Jangan Lupa Lakukan Rangkaian Vaksinasi Sebelum Haji

Poetri | Rabu, 26 Juni 2019

Mengapa perlu rangkaian vaksin sebelum haji? Sebab, beribadah haji ke Arab Saudi adalah salah satu pertemuan massa terbesar di dunia. Ini menjadi momen di mana umat Muslim seluruh dunia melaksanakan salah satu rukun Islam. Tetapi berkumpulnya banyak orang dari segala penjuru dunia di satu sisi bisa secara tidak sengaja membawa penyakit yang menular.

Untuk mengantisipasi penularan penyakit berisiko kepada pengunjung yang sedang melakukan ibadah haji, Kementerian Kesehatan Arab Saudi memiliki persyaratan dan rekomenasi bagi para umat Muslim yang ingin melaksanakan ibadah agar melakukan rangkaian vaksin sebelum haji.

Sementara, berdasarkan Permenkes (Peraturan Menteri Kesehatan) 15 tahun 2016 tentang Istithaah menjelaskan bahwa istithaah adalah kemampuan melaksanakan ibadah haji secara fisik, mental dan perbekalan. Karenanya, penting bagi calon jemaah haji mempersiapkan diri dengan baik, salah satunya dengan menjalani rangkaian vaksinasi sebelum berangkat haji.

Berikut rangkaian vaksinasi sebelum haji yang perlu para calon haji lakukan sebelum pergi ke Arab Saudi:

1. Demam Kuning

Vaksin demam kuning atau yellow fever adalah salah satu vaksin yang direkomendasikan WHO dan Kementerian Kesehatan RI dalam perjalanan internasional, termasuk ketika melakukan ibadah haji. Penyakit ini diperkirakan berasal dari benua Afrika, dan meski belum pernah ada di Indonesia, demam kuning dianggap sebagai salah satu penyakit menular paling berbahaya di dunia. Dengan melakukan vaksin demam kuning, dapat mencegah penyebaran penyakit ini di Indonesia.

Vaksin demam kuning tersedia bagi anak berusia lebih dari 9 bulan, dan untuk orang dewasa. Vaksinasi demam kuning ini berupa virus yang dilemahkan, dan sangat efektif memberikan kekebalan selama 10 tahun.

Para calon jemaah haji yang datang dari negara atau daerah yang berisiko penularan demam kuning harus menunjukkan sertifikat vaksinasi demam kuning yang valid agar bisa melakukan ibadah haji di Arab Saudi. Sertifikat vaksinasi demam kuning berlaku untuk kehidupan mulai 10 hari setelah vaksinasi.

2. Polio

Vaksin polio membantu seseorang tahan terhadap serangan penyakit poliomielitis atau kelumpuhan. Walaupun sudah dieliminasi dari sebagian besar dunia, namun polio masih menjadi ancaman di beberapa negara. Orang yang berencana melakukan perjalanan internasional harus memastikan bahwa telah divaksinasi polio sebelum keberangkatan. Termasuk ketika hendak bepergian haji. 

Bagi orang dewasa yang bepergian ke daerah-daerah dengan peningkatan risiko polio dan yang tidak divaksinasi, tidak divaksinasi lengkap, atau yang status vaksinasinya tidak diketahui harus menerima serangkaian 3 dosis:

2 dosis dipisahkan oleh 1 hingga 2 bulan, dan

Dosis ketiga 6 sampai 12 bulan setelah dosis kedua

Orang dewasa yang menyelesaikan seri vaksin polio saat anak-anak dan bepergian ke daerah-daerah dengan peningkatan risiko polio harus menerima satu dosis vaksin pendorong (IPV) satu kali.

Pendatang dari negara-negara berisiko virus polio liar diharuskan untuk menyerahkan sertifikat vaksinasi polio yang valid. Setidaknya satu dosis vaksin polio oral bivalen (OPV) dalam 12 bulan sebelumnya dan diberikan setidaknya 4 minggu sebelum kedatangan ke Arab Saudi.

3. Influenza/Flu Musiman

Walaupun tidak diwajibkan, penularan penyakit influenza juga sangat mudah terjadi di Arab Saudi. Lebih dari 90% kematian karena influenza dialami oleh jemaah haji berusia di atas 60 tahun. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan bagi orang dewasa melakukan vaksinasi influenza setiap tahunnya.

Kementerian Kesehatan Arab Saudi merekomendasikan agar semua pendatang mendapatkan vaksinasi terhadap influenza musiman 2018/19. Selain itu, Kementerian Kesehatan Arab Saudi dapat memutuskan untuk memberikan antibiotik profilaksis kepada beberapa pendatang jika dianggap perlu.

4. Meningitis

Meski Indonesia bukan salah satu negara yang punya kecenderungan membawa penyakit meningitis, tetap dengan jumlah jemaah haji dan umroh yang cukup tinggi bisa meningkatkan risiko terpapar bakteri Neisseria mengitidis atau menjadi pembawa virus sebesar 5-10 persen. Ditambah dengan padatnya jadwal saat beribadah haji, bila calon haji memiliki kesehatan yang lemah akan meningkatkan risiko tertularnya meningitis.

Kementerian Kesehatan Indonesia membuat surat edaran kepada jemaah haji, umrah untuk mendapatkan vaksinasi Meningitis meningokok sebagai persyaratan memperoleh visa ke Arab Saudi. Vaksin meningitis setidaknya dilakukan selambat-lambatnya dua minggu sebelum keberangkatan haji agar antibodi sudah terbentuk sempurna, dan perlindungan vaksin ini akan bertahan tiga tahun.

Sementara, Kementerian Kesehatan Arab Saudi sendiri mengharuskan pengunjung yang hendak melakukan haji, atau umrah menyerahkan sertifikat vaksinasi yang valid dengan vaksin meningokokus tetravalen (ACYW135) yang diberikan tidak kurang dari 10 hari sebelum kedatangan ke Arab Saudi.

Vaksinasi dengan satu dari vaksin berikut dapat diterima: 

Vaksin polisakarida tetravalen (ACYW135) dalam 3 tahun terakhir

Vaksin konjugasi tetravalen (ACYW135) dalam 5 tahun terakhir

Vaksinasi dengan vaksin konjugasi tetravalen (ACYW135) juga diperlukan untuk calon jemaah haji dan penduduk dari dua kota suci Mekah dan Madinah.

Jemaah haji disarankan untuk melakukan pemeriksaan fisik pada jauh-jauh hari sebelum keberangkatan. Karenanya, penting untuk memastikan persiapan fisik dan mental karena kegiatan ibadah haji yang padat dan bisa mengalami kelelahan. Terutama para lansia yang rentan mengalami stres fisik dan metabolik sehingga mudah terserang infeksi, cedera, mengalami masalah psikologi, hingga kematian.

Hal yang jelas, jangan lupa rangkaian vaksinasi sebelum haji ya!

Sumber:

https://www.precisionvaccinations.com/travel-vaccinations-hajj-can-be-scheduled-local-pharmacies

https://lifestyle.kompas.com/read/2012/04/24/09541755/Akses.Vaksin.untuk.Jemaah.Haji.Terus.Ditingkatkan.

https://travel.kompas.com/read/2012/09/13/16502962/Ibadah.Haji.Bentengi.Diri.dari.Penyakit.Menular

http://www.depkes.go.id/article/view/17061600002/istithaah-kesehatan-bukan-untuk-menghambat-calon-jemaah-haji-.html

https://kespel.kemkes.go.id/news/news_public/detail/39

https://www.cdc.gov/polio/us/travelers.html