Pengalaman Anakku Terkena Campak

Poetri | Senin, 24 Juni 2019

Saya mau membagi pengalaman tenang anak saya yang terkena campak. Anak saya usia 16 bulan dan sekarang terkena campak 2 kali dalam rentang waktu 2 bulan. Saya bingung. Kenapa dan apa ya, penyebabnya? Saya juga jadi bertanya sejauh mana efektivitas vaksin campak?

Ternyata setelah saya browsing sana-sini saya akhirnya menemukan info bahwa anak yang sudah diimunisasi campak memang tetap mungkin terkena campak, tetapi jauh lebih ringan. 

Memang sih, infeksi campak yang mengenai anak yang tidak diimunisasi biasanya akan menyebabkan sakit yang berat, misalnya sampai radang paru, radang otak, infeksi telinga, dan sebagainya. Tapi kalau sudah diberikan imunisasi campak, kejadian seperti itu jarang terjadi. 

Biasanya kalau terkena anak hanya demam dan mengalami bercak-bercak merah di seluruh badannya. Dan memang terkena campak sampai 2 kali katanya sangat kecil kemungkinannya. 

Tetapi saya juga tanya kepada tante saya yang kebetulan juga dokter. Katanya yang mungkin adalah ia terkena infeksi virus yang lain yang menyerupai campak, misalnya rubela (campak jerman). 

Saya yang awam ini memang tidak mudah membedakan campak (apalagi yang tidak tipikal karena sudah diimunisasi) dengan infeksi virus lainnya yang juga menimbulkan kemerahan pada kulit. 

Vaksin campak termasuk sangat efektif mencegah anak mengalami infeksi campak yang berat (sampai terjadi radang otak, dan sebagainya).

Syukurlah, meskipun terkena sakit dua kali, tapi yang penting anak saya sudah diimunisasi dan nggak akan kena sakit yang berat karena campak.

Nama ibu: Esti P. - Jakarta