Vaksin untuk Anak yang Anda Harus Tahu

KETIKA Anda mengunjungi dokter bayi Anda untuk pertama kali, maka dia akan memberikan penjelasan mengenai vaksin yang dibutuhkan anak. Mungkin ketika mendengar kata vaksin, Anda membayangkan tentang suntikan-suntikan menyakitkan yang akan begitu banyak menghinggapi bayi setiap beberapa pekan atau bulan.Tapi, ada beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang manfaat dan pentingnya vaksin bagi kesehatan si buah hati. Pemberian vaksin merupakan sebuah hal yang memberikan manfaat besar dan penting untuk dilakukan. Di dalam tubuh manusia memang telah dianugerahi “penjaga alami” yang disebut antibodi. Antibodi dalam tubuh dapat mengenali dan menghancurkan segala sesuatu yang asing di dalam tubuh.

Yang mengagumkan ialah bagaimana sistem kekebalan tubuh secara alami ingat akan “musuh-musuh” mereka dan menghancurkannya setiap kali menyerang, sehingga kemudian akan terbentuk suatu kekebalan untuk penyakit tertentu. Pada bayi, imunitas lebih ditingkatkan oleh pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif pada bulan keempat hingga enam bulan pertama kehidupan. Lantas, apa pentingnya pemberian vaksin?

Pemberian vaksin bertujuan untuk memberikan kekebalan lebih pada tubuh manusia untuk mencegah beberapa penyakit, seperti polio, tuberkulosis, difteri, tetanus, campak, serta hepatitis B yang berisiko kematian. Dalam praktik kesehatan masyarakat, vaksinasi diberikan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat. Sehingga anak-anak yang bahkan tidak diimunisasi pun akan mengalami penurunan risiko terkena penyakit menular. Inilah yang disebut sebagai efek kawanan dari imunisasi.

Lantas, vaksin apa saja yang tersedia, dan penyakit apa sajakah yang efektif dilawan olehnya? Terdapat beberapa vaksin yang direkomendasikan oleh beberapa negara dan tersedia di rumah sakit pemerintah dengan biaya yang terjangkau. Berikut vaksin yang dikategorikan sebagai vaksin wajib beri, sebagaimana dilansir Health India, Rabu (20/6/2012).

Vaksin BCG

Diberikan sebagai injeksi intradermal segera setelah lahir untuk mencegah TB. Dapat menyebabkan suatu daerah penonjolan di tempat suntikan. Namun, jangan aplikasikan obat apa pun ke area yang telah divaksin tersebut.

Vaksin OPV
 
Diberikan secara oral dengan beberapa dosis sampai usia lima tahun untuk mencegah polio. Poliomyelitis merupakan penyakit yang mempengaruhi saraf. Penyakit ini menyebabkan kelemahan otot dan kelumpuhan. Vaksin polio ini diberikan bebas biaya untuk semua anak di bawah usia lima tahun jika dilakukan di bawah program pemerintah.

Vaksin campak

Vaksin ini diberikan di bawah kulit setelah bayi berusia genap sembilan bulan. Campak merupakan suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva), dan ruam kulit. Penyakit ini disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus. Penyakit ini dapat berkembang menjadi infeksi bakteri yang menyebabkan pneumonia, dan infeksi otak (ensefalitis) yang dapat menyebabkan kematian jika tidak diobati.

Vaksin DPT

Diberikan sebagai injeksi intradermal, mencegah tiga penyakit:

1. Diphtheria

Diphtheria merupakan penyakit bakteri akut yang menyerang tonsil, faring, laring, hidung, dan kadang selaput lendir atau kulit. Bahkan, menyerang konjungtiva atau vagina. Penyakit infeksi ini akan membuat tenggorokan terasa sakit diikuti dengan kelenjar limfe yang membesar dan melunak.

2. Pertusis

Pertusis dikenal juga sebagai batuk rejan. Penyakit ini mempengaruhi paru-paru pada anak di bawah 15 bulan. Dimulai dengan demam dan batuk, berkembang menjadi episode batuk dengan suara keras. Komplikasi termasuk pneumonia, kerusakan otak, dan kematian.

3. Tetanus

Tetanus dimulai ketika luka terinfeksi dengan bakteri yang ditemukan di dalam tanah, hal itu mempengaruhi otot tubuh dan syaraf. Toksin yang dihasilkan oleh bakteri menyebabkan kejang otot, mengganggu saraf, dan bisa berakibat fatal. (ina)/(tty)

sumber : http://health.okezone.com/read/2012/06/20/483/650665/vaksin-untuk-anak-yang-anda-harus-tahu

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>