Proteksi Anak dari Tuberculosis dengan Vaksin BCG

Salah satu vaksin yang penting diberikan untuk buah hati Anda adalah vaksin Bacillus Calmette-Guérin (BCG). Vaksin ini dibuat untuk mencegah penyakit Tuberculosis atau TB. Penyakit ini terutama menyerang organ paru-paru sehingga jenis TB tersering adalah TB Paru.  Kuman TB masuk ke dalam paru-paru melalui saluran napas. Kuman yang berada di paru-paru dan sekitarnya akan membuat fokus-fokus infeksi yang dinamakan fokus primer (kompleks primer).

Bakteri penyebab TB ditularkan lewat percikan dahak atau ludah yang mengandung kuman TB, seperti penderita batuk atau bersin, sehingga bakteri tersebar dan dapat menginfeksi orang lain. Meskipun sangat menular, kuman TB jarang langsung menyebabkan sakit. Namun, kuman TB dapat berdiam diri (dorman) di dalam tubuh manusia hingga puluhan tahun, lalu muncul dalam bentuk penyakit TB paru atau TB di organ lainnya (ekstra paru).

VaksinMengapa Anak Wajib Diberi Imunisasi 2 BCG terbuat dari bakteri tuberkulosis yang telah dilemahkan dan tidak akan menyebabkan sang penerima vaksin menjadi sakit. Mycobacterium bovine, yang paling mirip dengan bakteri tuberkulosis manusia, akan memicu sistem imun. Sistem imun akan menghasilkan sel-sel untuk melindungi kita dari bakteri tuberkulosis. Imunisasi BCG sangat efektif mencegah penyakit tuberkulosis, termasuk bentuk yang paling berbahaya yaitu tuberkulosis meningitis pada anak.

Vaksin BCG disuntikan secara intradermal, yaitu ke dalam kulit sehingga membentuk benjolan (indurasi). Awalnya, benjolan itu akan segera hilang, tetapi benjolan akan muncul sekitar 3 minggu sampai 2 bulan kemudian. Benjolan tersebut bisa semakin membesar, lalu pecah (ulkus), dan akan sembuh sendiri dalam waktu 2-3 bulan. Benjolan yang telah pecah tersebut akan meninggalkan parut berdiameter 4-8 mm (parut BCG).

BCG Sebaiknya diberikan Pada bayi yang berusia dibawah 2 bulan, Khusus untuk bayi yang berusia lebih dari 2 bulan maka serangkaian tes perlu dilakukan, seperti tes Tuberkulin / mantoux terlebih dahulu, atau tes lainnya yang bermaksud untuk mengetahui apakah si anak sudah tertular atau sudah kemasukan kuman Tuberculosis atau belum. Jika belum barulah bayi anda baru akan di berikan imunisasi.

Namun Jika sudah tertular Mycrobacterium Tuberculosis  maka Dokter akan memberikan pengobatan yang harus dikonsumsi secara rutin selama 6 bulan. Pengobatan ini harus benar-benar dipantau dan tidak boleh diselang / terputus demi mencegah terjadinya resistensi obat.

Efek proteksi vaksin BCG timbul 8-12 minggu setelah penyuntikan, dengan efektivitas proteksi bervariasi antara 0-80%. Faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas vaksin antara lain mutu vaksin yang dipakai, adanya kuman Mycrobacterium atipik di lingkungan tempat tinggal anak, serta faktor dan status gizi anak.

Sumber:

Arifianto, dr. 2013. Pro Kontra Imunisasi (Agar Tak Salah Memilih Kesehatan Buah Hati). Noura Books: Jakarta

alodokter.com

idmedis.com

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *