Gejala, Penyebab dan Pengobatan Hepatitis B

Poetri | Rabu, 13 Maret 2019

Hepatitis B merupakan penyakit peradangan hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Infeksi Hepatitis B akut terjadi jika infeksi berlangsung kurang dari enam bulan, sedangkan Infeksi Hepatitis B kronis terjadi jika infeksi berlangsung lebih dari enam bulan. Infeksi hepatitis B kronis akan meningkatkan risiko kegagalan hati, kanker hati atau sirosis. Berikut gejala, penyebab, dan pengobatan hepatitis B: 

Gejala Hepatitis B

Gejala hepatitis B sendiri biasanya muncul satu sampai empat bulan setelah seseorang terinfeksi. Paling cepat seseorang akan mengeluarkan gejala setelah dua minggu terinfeksi. Bahkan pada anak-anak gejala hepatitis B dapat tidak terlihat. Nah, apa saja gejala hepatitis B yang patut diwaspadai?

Gejala hepatitis B yang mungkin terjadi seperti sakit perut, demam, urin berwarna gelap, nyeri sendi dan sering merasa lemah dan lelah. Orang yang terinfeksi hepatitis B juga mungkin akan kehilangan selera makan hingga mengalami mual dan muntah. Bagian kulit dan mata akan berubah menjadi kuning yang menjadi salah satu gejala hepatitis B yang mudah dikenali. Sebab, gejala hepatitis B lainnya cukup umum dirasakan banyak orang sehingga banyak yang tak menyadari bahwa hal itu adalah gejala hepatitis B.

Penyebab Hepatitis B

Penyebab hepatitis B disebabkan virus hepatitis B. Penularan virus ini terjadi dari orang ke orang melalui darah, air mani atau cairan tubuh. Berikut beberapa cara penyebaran virus hepatitis B yang bisa terjadi.

Kontak sesual. Seseorang sangat mungkin terinfeksi hepatitis B setelah melakukan hubungan seks tanpa kondom dengan orang yang terinfeksi. Virus bisa menular jika ada darah, air liur, air mania tau cairan vagina masuk ke dalam tubuh.

Virus hepatitis B juga menyebar melalui jarum maupun jarum suntik yang sudah terkontaminasi darah yang terinfeksi. Para tenaga kesehatan juga berisiko terinfeksi karena hal ini.

Ibu hamil yang terinfeksi virus hepatitis B juga berisiko menularkan virus ke bayi saat dilahirkan. Namun, bayi baru lahir bisa mendapatkan vaksin untuk menghindari infeksi.

Pengobatan Hepatitis B

Pengobatan hepatitis B dilakukan berdasarkan tingkat keparahannya. Hepatitis B akut berlangsung kurang dari enam bulan sementara ada hepatitis B yang sudah level kronis berlangsung enam bulan atau lebih. Jika seseorang mengalami hepatitis akut, dokter akan merekomendasikan istirahat, nutrisi yang tepat serta perbanyak konsumsi cairan untuk melawan infeksi. Perawatan di rumah sakit perlu dilakukan untuk mencegah kompolkasi.

Sementara pada hepatitis B kronis, dokter akan memberikan obat anti-virus yang berfungsi untuk melawan virus agar memperlambat kerja dalam merusak organ hati. Jika organ hati dalam kondisi yang cukup parah, transplantasi organ jadi pilihan. Kebanyakan organ hati yang ditransplantasikan berasal dari donor yang telah meninggal.

Sumber artikel:

1. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/symptoms-causes/syc-20366802

2. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/diagnosis-treatment/drc-20366821