Tetanus Neonatorum

Tetanus disebarkan oleh bakteri Clostridium tetani Bahaya kah penyakit tetanus neonatorum?

Tetanus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri yang menghasilkan racun neurotoxin yang membuat kontraksi pada otot rahang dan leher bahkan otot pernafasan. Clostridium tetani yang biasanya ditemukan di tanah, debu dan kotoran hewan. Bakteri ini dapat tumbuh dan berkembang pada lingkungan yang kadar oksigennya rendah, sehingga saat seseorang memiliki luka yang dalam, bakteri ini dapat dengan mudah menghasilkan toksin yang kuat (tetanospasmin) yang mengganggu neuron motoric sebagai saraf yang mengendalikan pergerakan otot manusia.

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit tetanus antara lain demam, berkeringat, tekanan darah tinggi dan denyut nadi atau jantung cepat dan terdapat gejala lain yang dapat terlihat pada tujuh sampai delapan hari setelah luka yang dimiliki terkena paparan bakteri tetanus. Dengan ciri-ciri:

  • Kaku pada otot rahang.
  • Diikuti oleh kaku pada otot leher.
  • Sulit menelan.
  • Kaku pada otot perut.
  • Kejang tubuh yang menyakitkan sampai tulang punggung melengkung (epistotonus) yang akan berlangsung selama beberapa menit karena dipicu oleh kejadian kecil, seperti suara keras, sentuhan fisik atau cahaya.
  • Dan otot-otot pernafasan yang tidak berfungsi normal sehingga dapat menyebabkan kematian.

Penyakit tetanus neonatorum menyerang bayi yang baru lahir, ini disebabkan sang bayi tidak memiliki daya tahan tubuh terhadap penyakit tetanus karena sang ibu tidak memiliki antibodi terhadap tetanus juga. Biasanya, dikarenakan lingkungan dan alat-alat yang digunakan saat membantu kelahiran bayi tersebut tidak dalam kondisi yang steril sehingga dengan mudahnya bakteri tetanus dapat terpapar.

Penanganan penyakit ini yaitu dengan menjaga kondisi lingkungan sekitar sang bayi, atau menjaga kondisi tali pusar bayi karena bagian inilah yang sangat rentan terpapar bakteri tetanus. Selain itu, melakukan vaksinasi BIO-TT untuk pencegahan Tetanus Neonatorum pada sang ibu, bisa dilakukan saat masa kehamilan maupun masa diluar kehamilan.

 

-ZN-

 

Sumber:

http://mediskus.com/penyakit/tetanus

Penyebab Tetanus Neonatorum & Luka

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *