MENGENAL LEBIH MENGENAI VAKSIN KOMBINASI

Vaksin kombinasi sebenarnya bukan hal baru. Kita mengenal ada vaksin DPT untuk menangkal penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Baru-baru ini, telah muncul vaksin kombinasi lain bernama Infanrix/HiB. Apakah vaksin kombinasi itu, dan sejauh mana plus-minusnya dijelaskan dalam tanya jawab dengan Prof. DR. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K)., dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta berikut ini. Beliau adalah Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Apa itu vaksin kombinasi?
Vaksin kombinasi merupakan beberapa vaksin (antigen) yang digabung menjadi satu.


Mengapa vaksin-vaksin yang ada perlu dikombinasi?
Ketimbang 40 tahun ke belakang, pada era globalisasi ini, jumlah penyakit makin bertambah banyak sehingga kebutuhan akan vaksinasi pun semakin meningkat. Mau tak mau, jadwal suntikan dalam program imunisasi jadi lebih banyak. Di Indonesia, pemberian imunisasi wajib adalah BCG 1 kali, DPT-Polio 3 kali, campak 1 kali, dan hepatitis B 3 kali. Sedangkan vaksin anjuran antara lain MMR, tifus, cacar air, hepatitis A dan HiB. Berarti bayi hingga usia satu tahun perlu disuntik sebanyak 11 kali. Nah, untuk mempermudah atau menyederhanakan pemberian vaksin maka diciptakanlah vaksin kombinasi.
Bagaimana keamanan vaksin kombinasi?
Suatu vaksin dikatakan aman setelah melalui proses penelitian yang panjang. Begitu juga dengan vaksin kombinasi DPaT dan HiB. Penelitian tentang keamanan vaksin kombinasi sudah melalui proses selama 30 tahun lebih dan sudah terbukti aman diberikan kepada anak.
Apa saja keuntungan bila menggunakan vaksin kombinasi?
1. Mengurangi jumlah suntikan. Suntikan vaksin DPaT dan HiB yang terpisah memerlukan 6 kali suntikan untuk imunisasi primer, nah dengan Infanrix/HiB hanya perlu 3 kali. Suntikan pertama saat usia bayi 2 bulan, suntikan kedua waktu usia 3-4 bulan, dan suntikan ketiga pada umur 4-6 bulan. Ini berarti mengurangi trauma kesakitan pada bayi.
2. Hemat waktu. Tiap kali anak diimunisasi orang tua tentu perlu meluangkan waktu untuk membawa anak ke dokter. Adanya vaksin kombinasi dapat menghemat waktu dan juga tenaga untuk datang ke dokter.
3. Hemat biaya. Harga vaksin kombinasi yang sekitar 285.000 rupiah ini mungkin terkesan lebih mahal ketimbang vaksin-vaksin tunggal. Namun kalau dihitung-hitung total biaya yang dikeluarkan untuk vaksin kombinasi akan lebih sedikit ketimbang vaksin DPaT dan vaksin HiB secara terpisah. Bukankah setiap kali datang untuk imunisasi ada biaya-biaya lain yang dikeluarkan. Misalnya, biaya transportasi, administrasi, dokter, dan biaya vaksin itu sendiri.
4. Efek samping lebih kecil. Perlu digarisbawahi penggunaan vaksin kombinasi DPaT-HiB tidak menjamin seratus persen bahwa anak tak akan mengalami demam. Namun kalaupun ada efek samping demam, persentasenya sedikit sekali. Demikian pula halnya dengan reaksi lokal yang terjadi seperti bengkak, kemerahan dan rasa nyeri pada bekas suntikan. Jadi secara umum, vaksin kombinasi DPaT-HiB memiliki efek samping yang jauh lebih rendah dibandingkan vaksin DPT dan HiB secara terpisah.
5. Risiko tertular penyakit berkurang. Pemberian imunisasi yang satu-satu akan mempersering membawa anak berkunjung ke rumah sakit atau dokter. Padahal di sana terdapat pasien dengan berbagai penyakit yang membuat anak berisiko tertular. Nah, dengan adanya vaksin kombinasi, kemungkinan itu jadi lebih kecil.
Andaikata saat usia 2 bulan seorang bayi sudah diimunisasi DPT, lalu di usia selanjutnya orang tua ingin mengimunisasi anaknya dengan vaksin kombinasi, apakah ini bisa dilakukan?
Boleh saja tak masalah. Begitupun sebaliknya. Tentunya orang tua sudah tahu mana yang lebih menguntungkan. Namun komunikasikan hal tersebut terlebih dulu dengan dokter yang ada.
Bagaimana efektivitas vaksin kombinasi?
Penelitian membuktikan, vaksin kombinasi DPaT-HiB menciptakan proteksi optimal terhadap difteri, pertusis, tetanus dan berbagai penyakit akibat bakteri HiB, yang sama baiknya dibandingkan vaksin DPaT dan HiB yang diberikan secara terpisah.
Memang, tingkat kekebalan vaksin kombinasi DPaT/HiB lebih rendah daripada vaksin DpaT dan HiB terpisah. Toh, bukan berarti tingkat kekebalan vaksin kombinasi tidak bagus. Vaksin kombinasi tetap memberikan kekebalan atau antibodi pada tubuh dalam ambang garis kekebalan tubuh yang sudah ditentukan. Jadi, vaksinasi kombinasi DPaT dan HiB cukup untuk mempertahankan kekebalan tubuh dan melindungi tubuh sampai 5 tahun.(EG)

Sumber :

http://idai.or.id/public-articles/klinik/imunisasi/vaksin-kombinasi.html

http://dr-anak.com/plus-minus-vaksin-kombinasi.html

By

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>