Mengenal Vaksin Pra Nikah

Poetri | Rabu, 26 Juni 2019

Persiapan menikah tidak hanya membutuhkan fisik dan mental, tapi juga persiapan kesehatan termasuk vaksin pra nikah. Ingat, vaksin pranikah adalah bagian dari mempersiapkan kesehatan sebagai bentuk perencanaan keluarga yang baik.

Di masa kini, pasangan yang hendak menikah sudah mengetahui adanya premarital test, atau tes kesehatan pranikah. Oleh karena itu, penting bagi pasangan melakukan vaksinasi sebelum menikah, untuk mencegah pasangan atau calon bayi nanti dari virus berbahaya.

Berikut vaksin pra nikah yang perlu dilakukan:

1. Vaksin TT (Tetanus-Toksoid)

Vaksin ini merupakan aturan wajib dari pemerintah sebagai persiapan fisik bagi kaum perempuan, dan juga dalam mengurus administrasi di Kantor Urusan Agama (KUA). 

Meski sudah mendapatkan vaksinasi IT saat kecil, perempuan yang ingin menikah wajib mendapatkan vaksin TT lagi. Vaksin TT dianggap penting karena tetanus pernah menjadi penyakit yang mengakibatkan kematian bayi di Indonesia. Bahkan, risiko kematiannya sangat tinggi hingga hampir mencapai 100 persen. Melakukan vaksin TT akan memberikan perlindungan kepada ibu dan calon bayi nanti.

Waktu yang tepat untuk mendapatkan vaksin TT sekitar 2 hingga 6 bulan sebelum pernikahan. Vaksin TT diberikan sebanyak 5 kali dengan jadwal sebagai berikut:

TT 1 adalah waktu vaksin yang pertama

TT 2 diberikan 4 minggu setelah TT 1

TT 3 diberikan 6 bulan setelah TT 2

TT 4 diberikan 1 tahun setelah TT 3

TT 5 diberikan 1 tahun setelah TT 4

2. Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella)

Campak (measles), gondongan (mumps), dan cacar Jerman (rubella) adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Orang dewasa dapat memerlukan vaksin MMR, karena banyak orang dewasa berusia 18 tahun atau lebih juga rentan terhadap campak, gondongan, dan rubella.

Vaksin MMR dilakukan untuk mencegah gondongan penyebab infertilitas atau gangguan kesuburan, keguguran, serta cacat bawaan pada anak.

Vaksin MMR diberikan dengan rekomendasi dosis 1-2 kali per tahun.

3. Vaksin HPV (Human Papilloma Virus)

Vaksin HPV berguna untuk mencegah kanker leher rahim pada perempuan, dan penyakit kutil kelamin pada pria. Sehingga penting mendapatkan vaksin HPV jika seseorang aktif secara seksual.

Vaksin HPV bisa dilakukan pada mereka yang berusia 9-26 tahun, namun kini juga bisa diberikan kepada mereka dengan usia 27-45 tahun dan belum pernah mendapatkan vaksin HPV sebelumnya. Vaksin ini terdiri dari tiga dosis dengan jarak pemberian pertama di bulan ke-0, bulan ke-1, dan bulan ke-6.

4. Vaksin VZV (Varicella Zoster Virus)

Vaksin VZV melindungi agar seseorang tidak terkena cacar air. Meski banyak kasus cacar air relatif ringan dan berlangsung 5-10 hari, namun dalam kasus tertentu dapat mengancam jiwa. Risiko komplikasi serius dari cacar air paling banyak terjadi pada bayi, orang dewasa lanjut usia, dan seseorang dengan sistem kekebalan lemah.

Sehingga, jika hendak merencakan kehamilan, penting bagi perempuan melakukan vaksin VZV jika hendak merencanakan kehamilan. Penularan varicella pada ibu hamil di trimester terakhir dapat membuat bayi yang dilahirkan juga menderita cacar air, dan vaksin juga tidak bisa diberikan kepada ibu hamil karena efek samping pada janin yang masih belum diketahui.

Dosis untuk vaksin VZV dilakukan sebanyak 2 kali, dengan jarak 4-8 minggu antara pemberian vaksin pertama dan kedua.

5. Vaksin Hepatitis B

Vaksin ini berguna mencegah penyakit yang ditularkan melalui darah dan hubungan seks. Penyakit hepatitis B menyebabkan sakit kuning, radang hati, bahkan sirosis atau kanker hati. Penyebaran virus hepatitis B bisa terjadi jika darah, sperma, atau cairan tubuh lain yang terinfeksi virus hepatitis B masuk ke dalam tubuh.

Vaksin ini disarankan untuk orang dewasa yang belum pernah mendapatkan vaksin hepatitis B sebelumnya. 

Pemberian dosis untuk vaksin hepatitis B yaitu:

Vaksin pertama di bulan ke-0

Vaksin kedua diberikan 1-2 bulan setelah vaksin pertama

Vaksin ketiga diberikan 4-6 bulan setelah vaksin kedua

Yuk, lakukan vaksin pra nikah untuk kualitas generasi mendatang yang lebih sehat dan lebih baik. 

 

Sumber:

https://lifestyle.kompas.com/read/2009/11/02/1403163/wajib.suntik.tt.sebelum.menikah

Saifuddin dkk, Abdul Bari. 2004. Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

http://www.immunize.org/vis/indonesian_mmr.pdf

https://lifestyle.kompas.com/read/2017/08/29/080000220/vaksinasi-penting-untuk-calon-pengantin

https://www.cdc.gov/vaccines/schedules/hcp/imz/adult.html

https://lifestyle.kompas.com/read/2016/03/09/130000023/Orang.Dewasa.Juga.Perlu.Imunisasi

https://www.healthline.com/health-news/fda-approves-use-of-hpv-vaccine-for-adults-27-to-45#The-bottom-line

https://www.jwatch.org/fw114649/2018/10/09/hpv-vaccine-approved-use-adults-age-45

https://www.webmd.com/children/vaccines/chickenpox-varicella-vaccine

http://www.immunize.org/technically-speaking/20161027.asp