5 Tips Agar Anak Tenang Saat Imunisasi

Yuni | Jumat, 7 Februari 2020

Tak sedikit orangtua yang sudah memahami pentingnya vaksin untuk kesehatan anak. Bahkan beberapa dari mereka sudah mempersiapkan lebih banyak mengenai vaksin yang harus diberikan. Namun, semua persiapan itu akan sia-sia jika anak kita tidak mau divaksin karena takut dengan jarum suntik.

“Kalau nggak mau makan nanti kamu disuntik jarum loh! Mau?” Kutipan itu sering menjadi kebiasan kita untuk membujuk anaknya sehinga mau makan. Tetapi hal itu juga bisa menjadi boomerang bagi  kita sehingga anak-anak mempunyai alasan untuk tidak mau divaksin. Emosi yang belum stabil pun membuat sikap berontak anak menjadi tidak terkendali oleh kita.

Sebagai orangtua apa ya harus dilakukan jika anak kita takut untuk divaksin? Berikut 5 cara efektif untuk mencegah ketakutan anak ketika divaksin.

Jika Anda kesulitan dengan apa yang harus dikatakan atau mengalami kesulitan untuk menunjukkan wajah yang berani, bacalah saran ahli

 

Untungnya, Anda dapat berperan aktif dalam mengubah sikap anak Anda. Apa yang dikatakan dan dilakukan orang tua sebelum, selama, dan setelah penunjukan dokter dapat membantu menenangkan anak, mengurangi rasa takutnya, dan memastikan bahwa dia mengembangkan sikap yang sehat untuk menemui dokter anak.

 

1. Bersikaplah Jujur

Ada baiknya kita bersikap jujur kepada anak-anak dimulai dari apa yang akan dilakukan diruang dokter nanti. Coba katankanlah bahwa suntikan tidak menyeramkan seperti apa yang mereka bayangkan. Meskipun ada rasa sakit, vaksin memiliki banyak manfaat bagi anak-anak sehingga terhindar dari penyakit yang tidak diinginkan.

Tenangkan anak ketika sedang disuntik dengan memeluk atau menyanyikan lagu.

Usahakan Moms tetap tersenyum di depannya sehingga Si Kecil akan fokus melihat Moms dibanding jarum suntik.

Gunakan boneka atau mainan kesayangannya untuk mendistraksi. Katakan padanya kalau disuntik tidak sakit, hanya seperti digigit semut dan akan berakhir sedetik.

Jika Si Kecil memiliki saudara kandung yang lebih tua, mintalah dukungannya dengan menyuruhnya berbicara tentang bagaimana dulu dia mendapat suntikan juga, dan itu tidak terlalu mengerikan.

Atur waktu bicara Anda untuk hari sebelum atau pagi hari kunjungan Anda sehingga si kecil tidak memiliki kesempatan untuk membiarkan kecemasan meningkat selama beberapa hari.

Jujurlah: Jelaskan bahwa tembakan dapat mencubit, tetapi itu tidak akan terasa lama. Bantu anak Anda fokus pada apa yang dapat mereka lakukan untuk membantu melewati suntikan.

 

2. Siapkan Perhatian Lebih

Kita Meski Moms sudah memberikan penjelasan dan membawa pengalih perhatian, masih tetap ada kemungkinan si kecil terus menangis dan meronta karena ketakutkan. Kalau sudah begitu, sebaiknya jangan dipaksa apalagi diancam ya, Moms. Bila balita sampai jadi terluka saat proses suntik vaksin, ia malah akan menjadi trauma berat.

Jika balita mulai meronta histeris sambil menangis, lepaskan dan tenangkan dengan pelukan dan kata-kata yang akan membuatnya merasa nyaman. Setelah ia merasa tenang, baru coba kembali proses suntik vaksinnya ya, Moms

 

Kalau Si Kecil masih bayi atau balita lebih baik mendapatkan vaksinasi di kaki.

Moms bisa memangku Si Kecil ke sisi yang berlawanan dengan dokter dan memegangnya.

Memegang Si Kecil yang sudah besar

Si Kecil yang sudah besar bisa mendapatkan vaksinasi di lengan. CDC merekomendasikan agar kita memegang anak sambil di pangku menghadap ke luar.

 

3. Menenangkan setelah disuntik

Cara terbaik untuk menenangkan anak yang sudah disuntik adalah berbicara lembut kepadanya. Dengan berbicara lembut, anak akan merasakan dukungan dan empati Moms.

Katakan padanya 'aku tahu suntik membuatmu takut tetapi aku bangga karena berhasil melakukannya' dan memeluknya.

Sama halnya dengan anak Moms yang masih berusia 3 bulan katakan dengan lembut dan langsung berikan ASI.

Hal yang harus dihindari adalah memarahi anak sehabis divaksin, meskipun dia menangis selama proses vaksinasi jangan membuatnya merasa buruk. Justru katakan untuk lebih berani untuk vaksinasi ke depannya.

4. Berikan Pereda Nyeri

Di beberapa klinik, dokter biasanya akan memberikan krim anastetik sekitar 20 menit sebelum anak diberikan suntik vaksin. Krim ini akan membuat area kulit yang akan divaksin mati rasa sementara, sehingga si kecil tidak akan merasakan rasa sakit. Jika krim anastetik tidak tersedia, tanyakan pada dokter mengenai alternatif lain untuk meredakan rasa sakit si kecil.

Saat diberikan obat pereda nyeri, Moms bisa memberikan penjelasan dan pemahaman pada si kecil tentang efek yang akan dirasakannya, supaya ia tak lagi takut saat harus berhadapan dengan jarum suntik vaksin.

 

5. Beri Pujian dan Hadiah

Jangan lupa, beri anak pujian bila ia sudah berhasil mengatasi rasa takutnya dan selesai disuntik. Siapkan plester dengan karakter lucu lalu sampaikan, "Wah, hebat! Kamu mau duduk diam dan tidak menangis saat disuntik."

Bila anak menangis, jangan marahi atau menyebutnya cengeng. Tetap beri pujian dengan menyebutkan secara spesifik apa yang sudah ia capai agar anak mendapat pengalaman posirtif, merasa Anda dukung dan terpacu untuk memperbaiki sikapnya di kemudian hari.

Misalnya, "Walau menangis, Ibu bangga karena kamu mau disuntik dan tidak lupa bilang terima kasih pada dokternya tadi. Semoga lain kali tidak nangis lagi ya, Sayang!"

Jika pikiran untuk mendapatkan suntikan menimbulkan ketakutan, air mata, dan malam yang tidak bisa tidur untuk anak Anda, Anda tidak sendirian. Banyak anak takut ditembak, tetapi melindungi anak Anda dari penyakit berbahaya patut ditantang. Berita baiknya adalah ada beberapa hal yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda mengatasinya.

Spesialis kehidupan anak kami telah membuat daftar kiat yang telah terbukti benar untuk membantu orang tua menenangkan anak-anak yang mungkin menghadapi ketakutan akan suntikan, imunisasi, atau prosedur menakutkan lainnya.

Berikan Reward

Proses suntik berjalan lancar tanpa hambatan karena si kecil sudah bersikap tenang? Wah, sepertinya balita Moms layak untuk mendapatkan apresiasi atas perjuangannya melawan rasa takut. Hadiah yang Moms berikan tak melulu harus berupa materi, tapi bisa juga dengan membuat makanan favoritnya atau membiarkannya bermain gadget lebih lama dari biasanya.

Si kecil juga pasti akan merasa bangga dengan kekuatannya serta semakin percaya diri dan tak lagi merasa takut bila harus datang pada jadwal suntik vaksin berikutnya.