Hepatitis C Tak Cuma Penyakit Para Pecandu, Semua Orang Punya Risiko

Jakarta, Karena bisa menular lewat jarum suntik yang tidak steril, hepatitis C identik sebagai penyakitnya para pecandu. Kenyataannya, hanya sebagian saja pengidap hepatitis C yang merupakan pecandu napza suntik.

Hepatitis

Selain melalui jarum suntik yang tidak steril pada pecandu napza, penularan hepatitis C juga bisa terjadi melalui transfusi darah. Kontak darah pada luka terbuka juga berpotensi menularkan virus hepatitis C.

"Yang aneh itu sporadik. Nggak tahu kapan kenanya, tapi kok positif," tambah Prof David yang juga merupakan honorary profesor di The University of Sydney ini.

Jumlah pecandu napza suntik (penasun) sendiri mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Dalam surveinya di 68 kabupaten dan kota, KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional) mencatat jumlah penasun sebanyak 11.500. Secara nasional, diperkirakan jumlahnya mencapai 35 ribu pada 2015.

Pemetaan terakhir yang dilakukan Kementerian Kesehatan tahun 2015 memperkiraan jumlah penduduk yang terinfeksi virus hepatitis C mencapai 2 juta orang. Jika tidak diobati, infeksi kronis hepatitis C maupun B bisa berkembang menjadi sirosis atau pengerasan hati maupun kanker.

"Kanker hati merupakan pembunuh nomor 2 setelah kanker paru. Sekitar 80 persen kanker hati berhubungan dengan infeksi hepatitis C dan B," kata Prof David.

Sumber : detikhealth

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>