Amankah Vaksin yang Digunakan Untuk Imunisasi?

Yuni | Minggu, 26 April 2020

Vaksin telah digunakan sejak berabad – abad tahun yang lalu. Pada abad ke 18 muncul sebuah wabah penyakit yang bernama Smallpox. Penyakit ini tidak hanya menyerang Indonesia namun seluruh dunia. Sekitar 3 dari 10 orang yang menderita smallpox meninggal dunia. Berkat keberhasilan program vaksinasi smallpox, maka penyakit ini tidak ada lagi di muka bumi. Musnahnya wabah smallpox di  muka bumi ini merupakan bukti keberhasilan vaksinasi. Vaksin yang diproduksi dan ada dipasaran sudah melalui perjalananan panjang dari mulai penelitian, uji klinis sampai dengan tahap produksi.  

Pada tahap penelitian dan pengembangan vaksin baru, dilakukan serangkaian tahapan untuk memastikan bahwa vaksin tersebut aman, efektif, dan dapat membentuk kekebalan dengan baik. Umumnya dibutuhkan waktu hingga 20 tahun untuk membuat vaksin baru.

  1. Tahap penelitian dan pengembangan

    Dilakukan penelitian tentang sifat virus atau bakteri, penyakit yang ditimbulkan, dan epidemiologi dari penyakit tersebut.

  1. Uji preklinis (5 – 10 tahun) Vaksin hasil penelitian diujikan ke hewan untuk mengetahui keamanan dan toksisitas pada hewan. Umumnya tahapan ini membutuhkan waktu hingga 10 tahun.
  2. Uji klinis (3 – 8 tahun)

   Pengujian vaksin pada manusia, yang terdiri dari:

   Fase 1: menguji keamanan dan efek samping vaksin

   Fase 2: mengevaluasi respon imun yang terbentuk

   Fase 3: mengetahui tingkat efikasi vaksin

  1. Regulatory approval (100 – 300 hari kerja) Registrasi data keamanan dan keampuhan vaksin pada pihak berwenang seperti BPOM untuk mendapatkan izin edar.
  2. Produksi komersial Vaksin diproduksi dalam skala besar untuk dipasarkan dengan pemantauan terhadap efek samping yang ditimbulkan.

 

Vaksin yang digunakan untuk imunisasi telah teruji aman dan berkualitas. Oleh karena itu, jangan ragu untuk diimunisasi demi Indonesia yang lebih sehat ya moms....!