Fakta & Mitos Vaksin MR

Poetri | Rabu, 8 Mei 2019

Campak dan Rubella adalah penyakit infeksi menular melalui saluran napas yang disebabkan oleh virus. Untuk mencegah kedua penyakit ini yaitu melalui imunisasi dengan vaksin MR (Measles dan Rubella), di mana vaksin ini dapat mencegah dua penyakit sekaligus.

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun.selama masa Kampanye Imunisasi MR. Selanjutnya, Imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan dan kelas 1 SD/Sederajat menggantikan imunisasi campak.

Meski demikian, banyak ibu yang ragu memberikan vaksin MR pada anak mereka karena adanya mitos seputar vaksin tersebut. Lalu, apa saja fakta dan mitos mengenai vaksin MR yang beredar di masyarakat?

1. Apakah vaksin MR aman?

Melansir laman searo.who.int, vaksin MR yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95 persen efektif mencegah penyakit Campak dan Rubella. Selain itu, vaksin MR juga telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

2. Apakah imunisasi vaksin MR memiliki efek samping?

Vaksin MR tidak memiliki efek samping. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi vaksin MR merupakan reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Namun, kejadian ikutan setelah imunisasi yang serius sangat jarang terjadi.

3. Apakah anak yang telah mendapatkan imunisasi campak, perlu diimunisasi vaksin MR?

Anak yang telah mendapatkan dua dosis imunisasi Campak, aman diimunisasi vaksin MR. Ini bertujuan agar anak kebal terhadap penyakit Rubella.

4. Apakah benar vaksin MR dapat menyebabkan autisme?

Sampai saat ini belum ada bukti yang mendukung bahwa imunisasi jenis apapun dapat menyebabkan autisme. Jadi mitos tersebut tidak benar.

5. Apakah vaksin MR tidak halal?

Dikutip dari laman halal MUI, Fatwa MUI Nomor 33 Tahun 2018 tentang Penggunaan Vaksin MR (Measles Rubella) Produk dari SII (Serum Institut of India) untuk Imunisasi, ditetapkan bahwa berdasarkan ketentuan hukum,

  1. Penggunaan vaksin yang memanfaatkan unsur babi dan turunannya hukumnya haram.
  2. Penggunaan vaksin MR produk dari Serum Institut of India (SII) hukumnya haram karena dalam proses produksinya menggunakan bahan yang berasal dari babi.
  3. Penggunaan vaksin MR produk dari SII pada saat ini dibolehkan (mubah), karena ada kondisi keterpaksaan (dlarurat syar'iyah), belum ditemukan vaksin MR yang halal dan suci, serta ada keterangan ahli yang kompeten dan dapat dipercaya tentang bahaya yang ditimbulkan akibat tidak diimunisasi dan belum adanya vaksin yang halal.
  4.  Kebolehan penggunaan vaksin MR sebagaimana dimaksud pada angka 3 tidak berlaku jika ditemukan adanya vaksin yang halal dan suci.

Sementara itu, dilansir dari laman depkes.go.id, adanya Fatwa Nomor 33 tahun 2018 tersebut telah memberi kejelasan, sehingga tidak ada keraguan lagi di masyarakat untuk bisa memanfaatkan vaksin MR dalam program imunisasi yang sedang dilakukan saat ini sebagai ikhtiar untuk menghindarkan buah hati dari risiko terinfeksi penyakit Campak dan Rubella yang bisa berdampak pada kecacatan dan kematian.

Sumber:

http://www.depkes.go.id/article/view/17072000002/imunisasi-measles-rubella-lindungi-anak-kita.html

http://www.searo.who.int/indonesia/topics/immunization/leaflet_untuk_orangtua.pdf

http://www.depkes.go.id/pdf.php?id=18082400002

http://www.halalmui.org/mui14/index.php/main/detil_page/138/24636