Penanganan Covid-19, Pemerintah Fokuskan Lima Riset

Yuni | Rabu, 26 Agustus 2020

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional(BRIN), Bambang PS Brodjonegoro mengatakan, saat ini kebijakan pemerintah fokus pada penanganan Covid-19 serta pemulihan ekonomi nasional. Khusus untuk penanganan Covid-19, Menristek menegaskan terdapat lima riset yang akan diproduksi dalam skala besar.

Ada pun lima riset terkait Covid-19 ini meliputi vaksin, rapid test, polymerase chain reaction(PCR) kit, suplemen untuk daya tahan tubuh, dan mobile lab atau laboratorium berjalan. Untuk tahap produksi, Bambang menuturkan, untuk rapid test sudah diproduksi, namun pihaknya akan memperbanyak dengan targetnya satu juta unit per bulan, sehingga saat ini, masih dalam tahapan memastikan kesiapan industri.

“Untuk PCR, sudah diproduksi dua juta unit per bulan. Sementara untuk vaksin masih menargetkan pertengahan tahun depan untuk mulai produksi yang sesuai dengan kebutuhan,”kata Bambang di sela-sela Rapat Koordinasi Tingkat Menteri, Jumat (21/8/2020).

Selanjutnya, untuk suplemen untuk daya tahan terhadap Covid-19. Saat ini, sedang menunggu keputusan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). “Apakah bisa menjadi suplemen untuk Covid-19,” ujarnya.

Bambang juga menuturkan, RKTM di bawah Kementerian Koordinator (Kemko) Bidang Perekonomian ini yang membahas tentang pemulihan perekonomian nasional pasca Covid-19 untuk memastikan adanya koordinasi mengenai inovasi dilakukan setiap kementerian dan lembaga (K/L).

Khususnya untuk Kementerian Riset dan Teknologi (Kemristek), Bambang menuturkan, pihaknya ingin hasil inovasi yang dilakukan saat ini dapat ditingkatkan pada tahap berikutnya berupa produksi di industri. “Kebetulan ada Kementerian Perindustrian dan juga Kementerian Perdagangan untuk memastikan nanti produk inovasinya bisa diproduksi dalam skala besar,” ujarnya.

Sementara itu, Bambang menyebutkan, target perekonomian nasional akan fokus pada program Desa Berinovasi yang merupakan kerjasama Kemristek/BRIN dengan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemdes PDTT), Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah(UKM), dan Kementerian Sosial(Kemsos).

Bambang menyebutkan sudah banyak teknologi. Namun pihaknya ingin memastikan apa yang menjadi kebutuhan desa dan berusaha penuhi teknologinya sehingga UMKM bisa menjadi lebih produktif, semisalnya memperlihatkan sudut kebutuhan desa seperti internet dan energi.

"Yang jadi intinya desa-desa itu mau kita perkuat dengan sentuhan teknologi digital maupun teknologi produksi, sehingga desa-desa itu mempunyai akses internet yang lebih baik. Dan produksi dari UMKM (usaha mikro kecil dan menengah) mereka juga mempunyai produktivitas yang lebih baik karena ada sentuhan teknologi," ujarnya.

Sumber : beritasatu.com

Tagged :