Sebelum Ibadah Haji dan Umrah Bekali Diri dengan Vaksin Meningitis

Sumber Foto: Merdeka.com

Bagi yang akan menunaikan ibadah haji/umrah pastinya tidak asing lagi dengan vaksin meningitis. Vaksin tersebut merupakan syarat yang harus dilakukan sebelum melaksanakan ibadah haji/umrah di tanah suci. Setelah melakukan vaksinasi meningitis Jamaah Haji/umrah akan mendapatkan sertifikat yang nantinya menjadi syarat pemberangkatan.

Vaksin tersebut penting diberikan dengan tujuan untuk memproteksi tubuh dari benturan virus dan bakteri meningitis yang bisa saja ditularkan oleh jamaah dari negara lain. Menurut Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, adalah negara yang menjadi tempat berkembangnya penyakit meningitis meningokokus. Meningitis sampai sekarang masih menjadi ancaman untuk jamaah haji maupun umroh, karena pada saat melakukan ibadah tersebut, orang-orang yang berada di sana datang dari berbagai penjuru dunia, termasuk negara-negara di mana meningitis masih marak, khususnya dari benua Afrika di daerah yang disebut sabuk meningitis.

Apa itu penyakit Meningitis?

Secara sederhana, meningitis adalah peradangan pada membran yang menyelubungi otak dan sumsum tulang belakang. Secara biologi, membran ini disebut meningen. Peradangan ini disebabkan oleh infeksi dari virus, bakteri, mikroorganisme, atau dalam kasus yang jarang terjadi disebabkan konsumsi tak sehat obat tertentu.

Apa penyebab Meningitis?

Penyebab utama penyakit meningitis adalah infeksi virus. Hampir 85% kasus meningitis virus disebabkan oleh enterovirus, diikuti oleh coxsackievirus A, coxsackievirus B, dan echoviruses. Sebagian kasus lainnya disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis, serta parasit dan jamur.

Meningitis bisa menular dari manusia ke manusia melalui saluran pernapasan ataupun air liur. Misalnya, seseorang yang sedang sakit meningitis batuk atau bersin tidak menutup mulutnya sehingga percikan air liurnya kemudian terhirup oleh orang-orang di sekitar yang sehat. Atau, lewat sentuhan apabila mereka tidak mencuci tangannya setelah bersin atau batuk, kemudian bersentuhan dengan orang lain.

Meningitis juga mungkin disebabkan oleh parasit (seperti meningitis babi), jamur, efek samping obat-obatan tertentu, atau sebagai komplikasi dari trauma fisik (seperti pasca operasi kepala atau operasi otak, pukulan serius di kepala) ataupun suatu penyakit (misalnya kanker, lupus, atau rheumatoid arthritis). Jenis meningitis ini termasuk non-infeksi, sehingga tidak menular.

Apa Ketentuan Vaksinasi Meningitis?

Untuk melakukan pemberian vaksin, terdapat beberapa ketentuannya yaitu:

  • Meningitis adalah penyakit yang disebabkan bakteri kelompok A, C, W, dan Y. Maka, semua calon peserta haji dan umroh wajib menerima satu dosis vaksin kuadrivalen polisakarida atau vaksin ACWY135.
  • Pemberian vaksin ini disarankan dilakukan 2-3 minggu sebelum keberangkatan, dan tidak kurang dari 10 hari sebelumnya. Jika sebelumnya pernah mendapat vaksin yang sama, pastikan bahwa waktu pemberiannya tidak lebih dari tiga tahun sebelumnya.
  • Jika diberikan pada orang dewasa dan anak-anak berusia lebih dari lima tahun, vaksin ini akan memberikan perlindungan dari meningitis selama lima tahun.
  • Untuk anak di bawah usia lima tahun, vaksinasi akan memberikan perlindungan selama 2-3 tahun. Namun pemberian pada balita usia dua bulan hingga tiga tahun harus diikuti dengan pemberian vaksin kedua pada tiga bulan setelahnya.
  • Vaksin jenis ini tidak dibolehkan untuk diberikan kepada bayi berusia kurang dari dua bulan.

Sumber:

hellosehat.com

tirto.id

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *