Kelebihan Vaksin Pentavalent Dibanding DPT

Poetri | Minggu, 23 Juni 2019

Tahu kan vaksin DPT, tapi masih jarang yang tahu vaksin pentavalent. Tahukah kelebihan vaksin pentavalent dibanding DPT? Sebelum membahas itu, kita bahas penyakit yang dapaty dilindungi kedua vaksin di atas. Diketahui lima penyakit menjadi ancaman bagi anak-anak. Antara lain difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, dan Haemophilus influenza tipe B (Hib) yang menyebabkan berbagai penyakit berbahaya. Difteri, pertussis, dan tetanus merupakan penyakit menular mematikan. Sedangkan Hib merupakan penyakit infeksi yang berbahaya bagi anak, dan infeksi hepatitis B dapat meningkatkan risiko kematian pada anak-anak di kemudian hari.

Difteri sendiri di Indonesia pernah mewabah di Jawa Timur, pada tahun 2017 silam. Tak kurang dari 14 kabupaten jadi lokasi difteri menginfeksi dalam waktu singkat. Situasi ini pun dijadikan kejadian luar biasa (KLB). Sedangkan hepatitis B dan Hib termasuk sebagai penyakit yang paling banyak merenggut nyawa anak di seluruh dunia. Hepatitis B kerap telat disadari telah menginfeksi, sehingga saat telah terdeteksi kondisi penderita sudah kronis. Sedangkan Hib yang dapat menyerang berbagai organ termasuk otak dan paru-paru, setiap tahunnya merenggut nyawa 200.000 anak di seluruh dunia.

Kondisi ini mendorong pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kesehatan masyarakat, seperti Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menggalakkan pemberian vaksin untuk mencegah penyakit-penyakit ini.

Diawali dengan vaksin DPT. Vaksin DPT adalah vaksin kombinasi untuk mencegah tiga penyakit menular difteri, tetanus, dan pertusis (batuk rejan). Vaksinasi diberikan dengan menyuntikkan vaksin DPT ke otot paha pada bayi dan anak, atau otot lengan atas pada remaja dan dewasa. Dosis pemberian vaksin juga berbeda antara bayi dan orang dewasa:

• Untuk bayi, lima suntikan terpisah dijadwalkan di bulan dua, empat, dan enam bulan, antara 15 dan 18 bulan, dan antara 4-6 tahun. Dosis lanjutan vaksin DPT kemudian harus diberikan saat anak berusia 11-12 tahun. Kemudian dapat diberikan setiap 10 tahun sesudahnya

• Bagi orang dewasa yang belum pernah diimunisasi, suntikan DPT tunggal dapat digunakan. Kemudian, vaksinasi lanjutan harus diberikan setiap 10 tahun

• Wanita hamil juga menerima dosis tunggal vaksin DPT, di usia kehamilan 27 hingga 36 minggu

Pemberian suntikan vaksin DPT memang tergolong cukup banyak, terutama untuk anak-anak. Vaksin DPT ini kemudian disusul oleh vaksin Pentavalent. Vaksin Pentavalen merupakan vaksin kombinasi yang dapat melawan lima penyakit mematikan yakni difteri, pertussis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan Hemophilus influenza tipe B (Hib).

Vaksin Pentavalent merupakan kombinasi dari lima antigen, yakni DPT (Difteri, Pertussis, dan Tetanus), hepatitis B, serta Hib. Kelima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan sehingga menjadi lebih efisien, tidak menambah jumlah suntikan pada anak.

Karena vaksin Pentavalent merupakan pengganti vaksin DPT, pemberiannya memang lebih efisien, dengan jumlah suntikan yang lebih sedikit. Pemberian vaksin Pentavalent cenderung lebih nyaman untuk anak maupun orangtua. Sebab berkurangnya jumlah pemberian dosis suntikan juga mengurangi frekuensi kedatangan ke Puskesmas atau balai kesehatan untuk mendapatkan vaksinasi.

Selain itu, karena Pentavalent mengandung lima antigen sekaligus, maka vaksin ini lebih melindungi anak. Dapat meningkatkan kekebalan tubuh melawan lima penyakit, dibandingkan DPT yang hanya mengandung tiga antigen penyakit. Maka perlindungan yang diberikan oleh vaksinasi Pentavalent lebih menyeluruh.

Pemberian vaksin Pentavalent diutamakan pada bayi. Untuk bayi berusia dua bulan, diberikan tiga dosis. Pemberian melalui tiga kali suntikan dengan interval waktu minimal satu bulan tiap suntikan. Kemudian perlu dilakukan pengulangan suntik vaksin pada usia 15 bulan sampai dengan 1 tahun 6 bulan.

Sudah jelas kan kelebihan vaksin pentavalent dibandingkan DPT.

Sumber

https://www.verywellhealth.com/what-you-need-to-know-about-the-dtap-vaccine-4156747

http://www.depkes.go.id/article/view/17121200002/menkes-difteri-menular-berbahaya-dan-mematikan-namun-bisa-dicegah-dengan-imunisasi.html

https://regional.kompas.com/read/2018/01/18/09213571/menyebar-di-14-kabupaten-kota-jatim-klb-difteri

https://sains.kompas.com/read/2011/01/13/03404434/kasus.hepatitis.b.kerap.tidak.terdeteksi

http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/rilis-media/20130822/048496/menkes-luncurkan-vaksin-pentavalen-dan-progran-imunisasi-lanjutan-bagi-batita/

http://vk.ovg.ox.ac.uk/5-1-dtapipvhib-vaccine

https://www.gavi.org/support/nvs/pentavalent/