Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Hepatitis B

Poetri | Minggu, 23 Juni 2019

Hepatitis B adalah infeksi berbahaya yang menyerang organ hati. Untuk itu, perlu tahu gejala, penyebab, dan cara mengobati penyakit hepatitis B. Hepatitis B bisa menyebabkan hal fatal jika tak mendapat penanganan yang tepat. Ciri-ciri khas dari orang yang terserang Hepatitis B ialah sakit kuning, atau timbulnya warna kuning pada kulit dan bagian putih bola mata.

Penyakit Hepatitis B ditimbulkan oleh virus, yang perlu segera dikontrol jika telah memasuki tubuh. Semakin cepat mendapatkan perawatan maka tingkat kesembuhan semakin baik. Ada beberapa jenis obat untuk Hepatitis B, tetapi penyakit ini kerap telat terdiagnosa sehingga berisiko menjadi penyakit hati menahun. Jika tak ditangani, Hepatitis B dapat menyebabkan komplikasi seperti sirosis (luka atau timbulnya parut pada hati), kanker hati, penyakit ginjal, gangguan pada saluran darah.

Gejala dan Tanda

Saat seseorang pertama kali terinfeksi virus Hepatitis B, tanda-tandanya meliputi:

Penyakit kuning (Kulit atau bagian putih mata menguning, dan kencing berubah menjadi cokelat atau oranye.)

Kotoran berwarna terang

Demam

Kelelahan yang berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan

Gangguan perut seperti kehilangan nafsu makan, mual, dan muntah

Sakit perut

Gejala-gejala ini mungkin tidak muncul selama satu hingga enam bulan setelah seseorang terserang virus. Penderitanya bahkan mungkin tidak merasakan apa-apa. Sekitar sepertiga dari orang yang memiliki penyakit ini tidak mengalami tanda-tanda tersebut. Mereka baru mengetahui telah terserang Hepatitis B setelah melakukan tes darah.

Jika dokter telah menduga seseorang terserang Hepatitis B, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik lengkap. Antara lain tes darah untuk melihat apakah ada peradangan hati atau tidak. Jika penderita memiliki gejala Hepatitis B dan terdeteksi enzim pada hati cukup tinggi, akan dilakukan pengujian berupa:

Antigen dan antibodi permukaan hepatitis B (HBsAg). Antigen adalah protein pada virus Hepatitis B. Antibodi adalah protein yang dibuat oleh sel-sel kekebalan tubuh. Mereka muncul dalam darah antara 1 dan 10 minggu setelah terinfeksi. Jika pasien telah sembuh, mereka hilang setelah 4 hingga 6 bulan. Jika antigen ini masih ada setelah 6 bulan, maka kondisi penderita dikatakan kronis.

Antibodi permukaan hepatitis B (anti-HBs). Antibodi ini muncul setelah HBsAg menghilang. Itulah yang membuat seseorang kebal terhadap hepatitis B seumur hidupnya.

Jika Hepatitis B yang diderita masuk tahapan kronis, dokter mungkin akan mengambil sampel jaringan dari hati, yang disebut biopsi. Ini akan memberitahunya seberapa parah kasus Hepatitis B tersebut.

Penyebab

Penyakit ini disebabkan oleh virus Hepatitis B, yang dapat menular melalui:

Hubungan seksual. Seseorang bisa mendapatkannya jika melakukan hubungan seks tanpa pelindung dengan penderita Hepatitis B. Jika darah, air liur, air mani, atau cairan vagina penderita Hepatitis B memasuki tubuh, maka seseorang bisa tertular.

Jarum suntik. Virus ini menyebar dengan mudah melalui jarum dan jarum suntik yang terkontaminasi oleh darah yang terinfeksi. Kontak tak sengaja dengan jarum yang terkontaminasi darah penderita Hepatitis B juga dapat tertular.

Ibu ke anak. Wanita hamil dengan Hepatitis B dapat menularkannya ke bayi mereka saat melahirkan. Tetapi ada vaksin untuk mencegah bayi baru lahir dari infeksi.

Secara garis besar, virus Hepatitis B menyebar ketika orang bersentuhan dengan darah, luka terbuka, atau cairan tubuh seseorang yang memiliki virus Hepatitis B.

Pengobatan

Hepatitis B bisa dicegah dengan vaksinasi. Ada beberapa jenis vaksin yang dapat mencegah Hepatitis B, beberapanya yaitu Recombivax HB dan Pentavalent. Pentavalent merupakan vaksin gabungan untuk mencegah penyakit difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), Hepatitis B dan Hib.

Ibu hamil pun bisa mendapatkan vaksin Hepatitis B, sebab vaksin ini tidak memberikan efek samping negatif pada janin maupun ibunya. Sebaiknya infeksi Hepatitis B dicegah bahkan sebelum anak dilahirkan, karena virus Hepatitis B dapat menyebabkan masalah serius. Sebab jika Hepatitis B ditularkan pada bayi baru lahir, kemungkinan besar penyakit ini tak bisa disembuhkan.

Biasanya bayi baru lahir dianjurkan segera mendapatkan vaksin Hepatitis B. Sedangkan dengan Pentavalent, untuk bayi berusia dua bulan, diberikan tiga dosis vaksin Pentavalent. Pemberian melalui tiga kali suntikan dengan interval waktu minimal satu bulan tiap suntikan. Kemudian perlu dilakukan pengulangan suntik vaksin pada usia 15 bulan sampai dengan 1 tahun 6 bulan.

Namun jika telah terinfeksi Hepatitis B, pengobatannya ialah dengan vaksin dan suntikan globulin imun Hepatitis B. Protein ini meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu melawan infeksi. Suntikan ini biasanya diberikan dokter di awal dugaan adanya infeksi Hepatitis B. Jika penderita telah jatuh sakit, dokter mungkin akan menganjurkan untuk rawat inap di rumah sakit agar penderita lebih cepat sembuh.

Penderita Hepatitis B juga harus menghindari beberapa zat yang berisiko bagi hati, seperti alkohol dan asetaminofen. Perawatannya pun tak boleh sembarangan, perlu konsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi obat lain, maupun melakukan perawatan herbal, atau suplemen.

Jika Hepatitis B sudah kronis, obat-obatan yang akan diresepkan adalah:

Entecavir (Baraclude). Ini adalah obat terbaru untuk Hepatitis B, dapat dikonsumsi dalam bentuk cairan atau tablet.

Tenofovir (Viread). Obat ini berupa bubuk atau tablet. Obat ini memiliki risiko pada ginjal, maka biasanya dokter akan sering memeriksa untuk memastikan obat ini tidak melukai ginjal.

Lamivudine (3tc,, Epivir A / F, Epivir HBV, Heptovir). Obat ini berbentuk cairan atau tablet yang dikonsumsi sekali sehari. Sebagian besar orang tidak memiliki masalah dengan obat ini. Tetapi jika dikonsumsi untuk waktu yang lama, virus mungkin berhenti merespons obat tersebut.

Adefovir dipivoxil (Hepsera). Obat berbentuk tablet ini bekerja dengan baik untuk orang-orang yang telah kebal dengan Lamivudine. Namun dosis tinggi dapat menyebabkan masalah ginjal.

Interferon alfa (Intron A, Roferon A, Sylatron). Obat ini meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Biasanya diberikan dalam bentuk suntikan yang rutin diterima selama enam bulan. Obat ini tidak menyembuhkan Hepatitis B, tetapi berfungsi mengobati peradangan hati. Interferon yang bekerja lama, peginterferon alfa2a (Pegasys, Pegasys Proclick) juga dapat membantu. Obat ini bisa menimbulkan rasa tak nyaman atau depresi, dan bisa memengaruhi nafsu makan. Obat ini juga dapat menurunkan jumlah sel darah putih, sehingga berdampak tubuh kesulitan memerangi infeksi.

Sudah jelas kan, Gejala, Penyebab, dan Cara Mengobati Hepatitis B!

Sumber:

https://www.webmd.com/hepatitis/

https://www.medicalnewstoday.com/articles/324208.php

https://lifestyle.kompas.com/read/2013/08/20/1534312/Vaksin.Pentavalen.Resmi.Digunakan

https://sains.kompas.com/read/2011/01/13/03404434/kasus.hepatitis.b.kerap.tidak.terdeteksi