Risiko Meningitis Pada Anak

Poetri | Minggu, 23 Juni 2019

Tahukah kamu tentang risiko meningitis pada anak? Ya, meningitis adalah peradangan selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Pembengkakan akibat meningitis biasanya memicu gejala-gejala seperti sakit kepala, demam, dan leher kaku. Awalnya, gejala meningitis dapat menyerupai flu. Gejala dapat berkembang selama beberapa jam atau beberapa hari.

Sebagian besar kasus meningitis disebabkan oleh bakteri atau virus, tetapi beberapa dapat disebabkan oleh obat atau penyakit tertentu. Banyak bakteri dan virus yang menyebabkan meningitis cukup umum dan menyebabkan penyakit lainnya. Kedua jenis meningitis ini menyebar seperti kebanyakan infeksi umum lainnya, biasanya menyebar dari kontak fisik atau kontak dengan cairan tubuh seseorang yang terinfeksi.

Meningitis dapat disebabkan oleh bakteri Haemophilus influenzae atau Hib. Meningitis yang disebabkan oleh bakteri termasuk langka, tetapi biasanya serius dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera diobati.

Bakteri-bakteri lain yang dapat menyebabkan meningitis ialah:

Streptococcus pneumoniae (pneumococcus). Bakteri ini adalah penyebab paling umum dari meningitis bakteri pada bayi, anak kecil dan orang dewasa. Bakteri ini lebih sering menyebabkan infeksi paru-paru, telinga atau sinus.

Neisseria meningitidis (meningococcus). Bakteri ini merupakan penyebab utama meningitis bakteri. Bakteri ini umumnya menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas tetapi dapat menyebabkan meningitis meningokokus ketika mereka memasuki aliran darah. Bakteri ini menyebabkan infeksi yang sangat menular, menyerang remaja dan dewasa muda.

Listeria monocytogenes (listeria). Bakteri ini dapat ditemukan dalam keju yang tidak dipasteurisasi. Wanita hamil, bayi baru lahir, lansia dan orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah adalah yang paling rentan terinfeksi. Listeria dapat melewati penghalang plasenta, dan menyebabkan infeksi pada akhir kehamilan yang berakibat fatal bagi bayi.

Hib sendiri merupakan bakteri yang paling sering menimbulkan meningitis pada anak. Namun mudah dicegah jika anak mendapat vaksinasi. Vaksin yang dapat menangkal Hib menimbulkan infeksi antara lain Pentavalent atau Pentabio.

Komplikasi meningitis bakteri mungkin perlu perawatan ekstra. Seseorang dengan syok atau tekanan darah rendah mungkin diberikan lebih banyak cairan infus dan obat-obatan untuk meningkatkan tekanan darah. Beberapa anak mungkin membutuhkan alat bantuan pernapasan jika mengalami kesulitan bernapas akibat meningitis.

Komplikasi parah pada meningitis termasuk masalah neurologis, seperti gangguan pendengaran, gangguan penglihatan, kejang, dan ketidakmampuan belajar. Karena gangguan pendengaran adalah komplikasi umum, mereka yang pernah menderita meningitis bakteri harus menjalani tes pendengaran setelah sembuh.

Jantung, ginjal, dan kelenjar adrenal juga mungkin terpengaruh, tergantung pada penyebab infeksi. Meskipun beberapa anak mengalami masalah neurologis yang bertahan lama, sebagian besar yang mendapatkan diagnosis dan perawatan cepat sembuh sepenuhnya.

Sudah jelas kan risiko meningitis pada anak di atas.

Sumber

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508

https://kidshealth.org/en/parents/meningitis.html