Kenali Diare Yang Disebabkan Oleh Rotavirus

Salah satu penyebab diare yang cukup berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian adalah Rotavirus. Virus ini juga menjadi penyebab umum dari penyakit diare pada bayi dan anak-anak di seluruh dunia, terutama di Negara-negara berkembang dengan tingkat nutrisi dan fasilitas kesehatan yang kurang optimal.

Rotavirus adalah virus yang menyerang permukaan saluran cerna. Virus ini lebih banyak menyerang sel epitel usus halus bagian atas, sehingga bisa menyebabkan gangguan penyerapan makanan dan diare. Infeksi virus ini akan menimbulkan gejala-gejala, seperti demam, muntah berulang, diare cair dan terus menerus, serta nyeri pada bagian perut. Hampir semua anak diperkirakan pernah terinfeksi Rotavirus saat usianya mencapai 5 tahun.

Rotavirus dapat menyebar dengan mudah. Virus ini ditularkan melalui permukaan benda seperti tangan atau mainan yang pernah bersentuhan dengan tinja seseorang yang terinfeksi Rotavirus. Misalnya dari orang tua atau pengasuh yang mengganti popok bayi. Virus juga dapat ditularkan melalui percikan dahak dan saluran napas.

Gejala yang paling mudah dilihat pada anak yang terkena Rotavirus adalah demam dan muntah di awal infeksi. Selanjutnya, anak akan mengalami diare yang cukup lama, bahkan sampai 8 hari. Salah satu cara membedakan diare karena bakteri biasa dan Rotavirus adalah bokong anak menjadi kemerahan dan tinjanya berbau asam. Selain itu, terdapat tanda-tanda dehidrasi seperti rasa haus berlebihan, terlihat sangat lemas, tidak buang air kecil selama 12 jam atau lebih, kulit anak kering atau dingin , menangis tanpa mengeluarkan air mata, tampak mengantuk, dan mata terasa cekung.

Untuk mengurangi penyebaran Rotavirus, cuci tangan dengan sabun terutama setelah dari toilet atau setelah buang air besar dan setelah mengganti popok. Selain itu, pemberian vaksin juga bisa membentengi tubuh anak dari infeksi Rotavirus. Saat ini tersedia dua jenis vaksin Rotavirus di Indonesia. Berdasarkan jadwal IDAI, Vaksin Rotavirus Monovalen diberikan pada usia 2 bulan (rentang usia 6-14 minggu) dan 4 bulan (sebanyak dua kali dengan rentang waktu 8 minggu). Sedangkan Vaksin Rotavirus Pentavalen diberikan pada usia 2 bulan, 4 bulan, dan 6 bulan. Pemberian dosis pertama Vaksin Rotavirus paling lambat usia 14 minggu 6 hari.

Vaksin Rotavirus diberikan secara oral dengan dosis 2 ml. Untuk bayi, dosis 2 ml adalah jumlah yang banyak sehingga berisiko dimuntahkan kembali oleh bayi. Oleh karena itu, dianjurkan untuk memberikan vaksin dengan cara meneteskannya secara perlahan karena tidak dianjurkan untuk mengulang pemberian vaksin setelah dimuntahkan. Untuk memperkecil risiko vaksin dimuntahkan kembali, pemberian vaksin sebaiknya dilakukan tidak setelah bayi menyusu.

Sumber: Arifianto. 2014. Pro Kontra Imunisasi Agar Tak salah Memilih Demi Kesehatan Buah Hati. Jakarta: PT Mizan Publika, http://www.alodokter.com/, dan http://mommiesdaily.com/

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *