Risiko dan Pencegahan Hepatitis B pada Anak

Poetri | Minggu, 23 Juni 2019

Yuk kenali risiko dan pencegahan hepatitis B pada anak. Hepatitis B adalah penyakit hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B. Hepatitis B memiliki berbagai gejala dan kondisi klinis. Penyakit ini bisa ringan, tanpa gejala, atau dapat menyebabkan kondisi kronis. Dalam beberapa kasus, ketika bayi dan anak kecil menderita hepatitis B, mereka berisiko tinggi untuk menderita penyakit hati kronis dan gagal hati.

Penularan virus hepatitis B terjadi melalui darah dan cairan tubuh seperti darah, air mani, cairan vagina, atau air liur (walaupun biasanya tidak ditularkan melalui ciuman). Bayi juga dapat terserang penyakit ini jika mereka dilahirkan oleh seorang ibu yang memiliki virus hepatitis B. Anak-anak yang terinfeksi hepatitis B dapat menyebarkan virus ke anak-anak lain jika sering terjadi kontak.

Maka anak-anak yang berisiko tertular hepatitis B, adalah:

Anak-anak yang lahir dari ibu yang menderita hepatitis B

Anak-anak yang dilahirkan dari ibu yang berimigrasi dari negara di mana hepatitis B tersebar luas, seperti Asia Tenggara dan Cina

Anak-anak yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang atau memiliki disabilitas

Anak-anak yang tinggal serumah dengan penderita hepatitis B

Anak-anak yang memiliki kelainan pembekuan darah, seperti hemofilia dan membutuhkan transfusi darah atau produk darah lainnya

Anak-anak yang membutuhkan cuci darah untuk gagal ginjal

Penularan hepatitis B pada anak merupakan hal mengkhawatirkan. Semakin muda seseorang terinfeksi oleh virus hepatitis B, maka semakin besar risiko penderitanya mengalami masalah organ hati jangka panjang, bahkan seumur hidup. Masalah organ hati tersebut antara lain sirosis, atau timbulnya jaringan parut pada hati, serta kanker hati.

Mereka yang tertular hepatitis B pada usia kurang dari lima tahun memiliki risiko menderita infeksi kronis yang cukup tinggi, sekitar 25% - 50%. Lebih mengkhawatirkan lagi ialah bayi yang terinfeksi virus hepatitis B bahkan sejak lahir. Risiko mereka menderita masalah hati kronis bahkan mencapai 90%.

Penyakit hepatitis B dapat ditangani dengan pemberian beberapa macam obat. Namun alangkah lebih baik jika diutamakan pencegahan virus hepatitis B ini. Terutama dengan pemberian vaksinasi atau imunisasi. Vaksin untuk hepatitis B sendiri telah banyak digunakan di seluruh dunia.

Pemberian vaksin hepatitis B pada anak memiliki peraturan tersendiri, terutama bagi bayi yang terlahir dari ibu penderita hepatitis B. Bayi yang memiliki ibu seorang penderita hepatitis B diwajibkan mendapat vaksin hepatitis B sekaligus suntikan imuno globulin hepatitis B pada 12 jam setelah kelahiran. Bagi anak-anak lainnya, vaksin hepatitis B pertama bisa diberikan sejak bayi baru dilahirkan hingga usianya mencapai dua bulan. Vaksin kedua kemudian diberikan pada usia empat bulan, disusul vaksin ketiga di usia enam hingga 18 bulan.

Salah satu vaksin yang dapat diberikan sebagai pencegah hepatitis B ialah Pentavalent. Vaksin Pentavalen merupakan vaksin kombinasi yang dapat melawan lima penyakit mematikan yakni difteri, pertussis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan Hemophilus influenza tipe B (Hib). Difteri, pertussis, dan tetanus merupakan penyakit menular mematikan. Sedangkan Hib merupakan penyakit infeksi yang berbahaya bagi anak, dan infeksi hepatitis B dapat meningkatkan risiko kematian pada anak-anak di kemudian hari.

Vaksin Pentavalent merupakan kombinasi dari lima antigen, yakni DPT (Difteri, Pertussis, dan Tetanus), hepatitis B, serta Hib. Kelima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan sehingga menjadi lebih efisien, tidak menambah jumlah suntikan pada anak.

Sumber

https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=hepatitis-b-hbv-in-children-90-P02222

https://www.webmd.com/hepatitis/

http://vk.ovg.ox.ac.uk/5-1-dtapipvhib-vaccine

https://www.gavi.org/support/nvs/pentavalent/