Difteri

Penyakit difteria disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae, yang mudah menular dan menyerang saluran napas bagian atas. Gejalanya: demam, pembengkakan [ada amandel (tonsil)], dan terlihat selaput putih kotor yang makin lama makin membesar dan dapat menutup jalan napas. Tersumbatnya jalan napas oleh selaput tersebut merupakan penyebab kematian utama.

Kuman difteri dapat mengeluarkan racun sehingga merusak otot jantung yang dapat berakibat gagal jantung. Penularan umumnya melalui udara (batuk/bersin).

Difteri paling sering menyerang anak yang belum divaksinasi, umumnya anak berusia di bawah 15 tahun. Selama awal abad ke-20, difteri merupakan penyebab umum kematian bayi dan anak-anak. Pada tahun 2000, di seluruh dunia dilaporkan 3.000 orang (10%) di antaranya meninggal karena penyakit ini.

Penyebab kematian kedua pada difteri umumnya karena terjadi peradangan pada jantung yang disebut miokarditis. Otot jantung terkena toksin yang dikeluarkan kuman difteri menyebabkan jantung tidak dapat berdenyut normal, dan hal ini bisa berakhir dengan kegagalan jantung memompa darah dan dapat menyebabkan kematian.

Menurut laporan dari beberapa rumah sakit di Indonesia, kematian penderita difteri cukup tinggi, berkisar 32,5% – 37,14%, umumnya karena tidak mendapat imunisasi difteri dengan benar. Untuk mencegah difteri, diberikan vaksinasi DTP.

WP Socializer Aakash Web