Hib Penyebab Penyakit Meningitis

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri ataupun jamur yang menyebar masuk kedalam darah dan berpindah kedalam cairan otak.

Pasien yang diduga mengalami Meningitis haruslah dilakukan suatu pemeriksaan yang akurat, baik itu disebabkan virus, bakteri ataupun jamur. Hal ini diperlukan untuk spesifikasi pengobatannya, karena masing-masing akan mendapatkan therapy sesuai penyebabnya.

Source: Google Free Image
Source: Google Free Image

Salah satu penyebab penyakit meningitis adalah Haemophilus influenzae type b (Hib). Selain itu H. influenzae juga menjadi penyebab utama meningitis bakteri pada anak-anak (usia 5 bulan sampai 5 tahun). Terkadang pada bayi timbul laringotrakeitis obstruktif yang hebat dengan epiglotis yang membengkak dan berwarna merah anggur. Keadaan ini memerlukan intubasi segera untuk menyelamatkan hidup. Pneumonitis dan epiglotis akibat H. influenzae dapat terjadi setelah saluran pernapasan terinfeksi (pada anak kecil dan orang dewasa). Selain itu orang dewasa dapat menderita bronkitis atau pneumonia akibat H. influenzae.

Bayi dengan umur dibawah 3 bulan memiliki antibodi dalam serum yang diperoleh dari ibunya. Pada masa ini memang infeksi H. influenzae jarang terjadi, tetapi kemudian antibodi akan hilang. Anak-anak mendapat infeksi H. influenzae biasanya dalam bentuk asimtomatik tetapi dapat dalam bentuk penyakit pernapasan atau meningitis. Pada umur 3-5 tahun kebanyakan anak-anak memiliki antibodi yang dapat membunuh bakteri dengan bantuan komplemen dan fagositosis (antibodi yang dimaksud adalah antibodi PRP). Imunisasi pada anak-anak menimbulkan antibodi yang sama.
Ada korelasi antara adanya antibodi bakterisidal dan resistensi terhadap infeksi H. influenzae tipe b. Namun tidak diketahui apakah antibodi ini saja yang menimbulkan imunitas. Pneumonia dan artritis masih dapat timbul pada orang dewasa yang memiliki antibodi ini

Angka kematain karena meningitis yang tidak diobati mencapai 90%. Banyak strain H. influenzae tipe b peka terhadap amphisilin, tetapi 25% strain resiten karena membentuk β-laktamase di bawah kendali plasmid yang dapat dipindahkan. Kebanyakan semua strain peka terhadap kloramfenikol dan sefalosporin baru. Pemberian sefotaksim 150-200 mg/kg/hari secara intravena memberi hasil yang baik. Diagnosis dan pemberian obat antimikroba secara tepat sangant penting agar sekuele gangguan neurologik dan intelektual dapat dikurangi. Komplikasi lanjut biasanya terjadi penimbunan cairan subdural yang memerlukan drainase melalui pembedahan.

Pencegahan yang paling efektif adalah dengan pemberian vaksinasi. Pemberian Imunisasi vaksin (vaccine) Meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama didaerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis. (RE)

Sumber:

Home


mikrobia.wordpress.com

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *