Ini Alasannya Bayi Baru Lahir Harus Segera Dapat Vaksin Hepatitis B

Bayi yang baru lahir dianjurkan segera mendapat vaksin hepatitis B. Apa yang mendasari anjuran ini?

Dr dr Hanifah Oswari, Sp.A(K), staf Gastroenterohepatologi FKUl/ RSCM menjelaskan penularan dari ibu hamil ke bayinya merupakan jalur masuk utama penyebaran penyakit hepatitis B di Asia. Hal ini terjadi karena infeksi hepatitis B pada ibu hamil masih sangat tinggi. Itu makanya bayi yang baru lahir segera mendapat vaksinasi hepatitis B.

dr Hanifah mengungkapkan angka HBsAg positif ibu hamil susah lebih besar dari 8% dan prevalensi HBeAg tinggi pada ibu hamil dengan hepatitis B kronis. HBeAg positif adalah pertanda serologis yang bila positif maka menandakan tingginya risiko penularan hepatitis B dari ibu hamil ke bayi.

Jika vaksinasi hepatitis B dosis pertama (birth dose) diberikan pada bayi yang baru lahir, maka dapat mencegah penularan penyakit ini sekitar 90%. Bila seorang bayi tertular infeksi hepatitis B dari ibunya sejak lahir, maka risiko penyakit tersebut untuk menjadi kronis terbilang sangat tinggi, yaitu hingga 90%. Kondisi kronis ini dapat terbawa terus sampai usia dewasa. Namun, hal ini akan berbeda jika seseorang baru terinfeksi hepatitis B pada usia dewasa, kemungkinannya menjadi kronis hanya sekitar 5-10%.

“Pada orang dewasa, imunitasnya kan bagus. Tapi pada bayi imunitasnya tidak cukup. Sehingga, kalau dia sudah kena sejak bayi, imun tubuh tidak menganggap virus itu sebagai musuh. Sudah dianggap sebagai kawan. Karena sejak dini sudah ada di dalam tubuh,” ujar dr Hanifa yang juga anggota Komisi Ahli (Komli) Hepatitis Kemenkes RI dalam keterangannya di Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2015).

dr Hanifa juga menambahkan bahwa sekitar 25% bayi yang terinfeksi hepatitis B saat lahir mengalami kematian akibat komplikasi penyakit ini ketika mereka dewasa. Secara global, sirosis hati dan kanker hati akibat hepatitis B menyebab 600.000 kematian setiap tahun.

WHO merekomendasikan pemberian dosis pertama saat lahir dalam waktu kurang dari 24 jam pada negara-negara dengan penularan perinatal (sekitar kelahiran) hepatitis B yang tinggi secara universal. Taiwan yang melakukan vaksinasi bayi hepatitis B seperti anjuran WHO dan telah memulainya sejak tahun 1986 mengalami penurunan insiden HBsAg positif dari 9,8% menjadi 1,2% dalam waktu 20 tahun kemudian. Selain itu angka insidens karsinoma hepatoselular (kanker hati) menurun sampai 70% di antara bayi yang mendapat vaksinasi hepatitis B.

Penularan hepatitis B dari ibu ke bayi dapat terjadi saat di dalam kandungan atau setelah proses kelahiran. Tingginya angka keberhasilan untuk melindungi bayi dari hepatitis B dapat mencapai angka 95% pada bayi yang mendapat vaksinasi segera setelah dilahirkan. Hal ini membuktikan bahwa penularan saat lahir atau setelah lahir masih dapat dicegah dengan vaksinasi saat bayi baru lahir.

sumber: http://health.detik.com

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>