14 Hal Yang Wajib Kita Ketahui Seputar Virus Zika (Bagian II)

Dejailson Arruda dengan putrinya , Luiza , di Capibaribe , Brasil . Ribuan bayi di negara itu lahir dengan cacat bawaan yang telah dikaitkan dengan penyebaran virus Zika (Foto: FelipeDana/Associated Press)
  1. Apakah sudah ada vaksin atau obat untuk virus Zika?

Belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus ini, sehingga pengobatan berfokus

pada gejala yang ada.

  1. Apa yang harus dilakukan jika terinfeksi virus Zika?

Jika terinfeksi virus Zika, maka lakukan halhal sebagai berikut:

  • Istirahat cukup
  • Konsumsi cukup air untuk mencegah dehidrasi
  • Minum obatobatan yang dapat mengurangi demam atau nyeri
  • aJangan mengkonsumsi aspirin atau obatobatan NSAID (non stereoid anti inflmation)
  • Cari pengobatan ke pelayanan kesehatan terdekat.
  1. Bagaimana cara pencegahan penularan virus Zika?

Pencegahan penularan virus ini dapat dilakukan dengan:

  • menghindari kontak dengan nyamuk
  • melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) 3M Plus (menguras dan menutup tempat penampungan air, serta memanfaatkan atau melakukan daur ulang barang bekas, ditambah dengan melakukan kegiatan pencegahan lain seperti menabur bubuk larvasida, menggunakan kelambu saat tidur, menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, dll)
  • melakukan pengawasan jentik dengan melibatkan peran aktif masyarakat melalui Gerakan Satu Rumah Satu Juru Pemantau Jentik (Jumantik)
  • meningkatkan daya tahan tubuh melalui perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti diet seimbang, melakukan aktifitas fisik secara rutin, dll.
  • pada wanita hamil atau berencana hamil harus melakukan perlindungan ekstra terhadap gigitan nyamuk untuk mencegah infeksi virus Zika selama kehamilan, misalnya dengan memakai baju yang menutup sebagian besar permukaan kulit, berwarna cerah, menghindari pemakaian wewangian yang dapat menarik perhatian nyamuk seperti parfum dan deodoran.
  1. Negara mana sajakah yang melaporkan keberadaan kasus penyakit virus Zika?

Beberapa negara yang pernah melaporkan keberadaan kasus penyait virus Zika adalah

Barbados, Bolivia, Brasil, Cap Verde, Colombia, Dominican Republic, Ecuador, El Salvador,

French Guiana, Guadeloupe, Guatemala, Guyana, Haiti, Honduras, Martinique, Mexico,

Panama, Paraguay, Puerto Rico, Saint Martin, Suriname, Venezuela, dan Yap.

  1. Apakah efek yang bisa ditimbulkan pada ibu hamil yang terinfeksi virus Zika?

Selama ini belum ada bukti yang kuat bahwa ibu hamil lebih berisiko atau mengalami penyakit yang lebih berat selama masa kehamilan. Selain itu juga belum diketahui bahwa ibu hamil lebih berisiko terhadap sindrom guillan barre.

  1. Apakah ada hubungan antara infeksi virus Zika dengan kejadian mikrosefalus kongenital?

Hubungan infeksi virus Zika pada ibu hamil dengan kejadian mikrosefalus pada bayi yang dilahirkan belum terbukti secara ilmiah, namun bukti ke arah itu semakin kuat.

  1. Apa yang harus dipertimbangkan ibu hamil yang akan bepergian ke area terjangkit

virus Zika?

Sebelum pergi ke area terjangkit virus Zika dianjurkan untuk melakukan konsultasi dengan dokter. Selain itu pada masa selama berada di area terjangkit diharapkan melakukan perlidungan ekstra terhadap gigitan nyamuk.

  1. Ibu hamil yang bagaimanakah yang harus dilakukan pemeriksaan virus Zika?

Ibu hamil yang harus diperiksa untuk virus zika adalah yang memiliki riwayat perjalanan dari area terjangkit dan juga memiliki 2 atau lebih gejala dari infeksi virus Zika.

(Sumber: www.depkes.go.id)

Artikel sebelumya: 14 Hal Yang Wajib Kita Ketahui Seputar Virus Zika (Bagian I)

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *