Vaksin Kombinasi, Solusi Praktis untuk Vaksinasi

          Sumber Foto: Google     Sumber Foto: Google

        Vaksinasi terkadang menjadi hal yang menakutkan untuk buah hati. Tak jarang ketakutan tersebut hinggap juga kepada orang tua, banyak orang tua yang tidak tega melihat anaknya kesakitan disuntik dengan vaksin yang berbeda-beda. Namun, memberikan anak vaksinasi justru sebagai ungkapan cinta kasih orang tua terhadap anak. Sebab, vaksinasi berperan sebagai payung bagi anak untuk memproteksi mereka dari beberapa penyakit. Untuk mensiasati kondisi tersebut, kini telah diciptakan solusi praktis dalam vaksinasi, yaitu vaksin kombinasi. Vaksin kombinasi atau vaksin kombo adalah gabungan beberapa jenis virus atau bakteri menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda. Praktisnya, pemberian vaksin ini cukup dilakukan dalam satu suntikan saja.

            Jenis vaksin kombinasi yang paling dikenal adalah vaksin pentavalen . Vaksin tersebut merupakan gabungan dari lima antigen, yaitu DPT (Difteri, Pertusis, dan Tetanus), Hepatitis B serta Hib). kelima antigen tersebut diberikan dalam satu suntikan sehingga menjadi lebih efisien, tidak menambah jumlah suntikan pada anak sehingga memberikan kenyamanan bagi bayi yang mendapat imunisasi beserta ibunya. Dalam hal keamanan, orang tua tidak perlu khawatir, vaksin pentavalen telah mengalami berbagai uji klinis sehingga aman untuk diberikan kepada buah hati.

            Vaksin pentavalen (DPT-HB-Hib) diberikan saat anak berusia 2, 3 dan 4 bulan. Kemudian dilanjutkan ketika anak berusia 1,5 tahun, yang kita kenal sebagai  imunisasi booster (lanjutan).  Sebagaimana vaksinasi lainnya, pelayanan vaksinasi Pentavalen bisa didapatkan secara gratis di semua Posyandu, Puskesmas atau fasilitas kesehatan pemerintah lainnya. Salah satu kandungan dalam vaksin pentavalen adalah antigen yang dapat mencegah bakteri Haemophilus influenzae tipe B (Hib). Bakteri tersebut merupakan penyebab penyakit infeksi serius seperti radang saluran nafas (faringitis, epiglotiti) , radang telinga (otitis), nyeri sendi (arthritis), pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak) yang dapat mengakibatkan kecacatan hingga kematian, terutama pada anak umur dibawah 5 tahun.

            Banyak keuntungan yang didapatkan dari pemberian vaksin pentavalen tersebut, diantaranya:

  1. Mengurangi “kesakitan” pada anak: Sebagaimana kita ketahui, vaksin DPT, HB, dan Hib jika diberikan secara sendiri-sendiri, berarti masing-masing diberikan 3 kali tiap anak O (keseluruhan taip anak akan menerima 9 kali imunisasi). Sedangkan jika diberikan imunisasi pentavalen, hanya akan membutuhkan 3 kali imunisasi (suntikan)
  2. Mengurangi kunjungan:     Keuntungan pemberian vaksin kombinasi, selain memberikan kekebalan beberapa penyakit sekaligus, juga mempersingkat jadwal imunisasi, yang semula  6 kali ( 3 kali DPT dan 3 kali Hepatitis B ), menjadi  hanya butuh 3 kali kunjungan
  3. Mengurangi risiko 6 penyakit sekaligus: Imunisasi pentavalen (DPT-HB-Hib) merupakan kombinasi dari vaksin DPT, HB, dan Hib. Vaksin DPT untuk mengurangi risiko penyakit difteri, pertusis (batuk 100 hari), dan tetanus, vaksin HB untuk mengurangi risiko penyakit hepatitis B dan vaksin Hib mengurangi risiko penyakit seperti meningitis dan arthritis

Sumber:

http://drdayuagung.blogspot.co.id

indonesian-publichealth.com

http://jabarprov.go.id

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *