Vaksin BCG Turunkan Kekambuhan bagi Penderita Leher Rahim

Ada kabar gembira bagi perempuan penderita kanker leher rahim (karsinoma serviks uteri /KSU ). Kekambuhan yang sering terjadi pasca kemoradiasi ternyata bisa berkurang jika sang penderita mendapat vaksin BCG. Hasil penelitian dr Teuku Mirza Iskandar SpOG K. Onk yang diangkat menjadi disertasi Ujian Promosi Doktor Ilmu Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro Semarang, Jawa Tengah, pekan lalu, membuktikan pemberian vaksin BCG kepada penderita kanker leher rahim stadium IIB-III B sebelum dilakukan kemoradiasi, ternyata dapat meningkatkan kekebalan tubuh secara seluler serta menurunkan kejadian rekurensi atau timbulnya kekambuhan.

Disertasi berjudul Pengaruh Vaksin BCG dalam Meningkatkan Imunitas Seluler dan Respons Histopatologi serta Menurunkan Kejadian Rekurensi Karsinoma Serviks Uteri Stadium IIB-IIIB yang Mendapat Kemoradiasi berhasil dipertahankan Teuku Mirza di depan para penguji dan mendapat nilai sangat memuaskan.

Menurut Teuku Mirza, Selasa (17/7/2012),dari hasil penelitian terhadap 87 penderita kanker leher rahim di RSUP dr Kariadi Semarang selama satu tahun enam bulan, ditemukan penderita kanker leher rahim yang diberi BCG mengalami rata-rata peningkatan parameter imunologis yang lebih besar, dibandingkan penderita yang tidak diberi vaksin BCG.

“Pada penelitian ini, dari tujuh subyek (penderita yang mendapat vaksin BCG) tidak terjadi rekurensi (kekambuhan) , sedangkan pada kelompok pembanding terjadi kekambuhan,” papar konsultan onkologi dan spesialis kebidanan ini.

Menurut Teuku Mirza, penelitian mengenai penggunaan vaksin BCG sebagai terapi kanker leher rahim belum pernah dilakukan. Ia menegaskan, hingga kini kanker leher rahim merupakan kanker kedua terbanyak pada wanita di seluruh dunia. Sampai saat ini, terapi pilihan utama penyakit tersebut adalah operasi, radiasi, dan kemoterapi.

Ia mencontohkan di RSUP dr Kariadi Semarang sebanyak 70 persen pasien yang datang dalam kondisi stadium IIIB. Dalam setahun, kasus leher rahim yang masuk ke RSUP Kariadi sekitar 345 kasus.

“Sebenarnya kanker leher rahim bisa disembuhkan asal aturan pengobatan itu betul-betul diikuti. Tapi kadang-kadang pasien kalau dengar kemoterapi dan radiasi, larinya terus ke pengobatan herbal. Saya sebagai dokter tidak melarang, tapi saya harapkan medis jangan betul-betul ditinggalkan,” paparnya.

Direktur Program Doktor Ilmu Kedokteran Undip Prof Dr dr Anies MKes PKK menyatakan penelitian dr Teuku Mirza sangat memberikan sumbangan bagi pelayanan kesehatan, khususnya kanker leher rahim, meskipun perlu ada penelitian lebih lanjut.

Akan lebih baik masyarakat menemukan penyakit ini pada tahap lebih dini, melakukan papsmear (pemeriksaan untuk mendeteksi perubahan sel-sel leher rahim) untuk jangka waktu tertentu ujar Anies.

Sumber:

http://kesehatan.kompas.com/read/2012/07/17/09082163/Vaksin.BCG.Turunkan.Kekambuhan.bagi.Penderita.Leher.Rahim.

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>