Vaksin dan Herd Immunity

Yuni | Sabtu, 25 April 2020

Moms sudah mengetahui atau pernah mendengan tentang kekebalan kelompok atau Herd Immunity? Apa benar jika beberapa orang dalam sebuah lingkungan telah diberikan vaksin makan akan tercipta kekebalan kelompok dalam lingkungan tersebut?

Herd Immunitty adalah kekebalan kelompok yang terbentuk secara alami atau pun melalui vaksinasi. Jika seorang ibu membawa anaknya imunisasi, maka ibu tersebut tidak hanya melindungi anaknya dari penyakit menular namun juga melindungi orang – orang yang ada di komunitasnya. Semakin banyak orang divaksin, maka risiko penyebaran penyakit pun menurun karena terbentuknya herd immunity

Dengan membawa anaknya untuk mendapatkan imunisasi, seorang ibu telah memberikan sumbangan bagi kekebalan kelompok. Dengan kata lain, imunisasi memiliki dimensi tanggung jawab ganda, yaitu selain memberi perlindungan kepada anaknya agar tidak terkena penyakit menular, tapi juga memberikan kontribusi sosial yang tinggi. Anak yang telah mendapat kekebalan setelah imunisasi akan menghambat perkembangan penyakit di kalangan masyarakat.

Semakin banyak orang yang diimunisasi dan membentuk kekebalan, maka semakin terhambat pula penyebaran penyakit di populasi tersebut. Herd immunity ini juga dapat melindungi mereka yang rentan namun tidak dapat menerima vaksin. World Health Assembly sepakat agar seluruh negara di dunia (termasuk Indonesia) melaksanakan program imunisasi nasional, yang bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh anak di berbagai penjuru dunia dapat terlindungi dari penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I). Vaksin dinilai sebagai bentuk pencegahan yang aman dan cost? effective untuk meningkatkan kualitas hidup anak.

Jadi, keliru jika ada orang tua yang tidak mengimunisasi anaknya dan berpikiran bahwa itu adalah keputusan dengan resiko yang akan dia tanggung sendiri, dia lupa bahwa sang anak memiliki resiko lebih besar untuk terkena penyakit dan siap menularkan kepada orang lain di sekelilingnya. Taukah moms jika dalam beberapa kasus, terdapat beberapa anak yang tidak bisa menerima vaksin karena sistem imunitasnya lemah? Anak – anak tersebut sangat terbantu dengan perlindungan dari anak – anak yang telah divaksin.

Kuman dan virus yang telah berkembang biak didalam tubuhnya bisa menyebar ke lingkungan sehingga orang orang di sekitarnya dapat tertular, sakit berat, cacat atau meninggal. Demikian seterusnya penyakit tersebut bisa menyebar meluas ke orang - orang yang belum mendapat vaksinasi tersebut. Hal ini dapat berdampak secara luas seperti dari sisi ekonomi, sosial, dan psikologis bagi keluarga yang tertular penyakit penyakit tersebut.

Karena itu, bila lebih dari 80% bayi dan anak telah diimunisasi, maka kuman dan virus tidak mendapat kesempatan untuk berkembang biak dalam tubuh manusia yang telah divaksinasi sehingga penyebaran kuman dapat dihentikan bahkan dapat diberantas. Orang tua memang berhak untuk menentukan apa yang terbaik untuk anaknya. Namun diperlukan pilihan yang cerdas agar tidak menyesal dikemudian hari. Saat mengambil keputusan untuk tidak memberikan vaksin terhadap sang buah hati, bukan hanya membahayakan sang buah hati namun juga anak - anak lainnya.