Waspada Demam Berdarah

Yuni | Senin, 22 Juni 2020

Sampai dengan saat ini kasus penderita positif Corona semakin meningkat, bahkan Jakarta telah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selain waspada terhadap wabah Corona, saat ini kita pun harus waspada terhadap penyakit demam berdarah. Dilansir dari tempo.co bahwa  Kementerian Kesehatan mencatat sebanyak 254 jiwa telah meninggal akibat demam berdarah dengue atau DBD di seluruh Indonesia sejak awal tahun ini.

Berdasarkan data Kemenkes hingga 4 April 2020, kasus DBD terbanyak terjadi di Jawa Barat dengan total 5.894 kasus. Disusul oleh NTT sebanyak 4.493 kasus, Lampung 3.682 kasus, Jawa Timur 3.045 kasus, dan Bali 2.173 kasus. Jawa Barat dan NTT termasuk dalam wilayah zona merah DBD. Sementara Lampung, Jawa Timur, dan Bali masuk dalam zona kuning. Total kasus DBD di seluruh Indonesia sejak Januari hingga 4 April 2020 sebanyak 39.876 kasus.

Demam berdarah dengue adalah penyakit yang disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue. Demam berdarah merupakan penyakit yang mudah menular. Sarana penularan demam berdarah sendiri berasal dari gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albocpictus.

Jangan sampai lingkungan rumah kita menjadi bibit tumbuhnya nyamuk Aedes Aegypti. Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan agar lingkungan rumah kita tidak menjadi sumber sarang nyamuk nih moms yaitu:

  • Rutin menguras tempat penampungan air, seperti bak mandi, minimal minggu sekali agar tidak menjadi sarang nyamuk.
  • Jangan biarkan tempat penampungan air terbuka karena bisa menjadi sarang jentik nyamuk. Pastikan tertutup ya moms
  • Rumah yang sehat adala h rumah yang memiliki cukup cahaya, jadi pastikan ada cahaya yang masuk di dalam rumah ya moms.
  • Jangan biasakan menggantung pakaian kotor karna bisa menjadi sarang nyamuk  Aedes aegypti. 
  • Fogging memang bisa menjadi salah satu pencegahan demam berdarah, namun tidak boleh dilakukan sembarangan, perlu ada koordinasi dengan kelurahan dan puskesmas setempat. Fogging sebagai bentuk kegiatan PSN (pemberantasan sarang nyamuk) dapat dilakukan ketika sudah ditemukan kasus DBD positif.