Kenali Kanker Serviks Sedini Mungkin

Kanker serviks merupakan salah satu penyakit yang perlu diwaspadai oleh kaum hawa. Penyakit yang menyerang mulut rahim ini dikatakan sebagai penyebab kematian nomor dua hingga tiga dari jumlah seluruh kanker yang diderita umat manusia. Kematian akibat kanker di dunia diperkirakan berkisar diantara 45 ribu hingga 200 ribu setiap tahunnya (Ahmadi, Umar, 2005 hlm 118). Dilansir dari Cermati.com dijelaskan bahwa bila sudah terjangkit, penyakit yang satu ini, benar-benar menjadi pembunuh wanita nomor wahid di tanah air. Terlebih, seringkali, gejala baru muncul ketika telah memasuki fase stadium akhir.

Banyaknya kasus wanita yang terdiagnosa kanker serviks, haruslah menjadi pelajaran bagi kita semua. Tentu tidak ada salahnya, sebagai wanita kita harus mengedukasi diri tentang penyakit yang mematikan ini. Mengenal kanker serviks akan membuka wawasan kita dan mecegah penyakit tersebut sedini mungkin.

sumber foto: kankerserviks.or.id
sumber foto: kankerserviks.or.id

 

Ahmadi, Umar dalam bukunya “Imunisasi, mengapa perlu” menjelaskan ahwa dahulu kanker mulut rahim dianggap sebagai penyakit tidak menular, namun kini diketahui bahwa kanker ini dikaitkan atau diduga kuat disebabkan oleh sejenis virus yang disebut sebagai Human Papilloma Virus atau lebih dikenal sebagai HPV. Kesimpulan ini di dapat dari pengamatan setiap kejadian kanker, dalam sel-sel yang rusak selalu terdapat virus in. Perkembangan virus ini menjadi kanker cukup lama, bisa antara 20-50 tahun.

Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui sel kanker tersebut ada tubuh kita? Metode yang digunakan untuk mengecek bibit sel kanker serviks menggunakan pap smear. Dilansir dari FaktaKanker.com,Pap smear merupakan suatu metode atau tes yang digunakan untuk mengetahui apakah di dalam tubuh seseorang terdapat sel-sel kanker atau tidak. Tes yang juga dikenal dengan istilah tes Papanikolaou ini dilakukan khususnya bagi para wanita untuk melihat gejala kanker serviks yang mungkin dialami. Melakukan tes pap smear bagi seorang wanita dapat menyelamatkan nyawanya. Dengan pap smear dapat membantu memberikan pengobatan dini bagi seorang wanita yang menderita kanker serviks yang masih pada stadium awal. Selain itu, uji pap smear juga dapat mendeteksi perubahan yang terjadi pada sel-sel rahim yang mungkin berkembang menjadi kanker serviks di kemudian hari.

Lebih lanjut, dari sumber detikhealth merangkum beberapa gejala kanker serviks yang perlu diwaspadai adalah:

Pendarahan vagina

Pendarahan vagina yang tidak biasa adalah gejala yang paling terkait erat dengan kanker serviks, kata Joshua Cohen, MD, ahli onkologi ginekologi di UCLA. Ini terjadi bisa setelah melakukan hubungan intim, atau selama menstruasi dengan ciri pendarahan yang semakin deras.

Sakit area panggul

Seiring dengan pendarahan yang terjadi, area sekitar panggul juga diiringi rasa sakit dari intensitas yang kecil hingga sangat menyakitkan. Rasa sakit juga dapat muncul saat berhubungan seks atau buang air kecil sebagai salah satu tanda peringatan.

Keputihan berbau

Tentu ada banyak penyebab keputihan yang tidak ada kaitannya dengan kanker, tapi apa salahnya untuk berkonsultasi ke dokter. Terlebih jika Anda mengalami keputihan yang banyak (bisa kental atau berair) yang berbau menyengat.

Kelelahan

Apabila Anda mengalami kelelahan yang terasa tiada henti ditambah dengan beberapa gejala yang sudah disebutkan sebelumnya, tingkat kewaspadaan harus semakin ditingkatkan. Bicarakan ke dokter untuk mengetahui penyebab masalah kesehatan Anda agar dapat dengan segera teratasi.

Pola buang air kecil dan besar terganggu

Masih menurut Cohen, orang yang memiliki kanker serviks biasanya sering merasa kebelet untuk buang air kecil. Kotoran yang dihasilkan saat buang air besar juga memiliki perubahan. Namun, Cohen mengatakan jika gejala ini berlangsung masih kurang dari seminggu Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. Tapi kalau bertahan lebih dari itu atau bahkan menjadi semakin buruk, saatnya berkonsultasi dengan dokter.

Mengenal Lebih Jauh Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN/Sel Prakanker)

Dilansir dari Cermati.com Kanker serviks diawali dengan kondisi pra-kanker (stadium awal). Butuh setidaknya 10-20 tahun hingga kanker serviks tumbuh dari sel sehat ke sel prakanker, sampai akhirnya berubah jadi sel kanker. Fase ini disebut sebagai Cervical Intraepithelial Neoplasia (CIN). Saat masih dalam kondisi sel prankanker, terdapat tiga fase, masing-masing digolongkan berdasarkan tingkat keparahannya yaitu:

  • CIN I – Saat kondisi ini terjadi, ada perubahan pada sel-sel leher rahim, biasanya belum terlalu signifikan dan masih sedikit. Penanganan dan pemantuan, dalam bentuk pap smear penting untuk dijalankan secara berkala. Umumnya bisa kembali normal, tanpa penanganan medis.
  • CIN II – Ketika memasuki fase ini, dokter akan melakukan penanganan dengan mengangkat sel-sel abnormal.
  • CIN II – Perubahan sel sudah sangat abnormal, meski belum bersifat kanker. Dokter juga akan melakukan penanganan dengan pengangkatan.

Tiap fase CIN memerlukan satu pemantauan dan penanganan yang seksama oleh dokter. Meski risiko perubahannya menjadi sel kanker sangatlah kecil, akan tetapi pap smear haruslah tetap dijalankan sebagai langkah pencegahan yang terbaik.

 

Sumber:

Ahmadi, Umar. 2006. Imunisasi Mengapa Perlu?. Buku Kompas: Jakarta

Cermati.com.https://www.cermati.com/artikel/kanker-serviks-penyebab-kanker-serviks-gejala-kanker-serviks-ciri-ciri-pencegahan-dan-pengobatan-yang-perlu-diketahui. (Diakses pada 22 Januari 2018)

Detikhealth. https://health.detik.com/read/2017/10/18/161812/3689731/763/waspada-ini-dia-gejala-kanker-serviks. (Diakses pada 22 Januari 2018)

FaktaKanker.com. https://faktakanker.com/kanker-serviks/pap-smear-tahapan-proses-dan-manfaatnya. (Diakses pada 22 Januari 2018)

 

 

Please Post Your Comments & Reviews

Your email address will not be published. Required fields are marked *