Apa Saja Komplikasi Rubella?

Campak Jerman atau rubella sebenarnya merupakan infeksi ringan. Sekali saja seseorang terkena rubella, maka ia akan kebal seumur hidup atau permanen. Sebagian wanita yang terkena rubella mengalami arthritis atau radang sendi pada jarijari, pergelangan tangan dan lutut, yang umumnya berlangsung selama dua minggu hingga 1 bulan. Dalam kasus yang cukup jarang terjadi, rubella dapat menyebabkan infeksi telinga (otitis media) atau radang otak (ensefalitis).

Yang berbahaya adalah ketika seorang wanita hamil dan terkena rubella, konsekuensinya berat pada bayi yang dikandungnya. Sekitar 90 persen bayi yang dilahirkan dari ibu yang mengidap rubella selama trimester pertama kehamilan mengembangkan sindrom rubella bawaan atau sindrome rubella kongenital. Hal ini akan mengakibatkan satu atau beberapa gangguan, antara lain:

  • Retardasi pertumbuhan
  • Katarak
  • Ketulian
  • Cacat jantung bawaan
  • Cacat pada organ lain
  • Keterbelakangan mental.

Risiko tertinggi janin akan berada selama trimester pertama kehamilan, namun trimester selanjutnya juga berbahaya.

Bagaimana Pengobatan Rubella?

Beberapa pertimbangan dokter sebelum melaksanakan pengobatan rubella adalah:

  • Kesehatan umum dan riwayat medis
  • Tingkat keparahan
  • Toleransi terhadap obat, prosedur atau terapi tertentu
  • Ekspektasi perjalanan penyakit
  • Pendapat atau preferensi pasien.

Tidak ada pengobatan khusus untuk mempercepat masa infeksi rubella, dan karena gejalanya sangat ringan maka pengobatan biasanya kurang diperlukan. Biasanya hanya terbatas pada penggunaan obatobat simptomatik, seperti paracetamol untuk menurunkan demam. Namun seringkali juga dokter akan mengisolasi penderita (terutama wanita hamil) selama periode infeksi.

Cara Mencegah Rubella

Vaksin campak, gondong, dan rubella (MMR) merupakan kombinasi vaksin yang berfungsi melindungi anakanak dari serangan tiga virus ini. Vaksin MMR efektif memberikan kekebalan pada kebanyakan orang, dan orang yang sudah pernah terkena rubella biasanya akan kebal seumur hidupnya.

Vaksin MMR yang pertama biasanya diberikan saat anak berusia 12 bulan, vaksin kedua diberikan saat usia 46 tahun. Walaupun sebenarnya vaksin kedua sudah bisa diberikan setelah 28 hari sejak pemberian vaksin pertama, meskipun belum berusia empat tahun.(EG)

Referensi:

www.bettermedicine.com
www.mayoclinic.org

www.mediskus.com

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *