Vaksin Polio Pada Bayi dan Anak

Poetri | Minggu, 23 Juni 2019

Vaksin polio pada bayi dan anak bisa melindungi keduanya dari penyakit berbahaya itu, sekaligus menyiapkan tubuh mereka untuk melawan virus polio. Ada dua jenis vaksin polio pada bayi dan anak yang melindungi dari penyakit itu, yaitu vaksin virus polio yang tidak aktif (IPV) atau vaksin suntik dan vaksin virus polio oral (OPV). 

Vaksin polio suntik (IPV) diberikan pada bayi usia 2, 4, 6-18 bulan dan anak berusia 6-8 tahun. Sedangkan, vaksin polio oral (OPV) diberikan saat bayi lahir berusia 2, 4, 6, 18 bulan (atau usia 2, 3, 4 bulan sesuai program pemerintah).

Bayi dan anak harus mendapatkan dua jenis vaksin polio tersebut, karena dengan menggunakan kedua vaksin secara bersamaan bentuk terbaik terhadap perlindungan penyakit polio. Dosis tambahan IPV akan membantu melindungi anak  dari penyakit polio bahkan anak akan mendapatkan manfaat lebih dari kedua vaksin ini.

Akan tetapi, jika terlambat memberikan imunisasi polio, maka jangan mengulang pemberian imunisasi polio dari awal. Tetapi dilanjutkan dan lengkapi sesuai jadwal, tidak peduli berapa pun jarak keterlambatan dari pemberian sebelumnya.

Apabila bayi memuntahkan vaksin polio sebelum 10 menit setelah diberikan, maka bayi harus mendapatkan vaksin polio lagi dengan dosis yang sama. Namun, jika bayi kembali muntah akan diberikan lagi pada keesokan harinya.

Sementara itu, bagi anak yang akan bepergian ke negara di mana risiko terkena polio lebih besar, maka harus menyelesaikan semua vaksin polio sebelum berangkat. Jika seorang anak tidak menyelesaikan seri rutin sebelum pergi, maka jadwal pemberian vaksin polio akan dipercepat, berikut rekomendasinya:

- 1 dosis pada usia 6 minggu atau lebih

- Dosis kedua, pada 4 minggu atau lebih setelah dosis pertama

- Dosis ketiga pada 4 minggu atau lebih setelah dosis kedua

- Dosis keempat pada 6 bulan atau lebih setelah dosis ketiga

Namun, jika jadwal yang dipercepat tidak dapat diselesaikan sebelum pergi, maka sisa dosis harus diberikan di negara yang terkena dampak polio, atau setelah kembali ke rumah, pada interval yang direkomendasikan dalam jadwal yang dipercepat. Selain itu, bagi anak yang telah menyelesaikan jadwal vaksin polio yang dipercepat tetap harus menerima dosis vaksin polio suntik (IPV) pada usia 4 tahun atau lebih, setidaknya 6 bulan setelah dosis terakhir.

Sumber artikel:

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/melengkapi-mengejar-imunisasi-bagian-ii

http://www.idai.or.id/artikel/klinik/imunisasi/tanya-jawab-polio

https://www.cdc.gov/vaccines/vpd/polio/public/index.html

https://www.who.int/immunization/diseases/poliomyelitis/inactivated_polio_vaccine/Key_mess_FAQs.pdf