Jelang Musim Haji, Kemenkes Waspadai Terus Virus Korona di Arab

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi menyatakan akan terus memantau perkembangan penyebaran virus korona di Arab Saudi terkait ratusan ribu jemaah asal Indonesia yang sedang bersiap untuk melaksanakan ibadah haji ke negara tersebut Oktober mendatang.

“Kami juga telah melakukan sosialisasi kepada para jemaah haji (mengenai korona) tapi tidak vaksinasi, karena vaksin untuk penyakit ini belum ada,” kata Menkes di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Rabu (24/7/2013).

Menkes juga mengatakan telah menerima surat pemberitahuan dan peringatan resmi dari Kementerian Kesehatan Arab Saudi soal bahaya Virus Corona Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan menegaskan akan terus melakukan pemantauan terutama mengenai dampak bagi para jemaah haji asal Indonesia.

Menkes juga mengatakan Pemerintah tidak mengeluarkan surat larangan bepergian ke Arab Saudi meskipun ada ancaman virus korona tersebut tapi melakukan sosialisasi intensif bagi calon jemaah untuk dapat mengantisipasi tertular virus itu.

“Sampai sekarang kami betulbetul menyiapkan agar calon jamaah haji dalam kondisi prima dan siap saat berangkat haji,” kata Nafsiah.

Nafsiah bahkan mengimbau para lansia yang menderita penyakit kronis untuk dapat menunda rencana haji mereka meskipun tidak dapat memaksa jika para calon jemaah bersikeras untuk pergi haji tahun 2013.

Perlu diantisipasi oleh masyarakat yang akan bepergian ke negaranegara Semenanjung Arab antara lain jika terdapat demam dan gejala sakit pada saluran pernafasan bagian bawah seperti batuk atau sesak nafas dalam kurun waktu 14 hari, diminta untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

Sedangkan untuk melindungi diri dari penularan penyakit saluran pernafasan termasuk virus korona, Kementerian Kesehatan mengimbau masyarakat untuk melakukan beberapa langkah yaitu pertama menutup hidup dan mulut dengan tisu ketika batuk atau bersin dan segera membuang tisu tersebut ke tempat sampah.

Langkah kedua yang harus dilakukan adalah menghindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang belum dicuci, langkah ketiga menghindari kontak secara dekat dengan orang yang sedang menderita sakit serta keempat untuk membersihkan menggunakan desinfektan barangbarang yang sering disentuh.

Penyakit Middle East Respiratory Syndrome (MERS) merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus korona yang disebut Middle East Respiratory Syndrome (MERSCov) dan pertama kali dilaporkan tahun 2012 di Arab Saudi.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat jumlah infeksi MERSCov di dunia mencapai 80 kasus dengan 44 kematian diseluruh dunia.

(sumber: http://health.liputan6.com/read/647866/jelangmusimhajikemenkeswaspadaiterusviruskoronadiarab)

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *