Mengenal Vaksin Polio

Poetri | Minggu, 23 Juni 2019

Yuk mengenal vaksin polio untuk mencegah penyakit yang dapat mengakibatkan kelumpuhan dan hilangnya nyawa anak. Polio atau poliomielitis, adalah penyakit menular yang berpotensi menyebabkan kelumpuhan dan kematian yang disebabkan oleh virus polio. Virus polio menyebar melalui kontak dari orang ke orang dan bisa menyerang otak serta sumsum tulang belakang orang yang terinfeksi, sehingga menyebabkan kelumpuhan (tidak dapat menggerakkan bagian-bagian tubuh).

Virus ini hidup di tenggorokan dan usus orang yang terinfeksi, kemudian memasuki tubuh melalui mulut dan menyebar melalui kontak dengan feses orang yang terinfeksi, atau dari tetesan bersin serta batuk.

Orang yang terinfeksi polio dapat menyebarkan virus ke orang lain sebelum dan sekitar 1 hingga 2 minggu setelah gejala muncul. Virus ini bahkan dapat hidup di dalam feses orang yang terinfeksi selama beberapa minggu. 

Penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin polio. Vaksin polio bisa melindungi anak dan menyiapkan tubuh mereka untuk melawan virus polio. Maka dari itu, penting bagi anak mendapatkan semua dosis vaksin yang direkomendasikan untuk mencegah virus polio.

Mengenal Vaksin Polio

Vaksin polio terdiri dari dua jenis, yaitu vaksin virus polio yang tidak aktif (IPV) atau vaksin suntik dan vaksin virus polio oral (OPV). 

Vaksin polio oral (OPV) diberikan dengan cara diteteskan ke mulut. Vaksin polio oral bentuk virus yang hidup tetapi dilemahkan yang membuat tubuh memproduksi antibodi melawannya tanpa berkembang menjadi penyakit. Vaksin polio oral diberikan pada bayi usia nol yaitu saat bayi baru dilahirkan, dua, empat dan enam bulan.

Sedangkan vaksin polio tidak aktif (IPV) atau vaksin suntik, berisi komponen virus yang telah dimatikan yang diberikan melalui suntikan.

Vaksin suntik diberikan sebanyak lima kali dengan rincian sebagai berikut:

- Usia dua, tiga dan empat bulan. 

- Sekitar usia tiga sampai empat tahun sebagai booster prasekolah.

- Sekitar usia 13-18 tahun sebagai booster masa remaja.

Siapa Saja yang Tidak Boleh Menerima Vaksin Polio?

Vaksin polio tidak boleh diberikan pada orang jika:

- Mengalami reaksi alergi parah dari dosis vaksin polio sebelumnya.

- Memiliki reaksi alergi parah terhadap antibiotik streptomisin, polimiksin B, atau neomisin.

Meski tidak ada efek samping pada wanita hamil, namun sebaiknya hindari menerima vaksin polio. Terutama bagi wanita hamil yang termasuk dalam salah satu kelompok orang dewasa yang disebutkan di atas, penting konsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait menerima vaksin polio tidak aktif (IPV) sesuai dengan jadwal yang disarankan untuk orang dewasa.

Efek Samping Vaksin Polio

Vaksin polio memiliki efek samping, namun biasanya ringan terjadi dan hilang dengan sendirinya, tetapi reaksi serius mungkin saja bisa terjadi.

Beberapa orang yang mendapatkan vaksin polio tidak aktif (IPV), dapat merasakan sakit di tempat suntikan diberikan. Meski begitu, belum ada masalah serius yang disebabkan oleh vaksin polio tidak aktif (IPV) dan kebanyakan orang tidak mengalami masalah setelah menerima vaksin polio tersebut.

Namun, ada masalah lain yang bisa terjadi setelah vaksin ini yaitu:

- Sebagian orang mungkin pingsan setelah mendapatkan prosedur medis, termasuk vaksinasi. Duduk atau berbaring selama 15 menit setelah vaksin dapat mencegah pingsan dan cedera yang disebabkan oleh jatuh. Jika merasa pusing, ada perubahan penglihatan atau dering di telinga maka segera beritahu.

- Meski jarang terjadi, tetapi pada beberapa orang bisa mengalami nyeri bahu yang parah, bahkan lebih lama untuk sembuh.

- Obat apapun dapat menyebabkan reaksi alergi yang parah. Tetapi, reaksi semacam itu sangat jarang terjadi karena vaksin, diperkirakan sekitar 1 dalam sejuta dosis, dan akan terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam setelah vaksinasi.

Sumber artikel:

https://www.cdc.gov/polio/about/index.htm

https://www.babycenter.in/a1011663/the-polio-vaccine-drops-or-injection

https://lifestyle.kompas.com/read/2016/03/10/160900623/Indonesia.Menuju.Vaksin.Polio.Suntik

https://www.webmd.com/children/vaccines/polio-vaccine-ipv#2

https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/polio/public/index.html