Mengenal Gejala, Penyebab, dan Pengobatan Penyakit Polio

Poetri | Minggu, 23 Juni 2019

Yuk mengenal gejala, penyebab, dan pengobatan penyakit polio. Polio atau poliomielitis, adalah penyakit menular yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan dan kematian yang disebabkan oleh virus polio. Virus polio menyebar melalui kontak dari orang ke orang dan bisa menyerang otak serta sumsum tulang belakang orang yang terinfeksi, sehingga menyebabkan kelumpuhan (tidak dapat menggerakkan bagian-bagian tubuh).

Gejala Penyakit Polio

Sebagian besar orang yang terinfeksi virus polio tidak memiliki gejala apapun dan tidak menyadari jika mereka terkena polio. Berikut beberapa gejala penyakit polio:

Polio non-paralitik

Ini biasanya menyebabkan gejala mirip flu yang serupa dengan penyakit virus lainnya. Tanda dan gejala dapat bertahan hingga 10 hari, termasuk:

- Demam

- Sakit tenggorokan

- Sakit kepala

- Muntah

- Kelelahan

- Nyeri punggung atau kekakuan

- Nyeri leher atau kekakuan

- Nyeri atau kaku di lengan atau kaki

- Kelemahan atau otot menjadi lembek

Polio paralitik

Meski jarang terjadi, namun kasus ini adalah yang paling parah. Gejala awal polio paralitik atau polio lumpuh, hampir sama dengan polio nonparalitik seperti demam dan sakit kepala. Namun dalam seminggu, muncul tanda dan gejala lain termasuk:

- Hilangnya refleks

- Nyeri atau kelemahan otot yang parah

- Tungkai longgar dan floppy (kelumpuhan dan lembek)

Sindrom pasca-polio

Sindrom pasca-polio adalah sekelompok tanda dan gejala yang melumpuhkan dan memengaruhi beberapa orang selama bertahun-tahun setelah terkena polio. Tanda dan gejalanya yaitu:

- Kelemahan dan nyeri otot progresif atau persendian

- Kelelahan

- Pengecilan otot (atrofi)

- Masalah pernapasan atau menelan

- Gangguan pernapasan terkait tidur, seperti sleep apnea

- Menurunnya toleransi suhu dingin

Penyebab Penyakit Polio

Polio penyakit menular yang disebabkan oleh virus polio, berpotensi melumpuhkan dan menyebabkan kematian. Virus polio dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan seseorang yang terinfeksi virus atau melalui makanan dan air yang terkontaminasi. Orang yang membawa virus polio dapat menyebarkan virus selama berminggu-minggu di fesesnya. Orang yang terinfeksi virus tetapi tidak memiliki gejala, juga dapat menularkan virus kepada orang lain.

Utamanya, polio dapat menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Namun, siapa saja yang belum mendapat vaksinasi polio, bisa berisiko terkena penyakit ini.

Diagnosis dan Pengobatan Penyakit Polio

Untuk mengetahui secara pasti terkena polio atau tidak, maka segera periksa ke dokter. Biasanya dokter akan melakukan pemeriksaan fisik seperti melihat adanya kekakuan di leher dan punggung, refleks abnormal, kesulitan menelan serta bernapas. Pemeriksaan sampel sekresi tenggorokan, tinja dan sumsum tulang belakang (cairan serebrospinal) juga dilakukan guna memastikan penyakit polio. 

Karena tidak ada obat untuk polio, penting bagi penderita untuk merasa lebih nyaman, dan fokus mempercepat pemulihan serta mencegah komplikasi yang muncul.

Terdapat pula beberapa perawatan pendukung yang perlu dilakukan, antara lain:

- Penghilang rasa sakit

- Ventilator portabel untuk membantu pernapasan

- Latihan moderat (terapi fisik) untuk mencegah deformitas dan kehilangan fungsi otot

Sumber artikel:

https://www.cdc.gov/polio/about/index.htm

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/polio/symptoms-causes/syc-20376512