Kenali Penyakit Difteri Mulai Saat Ini

Penyakit difteri mulai mengancam sebagian masyarakat Indonesia karena penyakit difteri merupakan salah satu penyakit menular yang menyerang saluran pernafasan bagian atas sehingga mempersempit saluran pernafasan buah hati anda, biasanya bagian tubuh yang diserang adalah tonsil dan faring tetapi tidak jarang menyerang kulit dan bahkan menyebabkan kerusakan saraf dan juga jantung. Penyakit ini dominan menyerang anakanak berusia dibawah 15 tahun yang tidak mendapatkan imunisasi serta dapat menurunkan kekebalan tubuh pada anak yang disebabkan oleh kuman Corynebacterium diphteriae.

Saat ini penyakit difteri menjadi hal yang sangat menakutkan bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, karena penyakit difteri sebagai penyebab kematian pada bayi dan anak muda. Penyakit ini memang terdengar masih asing ditelinga masyarakat namun penyakit ini sangat membahayakan serta mengancam nyawa khususnya bagi anakanak.

Penularan penyakit difteri bisa dengan kontak langsung maupun tidak langsung. Percikan air ludah yang berterbangan saat penderita berbicara, batuk atau bersin membawa serta kumankuman difteri. Mulai pernafasan, kuman masuk kedalam tubuh orang disekitarnya, maka akan terjadi penularan penyakit dari seorang penderita ke orangorang disekitarnya. Selain itu, bisa ditularkan melalui benda atau makanan yang telah terkontaminasi.

Gejala penyakit difteri seperti demam, batuk, pilek ringan, terjadi pembengkakan pada tenggorokan, sakit ketika menelan, keluar cairan dari hidung, sakit kepala, adanya pembentukan selaput di tenggorokan berwarna putih ke abuabuan kotor, serta kesulitan bernafas. Gejala tersebut akan muncul 25 hari setelah terinfeksi tetapi bisa juga muncul setelah 10 hari kemudian.

Dengan imunisasi, penyakit difteri dapat dicegah. Dengan melakukan imunisasi, buah hati anda akan terhindar dari penyakit difteri. Penyakit difteri mudah sekali menular apalagi dalam lingkungan yang buruk. Imunisasi difteri tergabung dalam imunisasi DPT atau termasuk dalam Lima Imunisasi Dasar Lengkap. Imunisasi ini berbarengan dengan imunisasi polio, hepatitis B, sedangkan imunisasi difteri tergabung dalam Imunisasi DPT atau Difteri, Pertusis dan Tetanus. Untuk bayi berumur sembilan bulan dilengkapi dengan imunisasi campak

Maka segeralah bawa buah hati anda ke puskesmas, posyandu atau pelayanan kesehatan lainnya agar terhindar dari penyakit difteri. Namun dengan selalu menjaga kebersihan baik diri maupun lingkungan serta menjaga pola makan yang sehat akan menghindarkan buah hati anda terhadap penyakit difteri. Memberikan vaksin imunisasi difteri pada buah hati anda akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh agar tidak mudah terserang penyakit difteri, jadi sayangilah buah hati anda.

Sumber: dari berbagai sumber

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *