Mengenal Influenza pada Anak

Poetri | Rabu, 8 Mei 2019

Mengenal influenza pada anak sangat penting. Influenza, atau flu, bisa menjadi penyakit yang mengancam kehidupan. Untuk itu, penting melakukan imunisasi agar mendapatkan proteksi yang maksimal. Karena mudah bagi seseorang untuk tertular penyakit flu, penting menjaga kebersihan untuk mengurangi penyebaran virus.
Influenza disebabkan oleh virus, yang menyerang hidung, tenggorokan, paru-paru, dan bagian tubuh lainnya.

Flu bisa menjadi penyakit infeksi serius yang mengancam nyawa, dan biasanya bersifat musiman. Flu kerap terjadi di negara empat musim, yang biasanya berlangsung dari musim gugur hingga musim semi, dan memuncak di musim dingin.

Virus influenza dibagi menjadi tiga jenis yang terdiri dari strain/galur A, B, dan C:

- Influenza tipe A dan B bertanggungjawab atas epidemi penyakit pernapasan yang terjadi hampir setiap musim dingin dan sering menyebabkan peningkatan angka rawat inap dan kematian. Salah satu alasan flu tetap menjadi masalah adalah karena virus benar-benar mengubah struktur mereka secara teratur. Ini berarti bahwa orang-orang terpapar virus jenis baru setiap tahun.

- Influenza tipe C biasanya menyebabkan penyakit pernapasan yang sangat ringan atau tidak ada gejala sama sekali. Virus ini tidak menyebabkan epidemi dan tidak memiliki dampak kesehatan masyarakat yang parah yang disebabkan oleh influenza tipe A dan B.

Pada anak-anak, flu biasanya terjadi jika memiliki setidaknya 2-3 gejala di bawah ini:

- Demam yang dimulai tiba-tiba (setara atau lebih dari 38 derajat Celcius)

- Sakit atau nyeri tubuh

- Sakit kepala

- Batuk kering

- Sakit tenggorokan

- Kelelahan dan menggigil

- Pilek atau hidung tersumbat

Flu bisa menjadi masalah serius, tergantung pada jenis virus dan usia anak serta kondisi kesehatannya. Flu bisa lebih serius pada anak-anak yang menderita penyakit kronis. Dokter dapat memberikan saran dan pengobatan yang dibutuhkan jika anak mengalami gejala di atas.

Melakukan imunisasi flu penting sebagai perlindungan utama agar anak tidak tertular. Selain itu, ada cara lain yang bisa orangtua lakukan untuk mencegah anak tertular penyakit flu.

1. Cuci tangan

Pastikan semua anggota keluarga mencuci tangan dengan teratur dan menyeluruh, termasuk sebelum menyiapkan makanan dan memasak. Pastikan untuk mengeringkannya juga. Gunakan sabun dan air selama 20 detik dan melakukan pengeringan selama 20 detik juga.

2. Tutupi mulut dan hidung saat batuk dan bersin

Gunakan tisu untuk menutupi ketika batuk dan bersin, lalu buang ke tempat sampah, lalu cuci dan keringkan tangan.

3. Bersihkan lingkungan

Bersihkan lingkungan termasuk permukaan yang bersentuhan dengan tangan pada kamar mandi dan dapur.

4. Jauhi orang sakit

Jaga jarak dari orang sakit, setidaknya satu meter. Jika anak sakit, sebaiknya istirahatkan dia di rumah, dan jangan paksa dia pergi ke sekolah sampai ia sehat kembali.

Seperti apa pengobatan untuk flu?

Sebagian besar anak melawan infeksi flu itu sendiri. Sementara pemberian antibiotik tidak membantu untuk mengatasi flu, dan dokter juga tidak akan meresepkannya kecuali jika anak juga mengalami infeksi bakteri.

Jangan memberikan anak Aspirin, karena ini dapat meningkatkan risiko sindrom Reye, yang merupakan penyakit langka dan serius. Sebaiknya hubungi dokter jika anak terkena flu dan:

- Berumur kurang dari 12 bulan

- Lahir prematur dan berusia kurang dari 2 tahun

- Telah dirawat di rumah sakit dalam 3 bulan terakhir

- Memiliki kondisi kronis jangka panjang seperti penyakit jantung, cystic fibrosis, asma, diabetes, transplantasi organ, kanker, atau leukemia.

Sudah mengenal influenza pada anak kan?

Sumber:

https://www.kidshealth.org.nz/flu-influenza
https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=influenza-flu-in-children-90-P02514