1 juta dosis
  • Efek samping berat pernah dilaporkan seperti kejang berulang/lama, koma atau kesadaran menurun

Kelainan tersebut jarang sekali terjadi dan mungkin juga bukan karena vaksin

 

BAGAIMANA BILA TERJADI REAKSI YANG SERIUS?

Apa yang harus diperhatikan?

Perhatikan gejala yang timbul seperti reaksi alergi berat, demam sangat tinggi atau perubahan perilaku. Gejala reaksi alergi berat seperti biduran seluruh badan, edema muka, bengkak bibir, bengkak kelopak mata, sesak napas, denyut jantung/nadi meningkat. Pusing dan lemas. Gejala ini timbul segera beberapa menit sampai 2 jam setelah vaksinasi.

(Apabila anda duga reaksi alergi berat segera bawa ke rumah sakit terdekat).

Sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI)

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *