Mengenal Penularan Penyakit Polio

Poetri | Minggu, 23 Juni 2019

Agar dapat melakukan pencegahan, kita perlu mengenal penularan penyakit polio. Polio atau poliomielitis, adalah penyakit sangat menular yang disebabkan oleh virus polio, berpotensi menyebabkan kematian serta kelumpuhan. Penyakit ini dapat menyebar dari orang ke orang lain, bahkan menyerang otak dan sumsum tulang belakang orang yang terinfeksi, sehingga berakibat pada kelumpuhan (tidak dapat menggerakkan bagian-bagian tubuh). Tak heran, mengenal penularan penyakit polio penting dilakukan. 

Seseorang yang terkena polio, biasanya gejala awal yang dirasakan adalah demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher dan nyeri pada tungkai. Satu dari dua ratus orang yang terinfeksi dapat menyebabkan kelumpuhan yang ireversibel (biasanya pada tungkai). Bahkan, di antara penderita yang mengalami kelumpuhan, 5% hingga 10% meninggal dunia karena otot-otot pernapasan mereka menjadi tidak bergerak.

Virus polio berisiko menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun. Virus ini bisa hidup di tenggorokan dan usus orang yang terinfeksi. Virus polio dapat memasuki tubuh seseorang dari  mulut dan menyebar melalui kontak dari feses orang yang terinfeksi. Selain itu, virus polio juga bisa tertular melalui tetesan dari bersin atau batuk seseorang. 

Seseorang juga dapat terinfeksi virus polio jika tidak sengaja memasukkan benda-benda mulut seperti mainan yang telah terkontaminasi dengan feses seseorang. Kemudian, orang yang terinfeksi dapat menyebarkan virus polio ke orang lain sebelum dan sekitar 1 sampai 2 minggu setelah gejala polio muncul. 

Bahkan, virus polio dapat hidup dalam feses orang yang terinfeksi selama beberapa minggu. Virus ini juga dapat mencemari makanan dan air dalam kondisi yang tidak bersih. 

Lebih baik mencegah daripada mengobati. Lebih baik mengenal penularan penyakit polio, daripada kita terlanjur terjangkit. 

Sumber artikel:

https://www.cdc.gov/polio/about/index.htm
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/poliomyelitis