Mengenal Vaksin Pentavalent

Poetri | Minggu, 23 Juni 2019

Mari mengenal Vaksin Pentavalent agar lebih mudah mencerna bagaimana vaksin ini bekerja melindungi tubuh anak dari penyakit berbahaya.

Pengertian vaksin Pentavalent

Vaksin Pentavalent atau Pentabio merupakan vaksin kombinasi yang dapat melawan lima penyakit mematikan yakni difteri, pertussis (batuk rejan), tetanus, hepatitis B, dan Hemophilus influenza tipe B (Hib). Difteri, pertussis, dan tetanus merupakan penyakit menular mematikan. Sedangkan Hib merupakan penyakit infeksi yang berbahaya bagi anak, dan infeksi hepatitis B dapat meningkatkan risiko kematian pada anak-anak di kemudian hari.

Penyakit yang bisa dicegah vaksin Pentavalent

Difteri disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae yang mudah menyebar melalui batuk, bersin, atau kontak langsung dengan benda yang terkontaminasi. Jika telah terpapar oleh bakteri ini, dapat menyebabkan gejala pernapasan, kelemahan, pembengkakan kelenjar getah bening, dan demam. Bila sudah memasuki aliran darah, difteri dapat merusak jantung, ginjal, dan saraf.

Tetanus disebabkan oleh bakteri Clostridium tetani, spora yang ditemukan di tanah, debu, dan pupuk kandang. Penularan tetanus dengan cara masuk ke tubuh melalui kulit yang rusak, seringkali ketika kulit ditusuk oleh benda yang terkontaminasi seperti kuku. Tetanus juga sering disebut "lockjaw" karena dapat menyebabkan pengetatan otot-otot rahang, dan menyebabkan masalah kesehatan serius, sulit bernapas dan bahkan menelan.

Pertusis disebabkan bakteri Bordetella pertussis yang melepaskan racun dan menyebabkan saluran udara membengkak. Seperti difteri, pertusis menyebar melalui batuk, bersin, atau hanya berada di wilayah udara yang sama untuk waktu yang lama. Gejala yang muncul termasuk demam ringan, apnea (celah pernapasan), muntah, kelelahan, dan batuk "rejan" bernada tinggi yang khas.

Hemophilus influenza tipe B atau Hib merupakan penyakit yang disebabkan bakteri, di mana bakteri ini tak memicu flu, melainkan beberapa penyakit serius seperti infeksi telinga, paru-paru, darah, kulit, tengorokan, peradangan sendi, dan meningitis. Hib menular melalui kontak dengan lendir atau air liur pembawa bakteri, biasanya dari bersin atau batuk. Gejala telah tertular Hib beraneka ragam, tergantung penyakit yang ditimbulkan, antara lain sakit kepala, kesulitan bernapas, batuk, kulit yang memerah, atau bengkak pada sendi.

Hepatitis B adalah infeksi virus yang menyerang hati dan dapat menyebabkan penyakit akut dan kronis. Virus ditularkan melalui kontak dengan darah atau cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi. Gejala hepatitis B antara lain kulit dan mata menguning, urin gelap, kelelahan ekstrem, mual, muntah, dan sakit perut. Jika tak ditangani, dapat menyebabkan kegagalan fungsi hati yang dapat berujung pada kematian.

Cara pemberian dan dosis vaksin Pentavalent

Untuk bayi berusia dua bulan, diberikan tiga dosis. Pemberian melalui tiga kali suntikan dengan interval waktu minimal satu bulan tiap suntikan. Kemudian perlu dilakukan pengulangan suntik vaksin pada usia 15 bulan sampai dengan 1 tahun 6 bulan.

Bagi orang dewasa yang belum pernah diimunisasi, suntikan tunggal dapat digunakan. Kemudian, vaksinasi lanjutan harus diberikan setiap 10 tahun

Efek samping vaksin Pentavalent

Kemerahan, nyeri, atau bengkak di bekas suntikan

Demam

Mudah marah

Mual atau muntah

Diare

Kehilangan selera makan

Biasanya efek samping ini dapat diredakan dengan obat penurun panas jika anak telah berusia dua bulan, atau ibuprofen jika anak berusia tiga bulan dengan berat lebih dari lima kilogram.

Sudah mengenal kan vaksin pentavalent seperti di atas? 

Sumber

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3579914/

https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-b

https://kidshealth.org/en/parents/hib.html

https://www.verywellhealth.com/what-you-need-to-know-about-the-dtap-vaccine-4156747

https://lifestyle.kompas.com/read/2013/08/20/1534312/Vaksin.Pentavalen.Resmi.Digunakan

https://www.kemendagri.go.id/blog/2453-Kemenkes-Luncurkan-Vaksin-Baru-Imunisasi-Kombo-Satu-Suntikan-Untuk-Lima-Vaksin

http://vk.ovg.ox.ac.uk/5-1-dtapipvhib-vaccine