Gejala, Penyebab dan Mengobati Penyakit Campak Pada Anak

Poetri | Rabu, 8 Mei 2019

Campak merupakan infeksi yang disebabkan oleh virus. Campak biasanya menyerang anak-anak, namun orang dewasa juga bisa terkena penyakit ini. Penyakit campak bisa serius, bahkan fatal bagi anak. Tanda dan gejala campak muncul sekitar 10 sampai 14 hari setelah terpapar virus.

Gejala Campak Pada Anak

  • Demam
  • Batuk kering
  • Hidung beringus
  • Sakit tenggorokan
  • Mata yang meradang (konjungtivitis)
  • Bintik-bintik putih kecil dengan bercak putih kebiruan dengan dasar merah yang ditemukan di dalam mulut pada lapisan dalam pipi, atau disebut juga bintik-bintik Koplik
  • Ruam kulit seperti bercak-bercak besar dan rata

Infeksi campak terjadi secara bertahap selama dua hingga tiga minggu. Penderita campak dapat menyebarkan virus ke orang lain selama sekitar delapan hari, dimulai dari empat hari sebelum ruam muncul dan berakhir ketika ruam telah ada selama empat hari.

Penyebab Campak

Seperti diketahui, campak adalah penyakit yang sangat menular disebabkan oleh virus yang bereplikasi di hidung dan tenggorokan anak atau orang dewasa yang terinfeksi. Jika seseorang terkena campak kemudian batuk, bersin atau berbicara, maka tetesan yang terinfeksi akan menyemprot ke udara, yang tanpa disadari bisa dihirup orang lain.

Tetesan yang terinfeksi ini dapat mendarat di permukaan dan menular selama beberapa jam. Tidak hanya itu, virus juga bisa tertular ketika Anda meletakkan jari-jari di mulut atau hidung serta menggosok mata setelah menyentuh permukaan yang terinfeksi.

Selain itu, banyak faktor risiko lain yang bisa menyebabkan campak pada anak dan orang dewasa.

  • Tidak divaksinasi. Kemungkinan besar Anda bisa terserang penyakit campak jika belum mendapatkan vaksin campak.
  • Bepergian secara internasional. Jika Anda bepergian ke negara-negara berkembang, di mana campak lebih umum, maka bisa berisiko lebih tinggi terkena penyakit ini.
  • Kurang vitamin A. Tidak cukup mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin A, memiliki kemungkinan terkena campak dan komplikasi yang lebih parah.

Pengobatan Campak Pada Anak

Tidak ada pengobatan khusus untuk campak. Namun, beberapa langkah berikut bisa dilakukan untuk untuk melindungi seseorang yang rentan yang telah terpapar virus campak.

  • Vaksinasi pasca pajanan. Orang yang tidak diimunisasi, termasuk bayi, dapat diberikan vaksinasi campak dalam waktu 72 jam setelah terpapar virus campak untuk memberikan perlindungan terhadap penyakit. Jika campak masih berkembang, penyakit campak biasanya memiliki gejala yang lebih ringan dan berlangsung dalam waktu yang lebih singkat.
  • Pemberian globulin serum imun. Wanita hamil, bayi dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah yang terpapar virus campak dapat menerima suntikan protein (antibodi) yang disebut globulin serum imun. Saat diberikan dalam waktu enam hari setelah terpapar virus, antibodi ini dapat mencegah campak atau membuat gejala tidak terlalu parah.
  • Obat pengurang demam. Anak yang terkena campak dapat diobati dengan obat pengurang demam. Anak dapat minum obat bebas seperti acetaminophen (Tylenol, yang lain), ibuprofen (Advil, Motrin Anak, lainnya) atau naproxen (Aleve) untuk membantu meredakan demam yang menyertai campak.
  • Pemberian antibiotik. Jika infeksi bakteri, seperti radang paru-paru atau infeksi telinga, berkembang ketika anak menderita campak, dokter mungkin akan memberikan antibiotik.
  • Vitamin A. Anak-anak yang kurang terpenuhi kebutuhan vitamin A, cenderung memiliki kasus campak yang lebih parah. Maka dari itu, berikan vitamin A pada anak untuk mengurangi keparahan campak. Ini umumnya diberikan sebagai dosis besar 200.000 unit internasional (IU) untuk anak-anak yang lebih tua dari setahun.

Jika anak menderita campak, tetap konsultasi dengan dokter untuk memantau perkembangan penyakit dan komplikasi yang bisa terjadi dari penyakit campak. Agar anak tetap nyaman meski terkena campak, langkah berikut ini bisa membantu.

  • Beristirahat dan hindari kegiatan yang sibuk.
  • Minum banyak air, jus buah, dan teh herbal untuk menggantikan cairan yang hilang karena demam dan berkeringat.
  • Mencari bantuan pernapasan. Gunakan pelembab untuk meredakan batuk dan sakit tenggorokan.
  • Istirahatkan mata. Seperti halnya banyak orang yang menderita campak, jaga agar lampu tetap rendah atau pakai kacamata hitam. Hindari juga membaca atau menonton televisi jika cahaya dari lampu baca atau dari televisi mengganggu.

Sumber artikel:

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/measles/diagnosis-treatment/drc-20374862